1/2 Prince V1C1: Lahirnya Seorang Pangeran

posted in: 1/2 Prince, Bahasa Indonesia | 0

½ Prince Volume 1: Awal dari Sebuah Legenda

Novel asli ditulis oleh : Yu Wo (御我)


Chapter 1: Lahirnya seorang Pangeran [translator : RJ]

Saat ini adalah tahun 2100 AD. Sebagai hasil dari kemajuan teknologi – seperti adanya virtual reality, dan mesin game yang telah diciptakan sehingga bisa dimainkan saat tidur – game online telah berkembang dengan pesat selama bertahun-tahun.

Kemudian, tingkat kenyataan dari game online ini terus bertambah, mulai dari 50 %… 60%… 70%… sampai 80%. Pasar saat ini didominasi oleh 2 MMO[1] yang besar – The World dan Life – yang mana keduanya telah mencapai tingkat kenyataan sampai 85%. Dengan lebih dari 80% orang di seluruh dunia memainkan game ini, kalimat pertama yang seseorang ucapkan kepada teman baru mereka adalah, “Kamu berasal dari mana? The World atau Life?”

Bagaimanapun juga, semuanya mulai berubah. Perusahaan teknologi terbesar di dunia telah menyebabkan kegemparan hebat dengan produk keluarannya : setelah 10 tahun penelitian, mereka telah membuat Second Life, game terbaru dengan tingkat kenyataan 99%.

Dan sekarang seluruh dunia menunggu dengan nafas tertahan…

Online, di The World

“Bro, lihat, kamu pikir ini apa?”

Aku, Feng Xiao Xiao, mengangkat tongkat ‘Blue River Goddess’, menunjukkannya ke adik kembar laki-lakiku. Haha! Dengan kekuatan magic sebesar 102, dan dengan kemampuan yang meningkatkan kekuatan serangan magic dengan dasar elemen es sebanyak 20%, ‘Blue River Goddess’ sudah pasti adalah benda berharga seorang Mage. Ini membutuhkan sedikit usaha dalam membujuk suamiku untuk membelikannya.

“’Blue River Goddess’? Persetan, kakak; bukankah tongkat ini berharga sebesar 100 ribu gold? Dari mana kau mendapatkan uangnya? Kamu menang lotre atau apa?” Feng Wu Qing – yang merupakan adik laki-lakiku di dunia nyata – bertanya, memelototi tongkat di tanganku.

“Suamiku memberikan ini buatku, jelas,” jawabku puas, masih memamerkannya.

“Hadiah lain dari kakak ipar… Pasti enak jadi wanita, perlengkapan sudah otomatis diantarkan ke depan rumah, tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkannya,” Feng Wu Qing menggerutu.

“Apa kamu bilang?!” Alisku berkerut sementara aku memfokuskan diri. Ledakan es – mantra level menengah – menuju ke arahnya.

Menjadi seorang Warrior, daya tahan magic Feng Wu Qing sangat lemah. HP nya langsung berkurang setengah. Mempertimbangkan kalau jumlah kesakitan yang dirasakan dalam game hanya 20% dari kenyataan, ledakan es ini mungkin hanya sesakit dipotong dengan pisau dapur. Tunggu dulu, bukankah itu… sangat sakit?! Aku menyadarinya.

“Hei, apa yang kau lakukan? Sakit, tahu! Hentikan!” Kehilangan separuh HP nya, Feng Wu Qing tidak punya pilihan lain selain minum Health Potions. “Wanita jalang…”

“Apa…”

Kamu berani mengataiku wanita jalang? Atau haruskah kukatakan : Kalau kamu – yang hanya seorang Warrior level 95 – berani mengata-ngataiku – seorang Mage level 115… Kau pasti cari MATI! Benar-benar marah, aku sampai lupa kalau orang itu adalah adik laki-lakiku dan melancarkan mantra tingkat tinggi, menyerangnya dengan Blizzard. Tiba-tiba, aku menyadari apa yang sudah kuperbuat. Duh, Wu Qing tidak mungkin mati sekarang, ‘kan?

“Urgh…” Dari suara menyedihkan adikku, itu pasti melukainya sangat parah… Sori, bro.

“Dasar wanita sialan, orang gila, kakak bodoh! Apa kamu mencoba untuk membunuhku?!” desah Feng Wu Qing, berbaring di atas tanah, hampir mati. Melihatnya masih hidup, kelegaan menguasaiku.

“Siapa suruh kamu mengataiku wanita jalang? Selain itu, level dan perlengkapanmu benar-benar sangat menyedihkan, jika kamu pingsan setelah ledakan es kecil dan Blizzard. Aku bisa menginjakmu saja dan kamu akan beruntung menjadi Warrior pertama yang pernah mati terinjak oleh seorang Mage.” Melihat Wu Qing masih hidup, aku tidak bisa menahan diri lebih lama untuk mengejeknya.

Berbaring di atas tanah, Feng Wu Qing kelihatan malu sekaligus marah, dan menjawab dengan dingin. “Siapa yang mau jadi seseorang yang tidak tahu malu sepertimu?! Selalu meminta dari laki-laki untuk memberimu perlengkapan atau untuk membantumu naik level, selalu sembunyi di belakang kelompok, selalu mengambil barang rampasan yang bagus… Akan jadi aneh kalau kamu masih level rendah dan memakai perlengkapan murahan!”

Marah, aku bisa merasakan panas di pipiku. “Aku… Aku…” merasa agak bersalah…

Melihat aku tidak bisa berkata-kata, Feng Wu Qing memutuskan menggosokkan garam di lukaku. Sungguh tidak peka, apakah ia benar-benar adikku? “Aku belum selesai bicara. Kalian wanita hanya tahu bagaimana cara memohon pada orang lain untuk memberimu perlengkapan dan naik level, selalu memilih kelas yang memberimu kesempatan untuk sembunyi dan mendapatkan Experience Points dari jauh.”

Aku menginjakkan kakiku di tanah. “Baik, bagaimana jika kita reroll[2] saja dan melihat siapa yang lebih cepat naik level?”

Feng Wu Qing menyeringai. “Lupakan saja. Buat apa kita reroll? Kakak ipar pasti masih membantumu, dan masih akan ada segerombolan pria yang mau untuk power-level[3] buatmu dan memberimu perlengkapan.”

“Itu hanya karena mereka menginginkannya, tidak ada hubungannya denganku!”

“Jadi jangan menerimanya begitu saja dan latih dirimu sendiri!”

“Tapi itu akan jadi sia-sia…” Aku berkata dengan suara kecil.

“Hmph!” Feng Wu Qing menatapku dengan dingin.

Aku merasa kemarahanku naik, tetapi ketika aku mulai membuka mulut dan mau melanjutkan bertengkar dengannnya, seekor bos monyet api yang sangat cepat tiba-tiba muncul di belakang adikku. Menyerang kami dengan kecepatan kilat, dia memukul kepala adikku dengan pukulan yang sangat hebat. Aku bertanya-tanya, apakah serangannya berpengaruh..

[ Sistem : Feng Wu Qing -135 HP, Feng Wu Qing HP=0, Status: Mati ]

Terpaku, aku hanya mampu melihat ketika adikku menjadi pilar cahaya dan menuju ke langit. Setelah mati, Player akan berubah menjadi pilar cahaya dan terbang kembali ke Rebirth Point.

Aduh, adikku mati.. Aku dalam kesulitan besar sekarang. Menurut peraturan di The World, jika terbunuh oleh mob[4], level seseorang akan kembali ke level 1. Aku berkeringat dingin, berpikir bahwa ia akan melindungiku, sampai aku sungguh-sungguh lupa kalau boss itu masih di depanku – kecuali sekarang aku hanya seorang Mage tanpa seorang Warrior untuk menjadi tamengku..

“Uhh..” Aku, yang sebelumnya tidak pernah mati, merasakan kematian untuk pertama kalinya. Jadi mati itu terasa seperti ini.. Aku cepat-cepat melepaskan helm game dan menggeliat.

“Kau mati juga?” Aku menengadahkan kepala dan melihat adikku melihat ke arahku dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak. Dia segera lari dari kamarnya menuju kamarku supaya bisa mencelaku karena menyebabkannya kembali ke level awal. Tapi sekarang… ah, dia pasti masih akan memarahiku. “Idiot! Kenapa kau tidak menggunakan Scroll of Recall[5] ketika melihatku mati?”

“Aku terlalu terkejut untuk bereaksi ketika melihatmu mati!”

Aku melihat ke arahnya putus asa. Bagaimana aku tahu bahwa dalam beberapa detik saat aku terpaku, monyet sialan itu akan mengubahku menjadi pilar cahaya dalam sekejap mata?

“Salahku sampai membuatmu mati…”

“Sudahlah; bagaimanapun juga aku tidak akan memainkan The World lagi.”

“Hah? Kau tidak akan main lagi? Kenapa?”

Adikku – kupikir aku harus mengatakan ini: namanya adalah Feng Yang Ming, dan aku Feng Lan – melihat ke arahku dengan ekspresi yang menyebalkan. “Apa kau tidak tahu kalau Second Life sudah keluar?”

“Second Life?” aku mengulang, bingung.

Adikku langsung melotot ke arahku, seakan aku ini orang idiot saja.

Second Life adalah virtual reality game terbaru, dengan tingkat kenyataan mencapai 99%. Bahkan dikatakan kalau kita bisa merasakan tiupan angin dan mendengar suarang serangga, sampai ke tahap di mana kita merasa seperti sedang berada di dunia nyata.”

Aku mengerut, alisku menyatu, “Jadi bukankah itu akan sangat menyakitkan? Kalau kau terluka…”

“Duh! Kalian wanita selalu takut sakit! Dengan tingkat kenyataan 99%, siapa yang peduli dengan sakit?” Adikku yang menjengkelkan ini melihatku dengan ekspresi super menyebalkan, dan menambahkan, “Jangan khawatir, sakit yang dirasakan hanya sampai 30% saja kok.”

Aku menjawab, “Oh,” tapi masih saja tidak dapat menahan diri berpikir, Hmph, baru saja kau bicara tentang sakit yang dirasakan. Jika mereka benar-benar menaikkannya sampai 99%, aku ragu kalau kau masih akan bilang tidak peduli dengan rasa sakit! Bagaimanapun juga, karena aku baru saja membuatnya mati, aku tidak berani untuk mencelanya. “Jadi kau tidak akan main The World lagi?”

