The Legend of Sun Knight V1C4: “Kemampuan Seseorang untuk Memulihkan Diri Harus Lebih Baik dari Bagus”

Legenda Kesatria Surya Volume 1: Sebuah Perkenalan Teori Kesatria Surya

Novel asli oleh: 御我 (Yu Wo)


Peraturan Keempat Kesatria Surya: “Kemampuan Seseorang untuk Memulihkan Diri Harus Lebih Baik dari Bagus” – diterjemahkan oleh amusement

Sebagai akibat dari kehilangan apa yang terlihat seperti segalon darah, libur tiga hariku dengan sukses berhasil diperpanjang menjadi seminggu. Kudengar, awalnya Leaf bahkan berniat untuk membantuku memperpanjangnya menjadi satu bulan, tapi sayangnya sang Pope sepertinya mempunyai misi untuk kukerjakan, jadi usahanya gagal. Ah! Leaf, kau memang orang yang baik!

Aku menuang susu asam ke dalam baskom berisi gumpalan tepung dengan satu tangan dan menggunakan tangan lainnya untuk mengaduk adonan itu dengan sarung Divine Sun Sword. Harus kuakui, sarung Divine Sun Sword memang sangat berguna. Karena sarung itu hampir sepenuhnya terbuat dari emas, benda itu dijamin tidak akan berkarat, tidak peduli apakah dia digunakan untuk mengaduk adonan masker atau mengaduk wine apelku.

Tidak hanya sarungnya tidak akan kotor sesudah dipakai mengaduk, dia bahkan akan menjadi lebih berkilau kalau kau menyekanya dengan kain!

Hmm, sepertinya maskernya hampir jadi. Seharusnya aku sudah bisa mulai melumuri tubuhku dengan itu. Setelah berkelahi selama itu kemarin, ditambah fakta kalau aku pingsan karena kehilangan terlalu banyak darah, aku tidak sempat memakai masker kemarin. Waktu aku bangun pagi ini dan berkaca, aku hampir pingsan di tempat; kulitku sudah berubah warna dari warna purih susu menjadi warna madu!

Oh dewa! Sepertinya aku tidak akan bisa memperbaiki kulit mulusku jika aku tidak memakai masker selama seminggu.

“S-Sun! Apa yang kau lakukan?” tiba-tiba Leaf Knight membuka pintu kamarku dan lalu memelototiku dengan mulut menganga.

Aku baru selesai membuat masker dan sedang akan melumuri tubuhku dengan itu… Pikirku datar, dengan segumpal masker di satu tangan.

Sial! Aku lupa mengunci pintu. Dan Leaf hanya perlu memilih waktu yang sama untuk lupa mengetuk pintu!

Tidak apa, tidak apa! Aku hanya sedang akan melumuri tubuhku dengan masker; aku belum benar-benar memakainya Jika tidak, kalau Leaf melihatku saat aku terlihat seperti makhluk undead yang sedang membusuk, sangat mungkin jika dia akan membawaku kepada teman baikku Judgment Knight, yang akan menginterogasiku untuk mengetahui apakah aku sedang kerasukan.

“Kenapa kamu tidak di tempat tidur? Setelah kehilangan begitu banyak darah, kau seharusnya istirahat di ranjang!”

Leaf menghampiriku dengan cepat dan memaksaku tiduran di ranjang dengan satu tangan, lalu menutupiku dengan selimut.

Aku memutar mataku. Hei, hei! Masih ada segumpal masker di tanganku, tahu!

“Sun, untuk apa kau memegang adonan tepung itu?” setelah menyelimutiku, Leaf sekarang tengah menatap heran ke arah tangan kananku, yang telah kujauhkan dari selimut.

Leaf masih memelototi masker itu sambil berpikir keras selama beberapa menit (meskipun dia kelihatan seperti sedang bengong), lalu menoleh ke arahku sambil tersenyum. “Aku tahu! Kamu lapar, kan?”

…Bagaimana bisa kau mengambil kesimpulan itu? Apakah adonan tepung mentah terlihat seperti makanan bagimu?

“Kamu bakal sakit kalau makan itu.”

Leaf memberiku tatapan yang agak mencela sambil mengambil gumpalan masker itu dari tangan kananku, melemparkannya ke baskom tempat aku mengaduk masker itu, lalu mengangkat baskomnya. ketka dia berjalan ke pintu, dia menoleh sambil tersenyum dan berkata, “Aku akan mengambilkan sesuatu untukmu dari dapur.”

Hei, hei! Aku tidak ada masalah dengan niatmu mengambilkan makanan, tapi kemana kau akan membawa maskerku?

Sebaskom masker itu setara dengan gajiku selama lima hari. Aku berencana untuk memakainya selama seminggu penuh!