“Tolong ya. Semua orang yang main The World dan Life sekarang cuma menunggu keluarnya Second Life. Kalau Second Life sudah keluar, The World dan Life mungkin akan langsung bangkrut!”

“Yah, kalau begitu, aku akan main Second Life juga.” Tingkat kenyataan sampai 99% kedengarannya menarik, dan karena aku juga harus latihan dari awal lagi, mungkin lebih baik kalau aku mulai di Second Life.

“Huh, kau paling akan menggunakan skill ‘beri aku peralatan dan bantu aku naik level’ lagi.”

Sekarang aku benar-benar tersinggung. “Feng. Yang. Ming. Kuperingatkan.. Kali ini aku tidak akan meminta bantuan dari orang lain atau untuk memberiku peralatan, jadi jangan mengeluh kalau kau nanti naik level lebih lambat daripada aku.”

“Seperti itu bakal terjadi saja.”

Kami bersaudara saling melotot.

 

Aku mengambil disk gamenya dan menggerutu pelan. Adik bodoh, aku akan dengan cepat naik level, meninggalkanmu jauh di belakang, dan kamu tidak akan bisa mengataiku lagi. Dengan marah, aku memasukkan disk gamenya ke helm game dan melirik ke arah jam. Melihat waktunya sudah tiba, aku memakai helm game nya dan berencana untuk langsung masuk ke dalam game, kemudian latihan dengan cepat sampai dia tidak akan bisa mengejar kenaikan level ku. Tapi, aku lupa kalau aku sudah memajukan jamku 5 menit lebih cepat, supaya aku tidak terlambat jika ada janji…

 

Kenapa tempat ini sangat gelap? Saat kepalaku mulai dipenuhi pertanyaan, cahaya yang sangat menyilaukan memenuhi mataku dan seorang wanita yang luar biasa cantik muncul di hadapanku. Hmph! Seorang lagi yang amat cantik! Benar-benar menyebalkan! Apakah para pengembang game ini tidak tahu kalau wanita juga memainkan game? Kenapa mereka tidak membuat seorang yang ganteng saja untuk menyambut para wanita?

“Halo, dan selamat datang di Second Life. Karena ini adalah pertama kali Anda memainkan game ini, tolong beri kami waktu sebentar untuk meng-scan tubuh Anda dan merekam frekuensi suara Anda. Dengan begitu, Anda bisa langsung masuk ke dalam game begitu Anda mengenakan helm game.”

Aku menunggu dengan diam sampai proses scanning nya selesai.

“Yak, sekarang Anda bisa mulai membuat karakter Anda. Sebelum Anda mulai, saya harus mengingatkan bahwa Anda hanya memiliki satu kesempatan untuk membuat sebuah karakter. Begitu selesai dibuat, ras, nama, dan penampilan Anda tidak akan bisa diubah.”

“Jadi aku tidak akan bisa membuat ulang karakterku?” Tidakkah mereka terlalu berlebihan dengan peraturan yang begini ketat?

“Untuk mempertahankan tingkat kenyataan dalam Second Life, setiap orang hanya akan mempunyai satu akun dan satu karakter, tanpa kecuali.”

“Lalu apa yang terjadi jika karakterku mati?” Jangan bilang kalau aku tidak akan bisa main lagi..?

“Jika karakter Anda meninggal, Anda akan kembali ke Rebirth Point. Sebagai penalti, level Anda akan dikurangi satu.”

Benar-benar peraturan yang aneh, aku tertegun.

“Apakah Anda berminat untuk membuat karakter Anda sekarang?”

“Oh, ya, tentu saja. Mulai!”

“Silahkan memilih ras yang Anda inginkan.” NPC[6] yang super-cantik itu baru saja menyelesaikan kalimatnya ketika tempat yang awalnya kosong itu tiba-tiba dipenuhi banyak karakter yang kelihatan hidup, semuanya berpose di depanku. Rasnya bervariasi, mulai dari manusia, elf, dark elf, kurcaci, demon, holymen, beastmen (subspesies termasuk serigala, burung, kucing liar, dll) sampai spirit (dengan 10 sub-kategori, dibagi menjadi spirit pohon, bunga, dll). Mataku mulai berputar-putar. Astaga, apa yang harus kulakukan! Dan kenapa ada begitu banyak pilihan ras?

Melihat ekspresiku yang kebingungan, NPC yang anggun itu dengan baik hati menawarkan, “Pilih saja dulu ras yang Anda sukai; saya akan menjelaskannya. Tidak usah buru-buru, sebab Anda tidak akan mendapat kesempatan untuk reroll!”

Aku melihat ke arah si cantik itu dengan penuh terima kasih; tiba-tiba dia kelihatan lebih menyenangkan dari sebelumnya.

“Apa saja karateristik dari ras manusia?”

“Karakteristik dari ras manusia adalah keseimbangan mereka. Contohnya, fisik manusia tidak dapat dibandingkan dengan fisik para beastmen, dan kecepatan manusia tidak bisa dibandingkan dengan kecepatan para elf. Tetapi kecepatan mereka lebih tinggi daripada kecepatan para beastmen, dan fisik mereka lebih kuat daripada fisik para elf.”

“Oh..”

Melihat bahwa hal itu sama dengan game yang lain, aku mulai khawatir. Karena ras tidak bisa diubah, ras apa yang harus aku ambil?

Kali ini aku akan menjadi seorang Warrior, pikirku, masih terprovokasi oleh kata-kata adikku… Dasar adik bodoh, mengataiku takut sakit dan hanya tahu bagaimana caranya sembunyi! Tunggu dan lihat saja; aku akan menjadi seorang Warrior.

Dari yang aku dengar, manusia dan beastmen adalah yang terbaik untuk kelas ini… “Dalam hal itu, bisakah aku melihat diriku jika menjadi seorang manusia dan seorang beast?” Sebenarnya tidak pernah bagus menilai seseorang dari penampilan saja, tapi seorang wanita tidak bisa tidak ingin kelihatan cantik…

“Tentu saja,” kata si cantik, dan dua versi “diriku” muncul. Sesuai perkiraan, versi manusia “diriku” kelihatan lebih cantik, tapi tepat saat aku aka bilang kalau aku ingin bermain sebagai ras manusia, kata-kata adikku yang terkutuk itu kembali terngiang-ngiang di kepalaku.

“Lupakan saja. Buat apa kita reroll? Kakak ipar pasti masih membantumu, dan masih akan ada segerombolan pria yang mau untuk power-level[3] buatmu dan memberimu perlengkapan…”

Huh, jika aku muncul di depannya kelihatan bagus dan cantik, dia pasti tidak akan percaya kalau aku kerja keras untuk mendapatkannya. Dengan pikiran itu, aku berkata, “Bisakah kamu menjadikanku lebih maskulin?”

“Anda ingin menjadi seorang laki-laki?” Si cantik tampak terkejut dan berusaha untuk membuatku menarik kata-kataku. “Anda sebaiknya memikirkan hal ini dengan hati-hati. Anda tidak akan bisa mengubah penampilan Anda nanti.”

Aku mulai ragu-ragu…

“Ditambah lagi, wanita akan lebih mudah naik level, dengan para pria yang mau membantu dan melindungi mereka.”

Mendengar itu, aku malah semakin tersinggung. “Aku tidak peduli.”

“Beri saya waktu sebentar, saya akan membicarakan hal ini dengan para petinggi.” Dengan itu, dia tiba-tiba bergeming, tidak bergerak sedikitpun.

Jadi dia sebenarnya seorang GM[7]… Ekspresinya benar-benar sangat kaku sampai aku salah mengiranya sebagai seorang NPC!

Setelah sejenak, si cantik itu kembali bergerak, dan ekspresinya ragu-ragu. “Walaupun perubahan gender itu sebenarnya dilarang, tetapi Anda adalah Player pertama yang log on. Awalnya kami sudah memutuskan akan mengabulkan permintaan apa pun oleh Player pertama yang log on, selama hal itu masih masuk akal, sebagai hadiah. Lalu mengenai permintaan Anda… Setelah mendiskusikannya, kami telah memutuskan, karena Anda akan menjadi satu-satunya perkecualian, hal ini tidak akan mempengaruhi game. Kami akan mengabulkan permintaan Anda.”

Dan tepat saat dia selesai berbicara, seorang laki-laki muda yang tampan dan tampak seperti bangsawan muncul di depan mataku. Wow, ganteng sekali! Tampaknya aku kelihatan lebih cocok jadi seorang laki-laki daripada seorang wanita…

“Anda bisa memilih untuk menjadi lebih cantik atau lebih jelek sebanyak 30%.”

Aku bahkan tidak perlu berpikir untuk menjawab. “Lebih cantik 30%.”

Seorang laku-laki muda yang sangat memikat langsung muncul di depan mataku. Ini benar-benar aku? Oh, Tuhan yang Baik, dia benar-benar sangat ganteng… Sambil berliur menatap versi diriku sebagai seorang pria, aku berpikir, jika aku kelihatan sangat ganteng sebagai manusia, maka…

“Aku ingin melihat diriku sebagai seorang elf.”

Seorang elf yang anggun, dengan telinga yang panjang, muncul di depan mataku. Melihat sosok yang begitu anggun, bersamaan dengan wajah yang sangat lembut dan tampan…

“Ganteng sekali…” GM yang cantik itu dan aku mendesah berbarengan dengan penuh nafsu.

“Hei, maukah kamu mempertimbangkan untuk operasi pengubah gender? Kalau kamu menjadi seorang laki-laki aku pasti akan menjadi pacarmu,” GM itu tidak bisa tahan untuk tidak mengatakannya.

Apa yang bisa kukatakan terhadap hal seperti itu?

“Ok, sudah diputuskan! Ras nya adalah elf!” Itu bukan aku – itu adalah GM yang cantik itu.

“Ini…” aku berkata sambil melongo. “Tapi aku ingin menjadi seorang Warrior…”

“Ha! Tolong deh, lihat betapa gantengnya kamu. Ini akan langsung menjadi dosa jika kamu tidak memilih elf. Tidak peduli, pokoknya kamu harus menjadi seorang elf.” GM yang cantik itu sebenarnya sedang merayuku… Aku bisa merasakan bulu kudukku berdiri.

Kelihatannya dia tidak memikirkanku sebagai seorang wanita lagi, pikirku. Tapi… melihat versi-cowok diriku berdiri di hadapanku, dia benar-benar ganteng sekali… Oh tidak, bagaimana jika setelah aku login ke dalam game aku hanya ingin memelototi pantulan diriku sendiri?

“Jadi, sudah diputuskan. Apakah kamu mau mengubah model rambut atau tinggi badanmu?” Tunggu dulu, apakah kamu ini benar-benar seorang GM? Kamu memutuskan semuanya sendiri!

“Coba ubah warna rambutnya menjadi pirang,” aku berkata pasrah.

Setelah dua jam berdebat maju mundur, kami akhirnya memutuskan tentang… penampilannya. GM yang cantik itu bahkan berhasil menaikkan tingkat kecantikannya menjadi 40%, yang membuatku benar-benar berpikir, apakah dia benar-benar seorang GM? Melihat ke arah elf super-duper-ganteng dengan rambut pendek berwarna putih, aku merasa bahwa di dalam game, kesempatanku untuk menolehkan kepala masih bisa dipastikan mencapai 200%. Memelototinya non-stop, hatiku kembali terbelah dua. Tuhan yang baik, apakah ini termasuk menjadi seorang yang narsis?

“Selesai. Benar-benar sempurna,” Lolidragon berkata dengan puas. Lolidragon adalah nama GM cantik itu… Dia bahkan menyuruhku untuk me-PM[8] nya kapan saja aku mau.

“Tolong.. bisakah kita lanjut saja? Aku mungkin orang pertama dalam sejarah yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam dan masih belum selesai membuat karakter.”

“Jadi kamu mau dipanggil apa? Kuperingatkan, kamu tidak boleh menggunakan nama yang terdengar jelek!”

… Dia sedang memperingatkanku? Aku tidak bsia berkata apa-apa. Ini benar-benar buruk. Aku selalu memakai Feng Xiao Xiao sebagai namaku dalam setiap game, tapi sepertinya itu tidak bisa dipakai kali ini. “Kurasa aku akan menjadi ‘Pangeran Tampan’.”

Lolidragon melotot ke arahku. “Terlalu jelek. Benar-benar tidak boleh.”

“Kalau begitu cobalah kau mengusulkan nama yang bagus.” Aku memutar mataku; sebenarnya siapa sih yang bakal main?

“Kita akan membuang bagian ‘Tampan’ dan memanggilmu ‘Prince’ saja! Ok, begitu saja namanya.”

Melihat kata ‘Prince’ sudah melayang-layang di atas versi-cowok “diriku”, aku kembali kehilangan kata-kata.

“Di benua mana kamu ingin dilahirkan? Ada bagian Timur, Barat, Utara, Selatan, dan bagian Tengah,” kata Lolidragon sambil melihat ke arahku.

“Yang mana saja boleh…”

“Ok, kamu sudah siap untuk dilahirkan.” Sambil ia menyelesaikan kata-katanya, laki-laki muda di hadapanku tiba-tiba bergerak ke arahku. Begitu kami bersatu, aku merasakan diriku jatuh…

“Hei, tunggu dulu! Bukankah kita harus mendistribusikan Skill Points yang kita punya?” teriakku.

“Kau pasti belum mengunjungi website kami. Skill Points yang ada didistribusikan secara acak. Oh ya, jangan luma PM aku, kau makhluk ganteng! Kalau kau PM aku, aku akan memberimu hadiah!”

*Pingsan*

Setelah mendarat yang terasa sangat lama, aku mengambil napas dalam-dalam dan teringat satu misi yang sangat penting dan mendesak – Cermin, di mana ada cermin? Aku perlu mengecek apakah aku benar-benar terlihat sangat ganteng.

“Seorang yang ganteng, dia benar-benar sangat anggun!” Mendengar itu, aku langsung menoleh, hanya untuk melihat seorang wanita – yang matanya sudah berubah menjadi hati – melihat ke arahku. Mana? Di mana ada orang ganteng? Aku ingin melihatnya juga!

Tepat saat aku sedang mengecek ke kiri dan kananku, tiba-tiba seseorang memegang tanganku. Siapa laki-laki yang kasar ini? Apakah dia tidak tahu memegang tangan seorang wanita kapanpun ia mau itu dilarang? Aku menoleh, dengan tatapan mata setajam pisau, melotot ke arah siapapun yang lagi cari mati… Oops, ia ternyata seorang wanita yang sangat imut. Salahku, aku hampir salah mengira dia seorang mata keranjang!

“Um, aku baru saja main game ini. Bisakah kamu membantuku?” dia bertanya dengan mata penuh pengharapan.

“Aku juga baru saja main, aku rasa aku juga tidak bisa banyak membantu.” Gamenya baru saja “hidup” hanya sekitar dua jam. Jadi bagaimana mungkin ada orang yang bisa membantumu? Skill tiket-memancing-dengan-makanan wanita ini masih belum cukup. Harusnya sekarang kamu cepat-cepat naik level; untuk mendapatkan suami yang baik, kamu harus kelihatan cute, level cukup tinggi, dan berbicara dengan manis seperti seorang juara, wahahaha!

(Feng Wu Qing: Percayalah, semua pria di dunia ini harus menjauh dari kakakku. Dia bahkan tidak akan meludahkan tulang-tulangmu jika dia memakanmu hidup-hidup!)

“Kalau begitu, mari kita latihan sama-sama,” kata wanita itu, berusaha kelihatan tidak berdaya sebisa mungkin.

“Aku juga mau latihan bersama!”

“Aku juga!”

A-ada apa dengan pemandangan ini?! Aku melihat ke arah segerombolan wanita. Mereka semua memiliki pancaran mata seorang predator, melihat ke arahku seperti para serigala kelaparan melihat ke arah sepotong daging. Akhirnya aku mengerti bagaimana perasaan steak – Tenanglah, tenanglah! Wanita pasti mau mempertahankan bagaimana penampilan mereka; mereka tidak mungkin bertingkah seperti sekumpulan serigala buas menginginkan sepotong steak. Bagaimanapun juga, melihat hal seperti ini, aku tidak perlu mencari-cari cermin lagi. Aku sudah tahu aku pasti kelihatan sangat ganteng.

Menarik napas dalam-dalam, aku berkata kepada diriku sendiri, Sekarang aku adalah seorang laki-laki (Feng Wu Qing: Kamu itu seorang tranny…). Aku harus bersikap seperti seorang laki-laki, walaupun aku tidak tahu bagaimana seorang laki-laki bereaksi kalau dia dipelototi segerombolan wanita seakan dia itu sepotong daging.

Saat itu juga, aku baru ingat namaku – Prince. Karena aku dipanggil “Prince”, aku harus bertingkah sebagai seorang gentleman, kalau tidak itu akan merusak nama dan penampilanku… Jadi, memasang senyumku yang paling memesona serta menggunakan nada bicara yang sangat hangat dan gentle, aku berkata, “Maaf, ladies, tapi aku juga baru saja mulai memainkan game ini. Aku baru saja berpikir untuk pergi berburu monster level rendahan, seperti slimes..”

“Oh Tuhan, dia benar-benar sangat ganteng!” Dan ketika gumam persetujuan dengan senang hati membenarkan ucapan itu, tiba-tiba ada gerakan terjadi dan seorang wanita berlari menuju ke steak-nya – bukan, ke arahku – dan menimbulkan reaksi yang sama terhadap wanita yang lain. Tuhan yang Baik, ketika ada berlusin-lusin wanita berlari ke arahmu! Apa yang biasanya dilakukan seorang pria? Aku tidak tahu, tapi aku… Aku ingin LARI!

“To-to-loong!” teriakku sambil berbalik arah dan lari.

Sekitar satu jam kemudian, aku bersembunyi di sebuah toko kecil. Ketakutan, aku mengintip hati-hati ke luar pintu, hanya untuk melihat bahwa desa kecil untuk para pemula itu sudah dipenuhi oleh banyak wanita yang mencariku. Mengapa ada begitu banyak wanita? Aku mengetahui jawabannya bahkan ketika aku berlari mengelilingi desa itu: Ini adalah desa untuk para elf pemula, dan wanita kebanyakan lebih suka memilih untuk bermain sebagai elf daripada para pria.

“Bolehkah saya bertanya, apakah yang dibutuhkan oleh pelanggan ini?” Suatu suara tiba-tiba muncul dari belakangku.

Aku melihat ke belakang. Oh, Tuhan! Seorang wanita! Aku benar-benar ketakutan sambil menempel ke dinding, tetapi wanita di depanku ini hanya melihat ke arahku dengan ingin tahu, wajahnya tidak menunjukkan sedikitpun kekaguman. Menurut apa yang sudah kuperhatikan barusan, sepuluh dari sepuluh wanita akan tertarik padaku, jadi orang yang berada di depanku ini pastilah seorang NPC. Aku mendesah dengan lega. Sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan!

Aku melihat ke sekelilingku dan baru menyadari bahwa ini adalah toko obat-obatan. Pantas saja tidak ada orang di sini; tidak mungkin ada yang sudah butuh Health Potions, ‘kan? Hmm, sudah tiga jam berlalu, dan aku masih belum mulai latihan. Adikku akan menertawaiku waktu aku log off nanti.. Merasa terganggu, aku memutuskan untuk mulai latihan…tapi aku perlu tahu di mana aku harus berlatih.

“Nona, bisakah kamu memberitahuku di mana tempat berlatih yang paling bagus?”

Mendengar itu, NPC wanita itu menyadari kalau aku bukan pelanggan. Wajahnya menggelap dan ia menjawab dengan nada bosan terang-terangan, “Tepat di depan jalan masuk desa kamu akan menemukan slimes pemakan-manusia dan kurcaci hijau untuk dilawan. Kamu tidak akan mampu melawan apapun yang lebih kuat dari itu.”

Melihat ekspresi “jangan ganggu aku” di wajahnya, aku hampir saja berbalik dan langsung pergi dari sana, tapi aku berpikir, Akan jauh lebih bijak kalau aku tidak terang-terangan keluar dari toko ini, tidak dengan para wanita itu masih berkeliaran di luar. Aku tidak punya pilihan lain selain menghadap ke teman baruku ini dengan wajah ramah dan senyum sopan.