Leaf melangkah ke pintu dan menariknya hingga terbuka, hanya untuk dikejutkan oleh orang yang sedang berdiri tepat di depan pintu. Baskom itu terlepas dari tangannya dan mulai jatuh…

Maskerku yang menyita gajiku selama lima hari! Aku melompat dari kasur, tapi aku tidak mungkin menyelamatkan gajiku tepat pada waktunya…

Thump!

Orang yang berdiri di depan pintu itu menangkap gajiku dengan tenang dengan sebelah tangan. Seluruh keberadaannya persis seperti awan kelabu yang menyampaikan kabar buruk, karena tidak hanya rambut, mata, dan pakaiannya yang hitam, namun bahkan atmosfer yang menyelubunginya terasa gelap dan suram. Orang ini tidak lain tidak bukan adalah orang yang menanamkan rasa takut kepada orang-orang melihatnya, seseorang yang bahkan hantu pun akan kabur melihatnya: sang Judgment Knight.

“Knight-Captain Judgment1, apakah kau ada urusan dengan Sun?” Leaf Knight bertanya dengan waspada.

Aku hampir saja lupa mengatakannya, Judgment Knight adalah “teman baikku yang bukan temanku”, sesuatu yang hanya diketahui kami berdua. Di permukaan, hubungan kami masih seperti minyak dan air.

Terlebih lagi, sepertinya di antara anggota fraksi “lembut dan baik hati” dan fraksi “kejam dan berhati dingin”, hubungan kami adalah salah satu yang paling baik; semua kesatria lain benar-benar tidak menyukai fraksi yang berlawanan. Jelas, indoktrinasi dari kuil waktu kami kecil sangat sukses.

Wajah dingin Judgment tanpa ekspresi, auranya terasa mengancam bahkan ketika dia tidak melakukan apapun. Dengan suara beratnya yang unik – yang telah membuat entah berapa banyak kriminal takut setengah mati – dia berkata, “Aku disini untuk menyampaikan misi dari Pope.”

Orang yang baik hati seperti Leaf tidak mungkin menang melawan aura Judgment Knight, jadi dia berbalik dan menatapku sambil tersenyum ragu. “Sun…”

Melonpat dari tempat tidur terlalu cepat telah membuatku agak pusing, jadi dengan anggun dan perlahan, aku duduk di ranjangku dan berkata, “Leaf, karena ini adalah sebuah misi dari sang Pope, Sun tentu saja harus mendengarkan dengan saksama.”

“Tapi kau terluka parah; kau harus istirahat,” kata Leaf, khawatir.

“Jangan khawatir, Leaf. Sun dilindungi oleh proteksi God of Light.”

Kalau kau memaksaku membuka mulut dan berbicara sekali lagi, aku akan pingsan hanya supaya kau melihatnya!

“Oke…kalau begitu.” Leaf meninggalkan kamarku dengan tak berdaya, menutup pintu di belakangnya.

Judgment mengunci pintunya dengan perhatian, untuk mencegah seseorang masuk ke kamarku tanpa mengetuk.

Judgment duduk dan meletakkan baskom masker itu. Tanpa berbasa-basi, dia langsung mengutarakan maksud kedatangannya. “Sang Paus menanggapi insiden itu dengan sangat serius. Dia mau kamu mencari asal usul Death Knight dalam seminggu – dan lakukan itu dengan diam-diam.”

Aku tahu si tua pelit itu tidak mungkin sebaik itu memberikanku libur seminggu!

“Sun tidak mengerti; misi apa yang tidak dapat diletakkan di bawah cahaya God of Light?” aku merasa tidak bersemangat; misi-misi yang memerlukan penyelidikan rahasia seperti ini biasanya membawa bencana.

“Aku tidak tahu,” jawab Judgment singkat.

“Bahkan jika itu adalah seorang Death Knight, insiden itu tidak memerlukan perhatian sebesar itu dari sang Pope, jadi kenapa ia harus secara khusus meminta Sun untuk menginvestigasi?”

Aku benar-benar khawatir. Meskipun si tua sialan itu tahu cara mengeksploitasi kesatria-kesatria lain, dan kemampuan memulihkan diriku lebih dari sekedar baik, kali ini aku benar-benar telah mengucurkan segalon darah. Jika dia tidak membiarkanku menyembuhkan diri selama tiga hari, kupikir akan mustahil bagiku untuk kembali ke kondisi prima. Jika masalah ini semendesak itu, kenapa dia tidak menyuruh kesatria lain saja?

“Sang Pope tidak ingin mengetahui hasil investigasinya. Setelah kau menemukan kebenarannya, kau cukup memberitahuku.” Saat Judgment Knight berbicara, matanya berkilat kejam, meskipun kekejaman itu bukan diarahkan kepadaku, tapi kepada sang kriminal.