“Kalau begitu, bolehkah aku tanya bagaimana caranya melihat ke sistem menu?” Aku ingin melihat statusku.

“Katakan saja ‘sistem’. Apakah kamu tidak bisa menyadari hal yang sangat jelas seperti itu?”

Dasar NPC sialan, aku berpikir, diam-diam mengutuk orang tuanya (para desainer game?), tapi ekspresiku tidak bergeming dan tetap tersenyum sopan. “Terima kasih banyak.” Kemudian aku mengatakan, “Sistem,” dan status awalku mulai kelihatan terhadap mata kiriku.

[ Nama: Prince | Gender: Pria ]

[ Level: 1 | Ras: Elf | Kelas: Tidak ada | Reputasi: 0 | Health: 60 | Mana: 20 | Skill Points tersisa: 0 | Kekuatan: 10 ]

Seorang elf dengan kekuatan 10? Bahkan surga tampaknya memihakku untuk menjadi Warrior, dan seorang Warrior yang keras tampaknya.

[ Fisik: 6 | Kecepatan: 9 | Kepintaran: 6 | Tekad: 4 | Kebijaksanaan: 5 | Karisma: 10 ]

Karismaku benar-benar tinggi, apakah itu ada hubungannya dengan tampangku? Kelihatannya iya…

[ Keberuntungan: Tidak diketahui | Kemampuan: Tidak ada ]

Aku mendesah lega. Karena kemampuan maksimal tiap skill hanya 10, sepertinya statusku lumayan bagus, terutama untuk seorang yang akan menjadi Warrior.

Aku membuka tas kecilku. Biasanya para pemula diberikan peralatan dasar. Seperti diduga, di dalam ada celana (defense +2) dan baju (defense +1), juga pisau kecil dengan kekuatan attack sebesar 1… Ini benar-benar pisau yang sangat kecil, dengan panjang mata pisaunya bahkan tidak sampai 15 sentimeter.

“Hei, kalau kamu tidak membeli apapun, lebih baik cepat keluar; kamu memblokir jalan masuknya.”

Grr, kasar sekali NPC ini! Aku menahan diri untuk tidak memaki moyangnya. Hmph, wanita yang baik tidak akan berdebat dengan NPC. Kemudian, aku tetap memasang penampilan seperti seorang lady – Salah! Maksudku, penampilan seorang gentleman. Dengan ujung-ujung mulutku masih naik mencapai 30 derajat, aku mengucapkan seramah mungkin, “Terima kasih atas panduannya.”

[ Sistem: Prince baru mempelajari kemampuan baru – Muka Tebal ]

Aku hampir saja jatuh melihat itu. Kemampuan aneh apa lagi ini?! Aku cepat-cepat melihat penjelasannya.

[ Muka Tebal: Kemampuan level 1, Karisma +5% ]

Aku benar-benar ingin pingsan. Lupakan saja, pikirku. Aku akan pergi dan naik level dulu, kalau tidak adikku itu akan tertawa sampai mati.

Aku mengendap-endap di sepanjang desa, dan tidak berani terang-terangan keluar dari gerbang utama, meloncati pagar desa, yang sebenarnya sangat pendek hampir-hampir tidak ada. Setelah bebas, aku cepat-cepat pergi ke bukit di atas desa.

Slimes pemakan manusia, aku dataaang! Hal pertama yang aku lihat adalah lusinan slimes pemakan manusia memenuhi pemandangan. Benar-benar hal bagus karena mereka tidak akan aggro[9], kalau tidak aku sudah mati karena kaget ketika mereka menyerang ke arahku, pikirku. Melihat ke arah pisau kecil di tanganku, aku menyadari kalau aku tidak ada pengalaman sama sekali tentang pertarungan langsung. Dengan perlahan aku berputar mengelilingi slime itu, menaikkan pisauku, dan menusuknya dengan sekuat-kuatnya.

[ Serangan berhasil, Slime pemakan manusia HP -5 ]

Yaaaaay! Seranganku berhasil! Oh Tuhan, aku benar-benar tersentuh, aku ternyata sangat pro dalam hal ini. Sepertinya aku punya potensi untuk menjadi Warrior! Dalam kepalaku aku melihat diriku sendiri, memakai baju putih tanpa lengan, dan pedang suci putih di tangan yang lain, dengan satu kaki di atas badan adik laki-lakiku.

Wahahaha – Aduh! Tiba-tiba sesuatu menggigit tanganku, membuatku berteriak karena sakit dan kaget.

[ Serangan Slime pemakan manusia berhasil, Prince HP -3 ]

Saat sakitnya membuatku menangis, aku mengangkat tanganku dan melihat. Oh Tuhan, banyak sekali liurnya; benar-benar menjijikkan! Kau slime sialan, tidak hanya menggigitku, kau juga berani berliur di atas tangan seorang wanita! Aku.. aku benar-benar marah! Membiarkan pisau di tanganku, aku mengangkat kakiku dan mulai menginjak-injaknya dengan penuh tekad. Injak! Injak! Injak, injak, injak!

“Siapa suruh kau berliur?! Berani-beraninya kau berliur di tanganku… Kau pasti sudah bosan hidup!” kataku dengan sangar sambil terus menginjaknya.

[ Serangan berhasil, Slime pemakan manusia HP -3 ]

[ Critical hit berhasil, Slime pemakan manusia HP -10 ]

[ Slime pemakan manusia sudah mati, Experience Points Prince naik menjadi 10/20, Prince mempelajari kemampuan baru – Tendangan Bayangan Buddha ]

Masih belum selesai menyalurkan semua kemarahanku, aku tidak membuang waktu untuk melihat kemampuan baruku. Daripada itu, melihat Slime pemakan manusia memenuhi pemandanganku dengan pisau di tangan, aku tersenyum sadis. Dasar slime sialan, aku akan mendemonstrasikan kemampuan menyiapkan makanan yang bahkan membuat mamaku takjub! Slime pemakan manusia? Wahahaha, tidak, di mataku kau bukan lagi monster, hanya setumpuk wortel!

Aku mengiris, dan mengiris, dan –

[ Serangan berhasil… Serangan berhasil… Serangan berhasil… ]

[ Prince mencapai level 2.. 3.. 4.. 5.. ]

[ Prince mempelajari kemampuan baru: Potong ]

Bukankah itu seharusnya “Iris”…? Hmm, mungkin kalau kau melebih-lebihkan gerakan mengirismu, kurasa itu memang disebut “Potong”!

[ Prince mempelajari kemampuan baru: Serangan Berkelanjutan ]

Serangan berkelanjutan? Whoa.. itu mungkin karena aku mengiris para “sayuran” ini dengan cepat!

“Wahaha! Sekarang kamu tahu rasanya takut! Kita lihat apakah kau masih berani berliur terhadapku!” teriakku sambil mengejar para slime.

[ Prince mempelajari kemampuan baru: Teriakan Menakutkan ]

Whew, capek sekali! Akhirnya merasa capek dari iris-mengiris tadi, aku duduk di atas tanah. Sambil memperhatikan tanah yang tandus dan bukit yang bebas-slime, tiba-tiba suatu pikiran melintas di benakku.

Mungkinkah aku… condong ke arah kekerasan? Oh, sudahlah, lupakan saja; toh aku sekarang seorang laki-laki. (Feng Wu Qing: Kau ini seorang tranny!)

Saat itu juga, aku menyadari bahwa banyak harta bertebaran di atas tanah dan dengan segera aku mengambilinya. Jangan bercanda untuk tidak mengambilnya! Semua barang ini bisa dijual untuk lumayan banyak uang! Melihat ke arah harta yang sudah kukumpulkan, aku melihat bahwa banyak di antaranya hanya sampah, tapi tentu saja masih ok untuk pemula sepertiku. Aku mengganti pisauku dengan yang berkekuatan attack +3, memakai sandal (defense +1), pelindung pergelangan tangan (kekuatan attack +5%), topi (defense +1), ganti memakai celana panjang dengan defense +3 (celana yang biasa elf pakai, seperti Legolas dalam The Lord of The Rings), juga memakai tambahan dua cincin dengan pertahanan magic masing-masing sebanyak +1.

Aku juga mengambil lebih dari ratusan coppers. Dari yang kudengar, makanan yang paling sederhana pun – mantou[10] – harganya mencapai 5 coppers.. Para slime pemakan manusia ini benar-benar miskin.

Berkeringat sangat banyak sambil menikmati angin sepoi-sepoi, aku menyadari bahwa aku menyukai rasanya menjadi seorang Warrior. Rasanya saaangat enak. Aku juga mulai menghargai bagusnya level kenyataan yang mencapai 99%, yang menyebabkan matahari terbenamnya tampak sangat indah. Bagaimanapun juga, level kenyataan mencapai 99% juga mempunyai sisi buruk… Seperti perutku yang berbunyi ini. Aku hanya bisa mengambil dua mantou dari paket untuk para pemula dan, sambil makan, aku bertanya-tanya apakah slime pemakan manusia itu rasanya enak…

Aku mengaktifkan menu sistem, ingin tahu apa buah dari kerja kerasku barusan.

[ Nama: Prince | Gender: Pria ]

[ Level: 8 | Ras: Elf | Kelas: Tidak ada | Reputasi: 0 | Health: 140 | Mana: 45 | Skill Points tersisa: 21 | Kekuatan: 10 | Fisik: 6 | Kecepatan: 9 | Kepintaran: 6 | Tekad: 4 | Kebijaksanaan: 5 | Karisma: 10 | Keberuntungan: Tidak diketahui | Kemampuan: Muka Tebal – Level 1, Karisma +5% / Tendangan Bayangan Buddha – Level 1, 10% kesempatan untuk melipat-tigakan kekuatan attack ketika menyerang dengan kaki (kelipatan serangan tidak termasuk kekuatan attack senjata) / Potong – Level 3, kekuatan attack +10% ketika menggunakan Potong / Serangan Berkelanjutan – Level 3, bisa menyerang berkelanjutan sampai 4 kali / Teriakan Menakutkan – Level 1, mengurangi defense musuh sebanyak 3% ]

Setelah banyak berpikir, aku menetapkan Skill Points yang ada, dan akhirnya statusku menjadi…

[ Nama: Prince | Gender: Pria ]

[ Level: 8 | Ras: Elf | Kelas: Tidak ada | Reputasi: 0 | Health: 180 | Mana: 45 | Skill Points tersisa: 0 | Kekuatan: 20 | Fisik: 10 | Kecepatan: 16 | Kepintaran: 6 | Tekad: 4 | Kebijaksanaan: 5 | Karisma: 10 | Keberuntungan: Tidak diketahui ]

Hehehe, aku akan menjadi Warrior Elf dengan banyak kekuatan dan kecepatan. Walaupun aku sudah memutuskan tidak akan takut dengan rasa sakit, tetap saja lebih baik menghindarinya, kalau mungkin. Dua level lagi sampai aku bisa memilih kelas, pikirku. Melihat ke arah slime-slime baru yang bermunculan, senyum kecil melintasi bibirku.

Tidak lama kemudian… Hehe, aku sudah mencapai level 10! Sekarang ketika akhirnya aku sudah mencapai level 10, aku merasa sangat bahagia; bisa memilih kelas dengan usahaku sendiri rasanya sangat bangga. Tidak buruk. Dengan awal seperti ini tidak akan lama sebelum aku bisa mengalahkan adik idiot itu.

Menggumamkan lagu sambil memasuki desa elf pemula melalui gerbang utama, aku hampir saja berkeliling untuk bertanya tentang pemilihan kelas ketika aku menyadari bahwa aku sudah membuat kesalahan besar… Aku memasuki desa pemula lewat gerbang utama! Oh, Tuhan…! Sekali lagi aku menemukan diriku diliputi perasaan menjadi sebuah steak, melihat lusinan serigala lapar memelototiku…

Kabur sekali lagi menuju toko obat-obatan, aku berpikir dengan sedih, Kalau saja waktu yang kuhabiskan untuk menjadi steak bisa kuhabiskan untuk menghabisi para mob, aku mungkin saja sudah menjadi salah satu dari pemain yang unggul sekarang…

“Apa yang kau lakukan?” suara seorang laki-laki datang dari belakangku. Karena saat itu aku sedang jongkok di dekat pintu, mengintip situasi di luar, aku tidak bisa melihatnya.

“Heehee! Laki-laki ini sangat lucu,” terdengar suara manis seorang wanita.. Wanita? Waah! Aku tidak mau melihat ke belakang!

“Bolehkah saya tanya obat apa yang Anda butuhkan?” suara ini adalah suara NPC yang sangat XX itu. Sepertinya aku tidak bisa bersembunyi lebih lama… Lalu, dengan kepala menunduk sangat rendah – hampir selevel dengan tanah – aku berputar balik ke arah NPC itu. “Bisakah kamu memberitahuku ke mana aku harus pergi untuk mengganti kelasku?”

“Kenapa kamu lagi? Ini adalah toko obat-obatan, bukan petunjuk buat para pemula.” Apa sih yang terjadi padamu, pikirku, sambil menyumpah-nyumpah dalam hati. Tunggu saja; kalau level ku sudah lebih tinggi, aku pasti bakal kembali dan membunuhmu sekali, dasar NPC sialan!

“Kau ingin mengganti kelasmu?” suara manis wanita itu kembali terdengar. “Kelas apa yang kau inginkan? Mungkin kami bisa membantumu!”

“Oh… Aku ingin menjadi seorang Warrior.” Dengan kepalaku masih tertunduk, aku melirik ke arah lantai. Minus NPC nya, total ada 8 pasang kaki, jadi ada 4 orang, mungkin 3 laki-laki dan 1 wanita.

“Orang aneh…” laki-laki lain berkata,

Wanita itu hanya tersenyum simpul, kelihatannya sedikit tertarik. “Apakah kamu merasa malu? Kenapa kamu menunduk begitu rendah?”

Dan bagaimana caranya aku menjelaskan kepadamu? Argh… Sebaiknya aku bertanya ke mana aku harus pergi untuk mengganti kelas, kemudian cepat-cepat kabur – Err, bukan, maksudku cepat-cepat pergi mengganti kelas. “Bisakah kau memberitahuku ke mana aku harus pergi kalau aku ingin menjadi seorang Warrior?”

“Untuk menjadi seorang Warrior, kamu harus pergi ke arah selatan alun-alun kota dan menemukan NPC yang membawa pedang dan seragam tentara,” laki-laki pertama menjawab dengan ramah. “Dia akan menyuruhmu membunuh sepuluh serigala, jadi sebaiknya kamu membawa beberapa Health Potions atau kamu harus beristirahat setelah membunuh satu serigala saja.”

“Terima kasih…” kataku sebelum cepat-cepat membeli sepuluh Health Potions dari NPC XX itu. Waaah! Hilang sudah ratusan coppers-ku, pikirku sambil memasukkan Health Potions ku ke dalam tas. Aku sudah hampir kabur ketika salah satu dari Players itu bicara lagi.

“Apakah kau tahu di mana kau bisa menemukan serigalanya? ” tanya wanita itu, terdengar prihatin. Sebelum aku sempat menjawab apapun, dia melanjutkan, “Kami baru saja akan pergi berlatih dan membunuh serigala; kenapa kamu tidak bergabung dengan kami saja? Kamu harus mengambil misinya dulu. Kami akan menunggumu di gerbang bagian barat. Jangan terlalu lama, ya!”

Aku benar-benar terharu… Dia benar-benar wanita yang sangat baik, pikirku, menanggukkan kepala dengan semangat. “Baiklah.”

Aku berjalan dengan santai ke arah alun-alun kota, menemukan NPC yang berseragam tentara, dan menerima misi untuk menjadi Warrior… Huh? Kau bertanya mengapa aku berani berjalan dengan santai ke alun-alun kota? Kenapa aku tidak takut menjadi steak? Wahahaha! Itu karena aku pergi ke penjual armor dan menjual semua sampah yang sudah kukumpulkan, dan aku menyadari mereka menjual topeng – sebenarnya topeng masquerade, yang menutupi separuh bagian atas wajahmu. Bahkan ia memilki +1 defense! Takut dikejar lagi, aku membeli satu tanpa ragu-ragu. Terima kasih Tuhan! Sekarang aku bisa bergerak dengan bebas!

Berjalan ke arah gerbang bagian barat, aku melihat 3 laki-laki dan seorang wanita menunggu di sana, jadi aku cepat-cepat melangkahkan kakiku. “Maaf, lama.”

“Tidak apa-apa. Ayo perkenalkan diri masing-masing. Aku Snow White Rose; kamu bisa memanggilku Rose saja. Aku seorang Mage,” kata Rose dengan nada yang menyenangkan.

Mempersiapkan diri, aku melihat kepadanya… Cantik! Cantik sekali! Aku sendiri sebenarnya juga cantik, tapi aku tidak bisa menyangkal kalau wajahya lebih cantik, dadanya lebih besar, pinggangnya lebih ramping, kakinya lebih panjang, dan kulitnya lebih halus… Waaah! Aku merasa seperti sebuah jamur yang tumbuh di pojokan…

Tidak apa-apa; Feng Lan, kamu sekarang seorang laki-laki (Feng Wu Qing: Berapa kali lagi aku harus mengingatkanmu: kamu ini seorang TRANNY!), jadi sebenarnya tidak ada artinya aku beresaing dengan seorang wanita.

“Legolas, Archer,” sahut pria yang paling kurus.

“Aku Strongest Elf, Kamu bisa memanggilku Li’l Strong saja.” Kamu ini apa? Kecoak? pikirku[11]. “Aku seorang Warrior; Warrior benar-benar kelas yang bagus!” kata si Strongest Elf, ekspresinya jujur dan terbuka.

“Aku For Healing Only, seorang Priest,” kata seorang cowok yang cantik dengan nada sopan.

“Aku Prince, sementara masih belum punya kelas…” jawabku dengan suara kecil.

Rose melihat ke arah topengku dengan cermat. Aku menelan ludah dengan gugup di bawah tatapannya. “Prince, kenapa kamu ingin menggunakan topeng?”

“To-topeng memberikan poin ekstra untuk defense, ‘kan?” jawabku sambil pura-pura kelihatan bingung. Heh heh! Pura-pura naif memang salah satu keahlianku… “Karena itu aku beli satu.”

“Kurasa dia hanya berusaha supaya kelihatan lebih keren,” kata Legolas, tidak puas dengan jawabanku.

Mendengar itu, aku menjaga supaya wajahku tetap kelihatan kosong dan tetap tersenyum seperti biasa. Tapi, dalam hati aku berpikir, Biasa saja aku sudah kelihatan keren, kenapa juga aku harus berusaha supaya kelihatan lebih keren?

“Ok, sekarang karena kita sudah sampai ke sarang serigala: Healing, lakukan buff[12] kepada Prince! Kita akan membantu Prince menghabisi 10 serigala itu dengan cepat supaya dia bisa cepat-cepat mengubah kelasnya,” kata Rose baik hati. Oh Tuhan, aku benar-benar terharu, waaah…! Rose, aku mau jadi adik perempuanmu. (Feng Wu Qing: …Berubah jadi wanita? Lagi?)

Setelah cowok-cantik itu menyelesaikan mantranya, aku bisa merasakan defenseku bertambah dan berkata dengan tulus, “Terima kasih.”

“Sama-sama. Ayo, pergilah dan habisi mereka!” kata cowok-cantik itu dengan sopan.

Aku mengunci tatapanku ke arah serigala yang sendirian dan merangkak mendekat, masih menghadap ke arahnya… Waaah! Serigalanya benar-benar besar dan kelihatan sangat menakutkan. Matanya yang semerah darah sudah tertancap padaku dan bibirnya melengkung ke belankang, menunjukkan taring-taringnya yang tajam. Tapi yang paling menakutkan adalah, dia berliur

Habis sudah, pikirku, otakku mati. Aku lebih baik mengiris para slime – bagaimanapun juga mereka masih kelihatan seperti buah yang didinginkan – tapi serigala ini… Aku tidak pernah menggunakan pisau dapur untuk mengiris sesuatu yang masih hidup, apa yang harus kulakukan sekarang? Aaaaah!

Serigala itu melompat ke arahku, bersamaan dengan itu datang juga mulut penuh liur dan taring-taring yang tajam.