Oh… Dia mau Sun Knight pergi dan menginvestigasi diam-diam, lalu menyerahkan kriminal itu kepada Judgment untuk dilenyapkan diam-diam? Sepertinya masalah ini bukan masalah biasa.

Kalau aku hanya mengatakannya seperti ini, aku yakin kalian semua masih belum paham tentang pertukaran rahasia yang terjadi antara aku dan Judgment, jadi aku akan menjelaskannya secara detail.

 

 

Pertama, mari kita mulai dari penjelasan tentang kelahiran seorang Death Knight. Untuk membangkitkan seorang Death Knight, yah, bukannya aku mau protes tentang itu, tapi itu memang proses yang sangat rumit. Kau harus menyiapkan dua “keperluan” untuk membangkitkannya, dan juga sejenis “makanan” untuk membuat bayi Death Knight itu bertambah kuat seiring pertumbuhannya.

Syarat pertama adalah: Seorang necromancer berkemampuan tinggi.

Meskipun itu tidak terlalu sulit ditemukan, tapi tetap saja susah. Biar bagaimanapun, pekerjaan sebagai necromancer bukanlah pilihan yang populer. Ditambah lagi, pekerjaan ini dihadapkan dengan diskriminasi okupasi yang cukup parah, jadi para necromancer hanya dapat tinggal di pegunungan terpencil, kuburan, dan tempat-tempat semacam itu.

Syarat kedua adalah: mayat segar dengan aura kebencian yang setinggi langit, dan yang keinginannya belum terkabul.

Tingkat kesulitan menemukan mayat seperti itu bahkan lebih tinggi daripada menemukan seorang necromancer.

Mungkin kamu akan berkata, apa susahnya mencari mayat dengan penyesalan seperti itu?

Aku harus memberitahukan kepadamu kalau penyesalannya tidak boleh sekedar keluhan kecil atau pertengkaran, atau penyesalan karena belum memakan makan siangnya sebelum meninggal. Untuk membangkitkan seorang Death Knight, itu harus sebuah ketidak adilan sebesar langit dan juga obsesi yang dapat membangkitkan orang mati!

Dan satu-satunya makanan yang dapat membantu pertumbuhan “bayi” Death Knight adalah: “obsesi yang tidak mungkin tercapai”!

Semakin sulit keinginan itu tercapai, makin banyak kebencian yang dirasakannya. Kebencian itu bekerja sebagaimakanan, dan akan membantu pertumbuhan bayi Death Knight sampai dia besar dan kuat. Saat kebencian dan obsesinya mencapai langit, dia akan berevolusi menjadi seorang “Death Lord”, lalu permasalahannya akan menjadi benar-benar serius.

Tidak peduli sekuat apapun Death Knight, tetap saja dia hanya satu. Tetapi seorang Death Lord punya kemampuan seperti necromancer tingkat tinggi. Tidak hanya pasukan undead yang dapat dibangkitkannya, dia juga bisa menggunakan segala macam sihir untuk membantu pasukan tersebut.

Dengan kata lain, Death Lord sama sekali tidak boleh muncul, kalau tidak akan ada bencana yang sangat mengerikan.

Setelah membicarakan tentang kelahiran seorang Death Knight, sekarang saatnya membicarakan cara membunuhnya. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan kekerasan dan menghajarnya, lalu membakarnya habis, lalu semua masalah selesai!

Cara kedua adalah dengan menginvestigasi apa obsesi Death Knight tersebut dan ketidak adilan yang dialaminya, lalu membantunya balas dendam. Setelah menuntaskan dendamnya, dia akan menghilang dengan sendirinya.

Meskipun cara kedua terdengar lebih adil dan bermoral, kebanyakan orang lebih memilih untuk menghajarnya langsung, karena itu jauh lebih mudah.

“Kenapa sang Pope sangat mengkhawatirkan persoalan Death Knight ini?”

Aku sangat penasaran, karena si kakek sialan itu masih punya hati nurani, setelah menduduki jabatan tinggi sebagai Pope dalam waktu yang lama, mungkin saja dia masih punya sedikit kebaikan. Kali ini, dia mau aku secara khusus menginvestigasi ketidak adilan yang diterima oleh Death Knight itu, sebuah fakta yang menyebabkan bahkan God of Light berteriak “Tidak dapat dipercaya’!

Judge melirikku dengan ekspresi yang aneh, dan berkata dengan pelan, “Kudengar kalau satu-satunya yang dikatakan Death Knight itu adalah dia akan kembali untuk menemukanmu…?”

Aku mengangguk. Ya, itu benar! Dia bilang dia akan kembali untuk menemukanku… Sial, aku baru sadar!