Tidaaaaak! Aku berbalik arah… dan lari!

“Prince, apa yang kau lakukan? Cepatlah berbalik dan lawan dia. Jangan khawatir, For Healing Only cukup hebat, dia akan menyembuhkanmu,” teriak Rose.

Bukan itu masalahnya, teriakku dalam hati, a-aku tidak mau – aku tidak mau digigit oleh mulut serigala yang menakutkan dan menjijikkan itu!

“Apa sih yang sedang dia lakukan…?” tanya Legolas, ekspresinya dingin.

“Itu… aku juga tidak terlalu mengerti!” jawab Li’l Strong, jelas-jelas terkejut ketika dia melihatku kabur dengan kecepatan tinggi. “Tapi kecepatannya benar-benar tinggi, sampai-sampai dia bisa melebihi kecepatan seekor serigala walaupun dia baru level sepuluh.”

“Aaaah…” Berlari terlalu cepat, dengan ceroboh aku tersandung batu dan jatuh. Tingkat kenyataan 99% sialan itu… Dan saat pikiran itu melintas, serigala itu melompat ke arahku dan dengan kejam menggigit tangan kiriku.

[ Sistem: Prince HP -30 ]

Owww! Waaah! Banyak, banyak sekali liurnya, menjijikkan! Setelah itu, si serigala tiba-tiba membuka rahangnya dan sudah berniat menggigit putus kepalaku ketika liurnya… Liurnya menetes di atas wajahku

TIDAK BISA DIMAAFKAN!

Twak! Sepertinya ada suara benang yang putus di kepalaku – benang yang disebut akal sehat.

Aku marah! Aku marah! Aku BENAR-BENAR marah! Tepat saat itu, aku ingat kapanpun mama membunuh seekor ayam, dia pasti memegang bagian leher, kemudian… Heh heh heh!

“Prince, cepat lari! Kalau kamu menerima serangannya yang ini, kamu pasti mati!” Rose dan yang lain sudah menjadi pucat dan sedang buru-buru lari ke arahku. Sayangnya, jarak di antara kita terlalu jauh.

Tanpa ragu-ragu, aku menggenggam pisau di tanganku dengan erat dan mengayunkannya dari kanan ke kiri kuat-kuat, dengan brutal memotong setengah bagian atas tengkoraknya, memisahkan otak dengan badannya.

[ Sistem: Critical hit, Serigala sudah mati, Experience Points Prince naik menjadi 100/2000, Prince mendapatkan barang untuk misi: Taring Serigala x1 ]

Terjebak di antara tubuh serigala yang baru saja kupotong, aku ternoda oleh darah serigala dari atas sampai bawah… Darah hangat – dengan bau seperti tembaga – mengalir di mana-mana, menodai bajuku dan mengering di atas kulitku.

Menakutkan sekali! Berusaha supaya tidak menangis, pikiranku hanya dipenuhi dua kata ini saja.

Pertanyaan: Pikirmu, apa yang akan terjadi terhadap orang yang ketakutan setengah mati? Jawaban: Akal sehat mereka akan hilang!

Perlahan, aku bangkit kembali, menggenggam pisauku lebih erat, dan melihat para serigala di sepanjang sungai.

Jangan takut, pikirku, mereka tidak terlalu berbeda dari ayam, bebek, ikan, atau macam daging yang lain, jadi mereka bukan masalah bagi seseorang dengan pengalaman memasak yang cukup. Ayo! Saatnya memasak… Dengan sorot mata buas, aku bergerak menuju serigala terdekat.

Dan ketika aku berpikir bagaimana caranya membunuh serigala ini, aku kepikiran tentang skill ‘Tendangan Bayangan Buddha’ dan ‘Serangan Berkelanjutan’, juga game fighting PS13 yang baru-baru ini aku mainkan dengan adikku. Kombinasikan tiga hal ini, apa yang akan kau dapatkan?

Memasang target pada tenggorokan serigala itu, aku ingat, tendang ke atas, kemudian tendang dari samping. Setelah itu, tendangan berputar, dan akhirnya tendang lagi ke arah tanah dengan tumitku. Aneh, kenapa tiba-tiba aku merasa seperti Chun Li[13]…?

[ Sistem: Serangan Tendangan Bayangan Buddha berhasil ]

[ Serangan berkelanjutan berhasil ]

[ Serigala HP -30 ]

Masih belum mati juga? Aku mengangkat pisauku dan, menggenggamnya dengan kedua tangan, menusukkannya tepat ke kepala serigala yang mati itu.

[ Serigala sudah mati, Experience Points Prince naik menjadi 200/2000, Prince mendapatkan barang untuk misi: Taring Serigala x1 ]

[ Kemampuan: Tendangan Bayangan Buddha naik level – Level 2, 10% kesempatan untuk melipat-tigakan kekuatan attack ketika menyerang dengan kaki (kelipatan serangan tidak termasuk kekuatan attack senjata), kekuatan attack +20 / Serangan Berkelanjutan naik level – Level 4, bisa menyerang berkelanjutan sampai 5 kali ]

“Ya Tuhan, hanya dengan kakinya saja…” Li’l Strong melihatku lagi dengan terkejut, kekaguman tampak di matanya.

“Tidak bisa dipercaya…” Legolas bergumam dengan sudut bibirnya melengkung agak aneh.

“Kenapa rasanya aku teringat oleh gerakan suatu karakter dari game fighting…” Si cowok-cantik, For Healing Only, berkata dengan senyum orang yang tahu.

“Keren sekali…” gumam Rose, yang membuatku bergidik saat dia bicara.

Semua tendangan tadi sudah membuatku sangat capek, dan kemudian aku teringat dengan caraku memotong ikan: Yang harus kulakukan hanyalah memotong perutnya dan organ dalam mereka akan berkeliaran keluar. Dengan itu, aku tersenyum kecil dan bergerak menuju serigala berikutnya.

Seperti sebelumnya, aku menendangnya ke atas, dan menebas ke atas dengan mulus, menggambar sebuah busur di udara dengan pisauku. Aku melihat bahwa tanahnya ternoda oleh benda-benda berwarna merah dan putih, dan aku berpikir, Mungkinkah usus serigala lebih enak daripada usus babi?[14] Masih penasaran, aku bergerak menuju serigala berikutnya.

(Ketika nantinya aku melihat ke sejarah pertarunganku, aku juga terkagum-kagum. Second Life, game dengan tingkat kenyataan 99%, memungkinkan semua orang – dengan kecepatan dan prediksi yang tepat – untuk menghabisi lawan mereka tanpa menitikkan setitik darah pun. Cara ini berpengaruh besar terhadap cara bertarungku nantinya.)

Ketika sampai di tahap ini, Rose sudah tidak berani untuk melihat ke arahku. Sebenarnya, dia sudah menutup matanya sejak aku berhasil membunuh serigala pertamaku. Sementara itu, wajah yang lain sudah sepucat kertas sambil melihatku menyiapkan makanan – uh, bukan, maksudku membunuh para mob itu.

(Feng Wu Qing: Moral dari pelajaran ini adalah, jangan, jangan pernah membuat seorang wanita marah, terutama wanita yang punya banyak pengalaman di dapur, atau kau akan mengalami nasib yang sama dengan sayuran yang tidak berdosa itu…)

[ Ding! Sistem: Prince sudah mencapai level 11! ]

Aku sudah naik level? Kenapa cepat sekali? Aku melihat ke dalam tasku dan melihat kalau aku sudah mendapatkan 10 taring serigala. Wahaha, akhirnya aku bisa mengganti kelasku, yipii! Aku berjalan kembali ke arah Rose dan teman-temannya dengan senang hati.

Whew, memasak benar-benar tugas yang sangat melelahkan! Rasanya capek sekali sampai-sampai langkahku terasa tidak mantap. Kemudian, aku berteriak ke arah Rose, “Rose, misiku sudah selesai.”

Dengan perlahan, Rose menurunkan tangan yang menutupi matanya. Dia menatapku, lidahnya terkunci, melihat ke arah tubuh-tubuh yang tercabik di mana-mana, sungai yang ternoda oleh darah, tanah yang tertutup benda-benda berwarna merah dan putih, dan seorang elf yang tertutup darah dari atas sampai bawah – aku – memegang pisau di tangan kanan dan perlahan bergerak ke arah mereka.

Blood…Elf!” Rose setengah berteriak dengan suara bergetar.

Nantinya, ketika namaku sudah terkenal, aku mempunyai banyak nama panggilan, tapi hanya ada dua nama yang diketahui sangat luas. Mereka adalah ‘Prince yang super-duper tampan’ dan…. ‘Blood Elf’.

Setelah mengucapkan selamat tinggal ke arah Rose dan teman-temannya, aku berjalan kembali ke arah desa untuk mengganti kelasku. Begitu masuk desa, aku buru-buru mencari NPC untuk mengganti kelas Warrior itu. “Paman, aku sudah mendapatkan 10 taring serigala. Bisakah aku mengganti kelasku sekarang?”

“Wah, cepat sekali! Seperti yang mereka bilang, Yangtze berdiam di tiap ombak baru, pantai menjadi kuburan bagi para ombak…[15] Melihat Paman akan mulai berceramah, aku cepat-cepat memotongnya.

“Ya, Ya, Ya, Paman benar seperti biasa. Tapi bisakah Paman membantu mengubah kelasku sekarang?”

“Baiklah, baiklah! Dasar anak muda jaman sekarang…” Sambil menggerutu terus, Paman NPC itu mengambil taring-taring serigala yang sudah kukumpulkan.

Tiba-tiba, sinar putih melingkupiku dan aku mendengar suara sistem berbicara.

[ Ding! Sistem: Prince berhasil mengganti kelasnya menjadi Warrior ]

Aku cepat-cepat memanggil, “Sistem.”

[ Nama: Prince | Gender: Pria ]

[ Level: 11 | Ras: Elf | Kelas: Warrior | Reputasi: 0 | Health: 450 | Mana: 100 | Skill Points tersisa: 0 | Kekuatan: 25 | Fisik: 12 | Kecepatan: 21 | Kepintaran: 6 | Tekad: 4 | Kebijaksanaan: 5 | Karisma: 10 | Keberuntungan: Tidak diketahui ]

“Teman kecil, seperti peraturan yang ada, kamu mendapatkan senjata gratis dan juga tiga kemampuan secara gratis!” kata Paman NPC itu melanjutkan. “Untuk senjatanya, kamu bisa memilih antara dagger, dao[16], rapier, pedang, kapak, dll. Hanya takdir yang memutuskan apakah kamu akan mendapat barang yang bagus atau tidak.

“Ada 10 kemampuan yang bisa kamu pilih. Skill pasif meliputi Serangan Berkelanjutan, Kekuatan Tambahan, Peningkatan Defense, Kegesitan, dan Perpanjangan HP. Skill ofensif meliputi Dentuman Berat (untuk senjata yang dipegang dengan kedua tangan saja, memakan 20 mana), Inferno Slash (untuk senjata yang dipegang dengan satu tangan saja, memakan 20 mana), Dentuman Fatal (untuk senjata-senjata yang kecil saja, memakan 20 mana), Tekad yang Membara (memakan 80 mana, kekuatan attack +100%, bertahan sampai 20 menit), dan Dinding Tak Tertembus (memakan 80 mana, defense +100%, bertahan sampai 20 menit).”

“Senjata… Pisau dapur?” kataku dengan suara kecil.

“Hah?” tanya Paman NPC itu kebingungan.

“Uh, dao.” Walaupun aku merasa lebih nyaman dengan pisau dapur… Demi menjaga imageku yang sempurna, aku memutuskan untuk mengorbankan keinginanku dan memilih dao.

“Seorang elf yang memgang sebuah dao benar-benar pemandangan yang langka. Sudah; dao nya sudah ada di Inventory mu.”

Mendengar itu, aku cepat-cepat membuka tasku, dan dengan perlahan mengeluarkan dao hitam. Mengapa aku menyebutnya dao hitam? Apakah karena sarung dan pegangannya juga berwarna hitam? Bukan, alasan sebenarnya adalah karena di sarung pedangnya tertulis dua kata dalam warna emas: Dao Hitam.

Aku berpikir tentang para pejuang di masa lalu, yang dalam waktu-waktu tertentu dengan perlahan mengeluarkan pedang mereka dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Di bawah sinar matahari, mata pedang yang berkilauan akan memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan. Keren sekali! Dengan pikiran itu, aku juga, dengan perlahan melepaskan sarung pedang, tetapi setelah aku mengeluarkan mata pedangnya, aku menemukan bahwa dao ini…yang sebenarnya tidak bisa dipercaya…hitam. Bahkan mata pedangnya juga hitam!

Dasar *****, bagaimana mungkin aku bisa memantulkan cahaya matahari dengan ini? GAAAH, ini benar-benar menghilangkan kesempatanku untuk kelihatan keren, sialan! Aku menyimpan kembali dao ku, jengkel.

“Hei, teman kecil, sudahkah kau putuskan mau memiliki kemampuan apa?”

“Tunggu, tunggu, biarkan aku berpikir!” Aku ingin mempelajari Kekuatan Tambahan, Kegesitan, Perpanjangan HP, dan Inferno Slash, tapi aku hanya bisa memilih tiga! Benar-benar merepotkan, pikirku, mengerutkan alisku. “Kurasa aku akan memilih Kekuatan Tambahan, Kegesitan, dan Inferno Slash.” Bagaimanapun juga aku belum pernah mati ketika melawan serigala-serigala itu bersama Rose dan teman-temannya. Dengan kecepatanku menghabisi para mob ini sekarang, HP ku seharusnya cukup untuk sekarang ini.

[ Ding! Sistem: Prince mempelajari 3 kemampuan baru: Kekuatan Tambahan – Level 1, Kekuatan +5% / Kegesitan – Level 1, Kecepatan +5% – Inferno Slash – Level 1 ]

[ Sistem: Game mendapatkan gangguan dari luar; membutuhkan konfirmasi dari Player untuk log off ]

Ada apa ini? pikirku penasaran. Lebih baik aku log off dan melihat apa masalahnya.

Tepat saat aku melepaskan helm game ku, aku mendengar teriakan kesal adik laki-lakiku. “GAAAH! Kakak, kapan kau akan mulai memasak? Ini sudah jam 9 malam. Apakah kamu mau aku meninggal karena kelaparan?!”

Aku harus menjelaskan kalau saat ini kami sedang liburan musim panas. Orang tuaku sudah pergi untuk berlibur, meninggalkan aku dan adikku untuk mengurus diri kami sendiri. Dan, kalau-kalau pertanyaan ini bakal muncul, aku lebih memilih untuk makan Slime pemakan manusia daripada apapun yang dimasak oleh adikku itu, dan kurasa dia berpendapat sama. Jadi, tentu saja urusan masak-memasak tiga kali sehari jatuh ke pundakku.

“Ok, aku akan mulai memasak mie!”

Dua puluh menit kemudian, aku duduk berseberangan dengan adikku dan sambil makan kami mulai mendiskusikan game itu.

“Kakak, aku sudah level 15! Kamu sudah level berapa?” Dasar Yang Ming sialan, beraninya memprovokasiku setelah mendapatkan mienya…

Dengan enggan, aku menjawab, “Aku sudah level 11, tapi aku berlatih seorang diri selama ini…”

Dia tertawa. “Seperti sudah kubilang, mustahil bagimu untuk lebih cepat naik level daripada diriku!”

“Cih, kalau bukan karena aku terlalu ganteng, kamu tidak mungkin bisa lebih cepat naik level daripadaku!”

“Hah? Terlalu ganteng? Kau ini ngomongin apa sih?” tanya adikku bingung.

Lalu, aku menceritakannya seluruh kejadian… dan kena marah lagi! Waaah!

“Apa kau ini idiot? Kau punya satu kesempatan, dan kau menggunakannya hanya untuk mengubah gender? Sejujurnya, kau bisa minta senjata dewa, atau mungkin peliharaan dewa, atau Skill Points lebih, tapi tidaaak, kamu menggunakannya untuk menjadi seorang tranny!” sembur adikku, ekspresinya kecewa.

“Hei, kau seharusnya melihat dari sisi seperti ini: cepat atau lambat akan ada seseorang yang mempunyai senjata dewa atau peliharaan dewa, dan siapa pun bisa dapat Skill Points kalau mereka naik level, tapi tidak akan ada tranny lain selain diriku!” jawabku sambil tertawa.

“…Huh, aku tidak bisa berdebat denganmu.” Wajah adikku masih seperti wajah orang sedih. Aku bertaruh, pasti dia berharap dia yang mendapatkan satu kesempatan itu…

“Siapa namamu? Aku akan PM kamu begitu aku log on.”

“Tidak akan kuberitahu.”

“Kenapa tidak?”

“Karena kau akan menggunakannya untuk menerorku… Misalnya, kalau aku menolak memasak untukmu, kau mungkin akan menakutiku untuk mengumbar identitasku sebagai trans-gender, dan seterusnya, dan seterusnya.” Aku mengenalmu terlalu baik, bro.

“Bagaimana kau bisa menebak – Ah, bukan, bagaimana mungkin kau bisa tidak mempercayai adikmu sampai seperti itu?!”

Adik bodoh, memasang tampang sedih seperti itu, cih! Kau mungkin bisa menipu para cewek naif itu untuk jatuh cinta padamu, tapi berusaha untuk menipu kakak yang sudah mengetahuimu selama 19 tahun? Lupakan saja!

“Hmph!”

“Ok! Lupakan saja kalau aku bertanya.” Feng Yang Ming membuat hidung babi ke arahku; sepertinya rencananya untuk menerorku sudah gagal.

“Cuci mangkok-mangkoknya begitu kau selesai, atau kau tidak akan mendapatkan sarapan besok!”

“Apa kau mau main Second Life lagi?”

“Tidak, aku akan main ’King of Fighters 100’ di PS13 milikmu.” Aku akan melakukan penelitian, supaya aku bisa mengembangkan lebih banyak jurus dan menjadi Chun Li sejati.

Adikku menatap ke arahku tidak percaya. Dia hanya melongo saat aku benar-benar mengeluarkan PS13nya dan mulai bermain, dan bergumam, “Aneh… Sejak kapan kakak suka main game fighting? Biasanya dia main hanya karena aku tidak bisa menemukan orang lain untuk main bersama, jadi dia terpaksa main juga.”

Setelah bereksperimen selama 2 jam sebagai “Chun Li”, dengan PD aku kembali ke dalam Second Life, berencana untuk naik level seperti orang gila. Heh heh, tunggu saja adik bodoh. Aku akan dengan cepat menyusul levelmu dan kta lihat nanti, apa kau masih berani menertawaiku! Saatnya pergi dan memasak beberapa serigala – ah, bukan, membunuh beberapa serigala maksudku…

Tapi, begitu aku berniat keluar dari gerbang barat, tiba-tiba aku merasakan sakit yang luar biasa dari kepalaku dan aku mulai melihat bintang-bintang.

[ Sistem: Prince berhasil diserang oleh Player Lolidragon, Prince HP -5 ]

Huh? Lolidragon… Gila, GM itu sedang menghajar orang-orang! Aku akan komplain! Sialnya, sebelum aku sempat berbicara apapun, Lolidragon sudah berteriak kencang-kencang ke arahku.

“Aku sudah bilang padamu untuk PM aku, tapi tidaaak, kau kelupaan, akhirnya memaksaku untuk mencarimu ke mana-mana – dan kenapa juga kau menggunakan topeng bodoh itu? Kalau bukan karena kita sudah berdebat selama dua jam, memutuskan rambutmu dan tinggi badanmu, aku tidak akan pernah mengenalimu!”

Aku berputar untuk melihat ke arah Lolidragon, dan mendapati diriku melihat ke arah seorang super-duper cantik memakai pakaian untuk pemula dan sama sekali tidak kelihatan seperti seorang GM. Aku pun penasaran, Kenapa para GM kelihatan biasa-biasa saja? Kalau mereka kelihatan biasa seperti ini, bagaimana caranya membedakan mereka dengan para Player?

“Lolidragon, kenapa kau berpakaian seperti ini? Bukankah kau ini seorang G–” Tanpa menungguku menyelesaikan kata-kataku, Lolidragon cepat-cepat menutup mulutku dan menyeretku ke hutan terdekat. Oh Tuhan, apa yang mau kau lakukan?!

“Shh! Apa kau ini berusaha untuk memberitahu seluruh dunia kalau aku ini GM?” sembur Lolidragon.

Seorang GM yang takut dikenali sebagai GM? Situasi macam apa ini? Kepalaku dipenuhi berbagai macam pertanyaan.

“Dengarkan. Aku ini sebenarnya GM tersembunyi!” Lolidragon, tahu kalau aku pasti belum liat ke website mereka, mulai menjelaskan dengan detail.

“GM tersembunyi biasanya tidak jauh berbeda dengan para Player biasa, kecuali kami punya tugas penting: Kami harus melaporkan semua kelemahan dalam game – komplain para player, bugs, dll. – waktu kami bermain. Lagipula, karena kami akan bergabung dengan para player, biasanya kami bisa menemukan berbagai macam hal yang tidak bisa ditemukan GM biasa.”

“Tapi bukankah itu sangat tidak adil?” protesku. Kalau begitu, bukankah para pemain kelas atas semuanya adalah GM tersembunyi?

“Andai saja. Kami memang GM tersembunyi, tapi perusahaan tidak memberikan kami perlakuan spesial, jadi kami hanya seperti Player normal saja.” kata Lolidragon sambil memukul kepalaku lagi.

“Oh…” Aku mengerti. Jadi, Lolidragon tidak jauh berbeda dari Player lainnya, hahaha. Kalau begitu aku tidak perlu takut untuk tidak menyinggungnya, heh heh heh!

“Kalau begitu apa urusanmu denganku?”

Nada bicara Lolidragon tiba-tiba menjadi genit. “Tentu saja – untuk meminta orang ganteng sepertimu pergi berlatih denganku!” Berjalan mendekatiku sambil berbicara, dia bahkan dengan ringan menggambar lingkaran di atas dadaku.

Waaah, aku diganggu secara seksual oleh seorang GM! Aku cepat-cepat mundur beberapa langkah dan bersembunyi di belakang pohon.

Lolidragon mendecakkan lidah. “Ok, ok. Melihat bagaimana kau diliputi trauma, kurasa kau begitu ketakutan setelah dikejar para wanita… sampai-sampai kau memakai topeng!”

Mendengar itu, kepalaku maju ke depan dan aku langsung menceritakan seluruh ceritaku yang menyedihkan tentang pertemuan sebagai sebuah steak. Lolidragon hanya tertawa tanpa belas kasihan dari awal sampai akhir. Kelakuan macam apa ini? tanyaku pahit.

Melihat betapa stresnya diriku, Lolidragon cepat-cepat berkata, “Tidak usah khawatir. Sekarang karena aku ada di sampingmu, aku akan membantu melindungimu dari para kupu-kupu gila itu dan melindungi masa depanmu!”

… Lalu kenapa aku merasa bahwa bersamamu lebih membahayakan masa depanku daripada apapun?

“Ditambah lagi, walaupun aku tidak punya otoritas spesial apapun, aku saaangat familier dengan game ini. Kamu bisa bertanya apa saja kepadaku,” tambah Lolidragon dengan ekspresi bangga.

Aku memutar mataku. Lagipula, aku juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyingkirkannya. “Baiklah, ayo latihan bersama.”

“Yaaay!” Lolidragon teriak-teriak kegirangan. Apakah ini sesuatu yang perlu disoraki? pikirku.

“Ayo! Ayo!” kata Lolidragon bersemangat. Dia memegang lenganku dan menarikku berjalan bersamanya.

“Jalan saja, jangan memegang lenganku!” Wajahku sudah berubah pucat.

“H-hei! Jangan menggambar lingkaran di atas dadaku dengan jarimu!”

“Ah! Stop menghembuskan napasmu ke telingaku!”

“Kalau kau menyentuh pantatku lagi, aku akan membunuhmu!”

Waah! Masa depanku dalam bahaya besar! Bisakah seseorang datang dan membebaskanku dari wanita mesum ini?!

Catatan Kaki

[1] MMO: MMO merupakan singkatan dari “Massively Multiplayer Online” dan merujuk ke arah video games yang mampu menangani jumlah banyak player dalam satu waktu. Biasanya game macam ini dimainkan melalui internet. Salah satu sub-kategori dari MMO adalah MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Game). Second Life adalah MMORPG.

[2] Reroll: Bahasa para gamer yang berarti mulai memainkan sebuah karakter dari awal; kadang-kadang bisa terjadi pengubahan kelas (contoh: dari seorang Mage menjadi seorang Priest) atau perubahan elemen (contoh: dari Mage dengan elemen Fire/Api menjadi Mage dengan elemen Frost/Es).

[3] Power-level: Bahasa para gamer yang berarti karakter dengan level lebih tinggi membantu para karakter dengan level lebih rendah untuk naik level berkali-kali dengan membantu mereka melewati misi, area, pertarungan, gua, dll.

[4] Mob: Kependekan dari “mobile object”, yang merupakan bahasa gamer untuk barang-barang yang bukan Player dan bisa dibunuh untuk mendapatkan Experience Points, menyelesaikan misi, dll. Biasanya bisa digunakan untuk menyebut kata “monster”.

[5] Scroll of Recall: Dalam hal ini, merupakan suatu benda (scroll) yang bisa digunakan oleh Player untuk pindah ke suatu kota atau tempat yang aman. Dalam WoW (World od Warcraft) bisa disamakan dengan Hearthstone atau mantra teleportasi milik seorang Mage/Shaman.

[6] Non-player Character (NPC): Dalam MMO, NPC biasanya merujuk kepada karakter-karakter yang tidak dikendalikan oleh Player, yang biasanya bersikap netral atau merupakan sekutu dari para Player.

[7] Game Master (GM): Sebutan lama, biasanya digunakan dalam RPG seperti DD, juga dalam MMORPG seperti WoW. Dalam skenario pertama, GM merujuk kepada orang-orang yang mengatur skenario game sehingga semua skenario para Player juga menyambung dengan harmonis (di antara banyak hal lain). Dalam skenario akhir, GM juga memainkan peran yang sama, hanya dalam kapasitas berbeda; mereka hanya berperan dalam penanganan bugs/error, komplain para Player, mengatasi spam dalam perdagangangan dan channel yang lain, dll. GM juga dikatakan mempunyai akses menuju senjata-senjata rahasia, tempat-tempat rahasia, dll.

[8] PM: Ini merupakan singkatan dari “Private Message” dalam MMO; me-“PM” seseorang berarti mengirimi mereka pesan dari channel pesan pribadi.

[9] Aggro: Hampir dalam tiap RPG, mob (monster) biasanya menyerang Player jika Player berada dalam jarak pandang atau dalam jarak tertentu (kecuali level Player nya jauh di atas level mob); “melakukan aggro” merujuk ke gerakan mendekati para mob cukup dekat untuk menyebabkan mob menyerang lebih dulu. Tapi, untuk melindungi para pemula, mob-mob paling awal (dalam kasus Prince, Slime pemakan manusia) tidak akan menyerang Player kecuali mereka diserang lebih dulu.

[10] Mantou: Bakpau China yang tidak ada isinya.

[11] Li’l Strong: Dalam bahasa Mandarin, nama ini ditulis “小強” (baca: xiǎo qiǎng) – yang juga bisa diartikan sebagai kecoak.

[12] Buff: Sebuah Skill atau mantra yang meningkatkan status karakter atau mempunyai efek yang menguntungkan bagi karakter dan biasanya hanya bertahan beberapa lama. “Melakukan buff” berarti seorang karakter akan menggunakan skill atau mantra tersebut kepada diri mereka dan anggota tim yang lain, biasanya sebagai persiapan sebelum memulai pertarungan.

[13] Chun Li: Karakter perempuan yang terkenal dalam serial game fighting “Tendangan Bayangan Buddha”. Dia memakai pakaian seperti cheong sam (atau qi pao) dan menguncir rambutnya menjadi dua bulatan. Dia sangat lemah dalam pertarungan menggunakan tangan, tetapi serangan kakinya (atau tendangannya) cukup kuat, dan serangan khasnya adalah Lightning Kick. Dia juga merupakan karakter wanita pertama yang bisa dimainkan dalam game fighting (karena itu biasanya wanita memilihnya waktu memainkan Tendangan Bayangan Buddha).

[14] Usus babi: Merasa jijik? Jangan. Usus babi merupakan salah satu makan yang populer di China – yang mereka lakukan, tentu saja, adalah membersihkan semua benda yang lengket-lengket itu dan merebusnya (seperti bebek rebus), biasanya dengan banyak kecap, irisan daging babi, tahu, irisan perut babi, liver babi, dan dalam beberapa masakan, kulit babi… Kedengarannya sangat menjijikkan, tetapi kamu akan mengerti kalau kamu mendapatkan kesempatan untuk memakannya.

[15] Yangtze berdiam di tiap ombak baru, pantai menjadi kuburan bagi ombak: dalam bahasa Mandarin, “长江后浪推前浪,前朗斯在沙滩上” (baca: cháng jiāng hòu làng tuī qián làng, qián làng sǐ zài shā tān shàng) dan kalau diterjemahkan sebenarnya artinya menjadi “Dalam Yangtze, ombak di belakang biasanya mendorong ombak di depan, sehingga ombak yang di depan mati di tepi pantai”. Peribahasa ini berarti generasi berikutnya akan melebihi generasi sebelumnya/nenek moyang mereka. Catatan: peribahasa dalam buku ini bukanlah versi aslinya. Separuh dari peribahasa aslinya telah diubah untuk memberikan kesan komikal dan nada yang lebih pas dalam buku.

[16] Dao: Dao merupakan tipe pedang yang muncul dominan dalam kebudayaan China. Mereka merupakan pedang bermata satu dan mempunyai mata pedang yang agak lebar, sehingga kadang-kadang mirip dengan pisau dapur (jadi kamu bisa mengetahui alasan Prince memilih senjata ini). Walaupun mereka mirip dengan pedang saber, pangkal pedang mereka agak berbeda (dari sekian banyak perbedaan). Untuk contoh manga tentang dao, silahkan melihat ke dao milik Ling Yao dalam Fullmetal Alchemist. Untuk informasi lebih lanjut tentang dao, silahkan mengecek Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Dao