Biasanya satu-satunya orang yang akan direcoki oleh Death Knight hanya orang yang berhubungan dengan kebencian atau obsesinya…

“Apakah aku sedang dicurigai?” aku terkejut, dan bahkan lupa menambahkan frasa dekoratif dan pujian kepada God of Light.

Judgment Knight mengangguk, ekspresi wajahnya serius.

Dengan berkeringat dingin, aku menyangkal, “Aku tidak membunuhnya, aku bahkan tidak mengenalnya!”

Judge mengangguk lagi dan meninggalkan beberapa patah kata. “Kalau begitu carilah kebenarannya, dan buktikan kalau kau tidak bersalah. Kau harus bergerak cepat, karena semua orang mulai curiga.”

 

 

Kurasa kalau aku mati sekarang, ada kemungkinan 99% kalau aku akan menjadi seorang Death Knight. Penyesalanku sudah sedalam lautan!

Pertama, seorang Death Knight memotongku untuk alasan tidak jelas, lalu aku kehilangan segalon darah. Lalu saat kupikir aku akan libur seminggu, ternyata liburan itu harus dipakai untuk menginvestigasi masalah ini. Dan lagi, ternyata tersangka utama kasus ini adalah diriku sendiri!

Awalnya aku ingin memakai maskerku, tidur selama tiga hari, lalu bangun dan berlibur. Namun sekarang setelah aku diperlakukan sebagai tersangka, bagaimana mungkin aku masih berani tidur-tiduran?

Segera setelah Judge pergi, aku berdiri dengan gemetar, Waktuku hanya seminggu, dan menyelidiki kebenarannya adalah hal yang sangat sulit. Belum lagi fakta kalau kasus ini menyangkut seorang Death Knight, dan siapa yang tahu sejak kapan dia mati!

Karena itu, meskipun aku merasa akan pingsan kapan saja, aku masih merangkak dengan segenap kekuatan untuk menyelidiki kasus ini. Jika aku mati karena ini, aku pasti akan menjadi Death Knight, lalu pergi mencari Death Knight yang itu untuk balas dendam! Aku melempar jubahku, dan mengambil Divine Sun Sword. Siapa tahu Death Knight itu akan kembali mencariku. Sebaiknya kubawa saja untuk jaga-jaga.

Sebenarnya, aku berniat untuk pergi dan mencari kuda untuk ditunggangi. Tetapi setelah dipikir-pikir, aku mengingat fakta kalau saat ini tubuhku sedang kekurangan darah. Aku sudah pusing dengan berdiri, dan jika aku menunggang kuda dan terayun-ayun begitu, aku bisa langsung jatuh dan mati.

Kalau begitu aku cuma bisa jalan kaki. Kuharap aku tidak pingsan di tengah jalan.

Untuk menghindari masalah, aku menarik tudung jubahku lebih rendah supaya tidak dikenali orang. Lalu aku berjalan dengan pelan, dan kadang ada orang mengelilingiku dari samping untuk lewat, lalu memutar mata, seakan-akan berkata, “Apakah kau kura-kura?”

Aku yang kini memiliki tekanan darah rendah terlalu malas untuk memikirkan siapapun, dan melanjutkan jalan ala kura-kuraku. Lama-kelamaan, jalanan menjadi semakin sepi. Pemandangan berubah dari pertokoan yang sibuk menjadi perumahan kumuh. Pejalan kaki yang lewat juga berkurang, dan akhirnya hanya ada sedikit yang tersisa dalam kelompok dua atau tiga orang. Ekspresi mereka kosong, seperti orang luntang-lantung.

“Yoooo! Jubah yang bagus! Tuan Muda, apakah aku sedang mencari inang pengasuhmu?” Beberapa pemabuk di pinggir jalan tertawa mengejek.

Aku berjalan melewati pemabuk-pemabuk itu. Bahkan langkah kakiku mempertahankan kecepatan yang sama. Akhirnya, aku berjalan ke sudut gelap yang bahkan penduduk perumahan kumuh ini tidak mau datangi, dan berhenti di rumah tua yang terlihat tidak berpenghuni. Lalu, aku mengangkat wajahku dengan perlahan untuk melihat rumah ini.

Bruk!

Aku menendang pintu utama dengan satu kaki dan berlari ke dalam rumah, berteriak kesal, “Hei mayat! Tunjukan dirimu! Gara-gara kamu aku dalam masalah!”

Di dalam rumah itu, hanya ada beberapa meja dan kursi usang yang diselimuti sarang laba-laba. Jika ada orang yang berani masuk, mereka pasti langsung tersangkut sarang laba-laba dan berubah menjadi kepompong raksasa.

Karena itu, bahkan anjing liar pun tidak mau hidup di tempat ini.

Tetapi, aku tahu kalau ini hanya penampilan yang dipakai para necromancer untuk menghindari orang-orang rasis.

“Mayat! Kau tidak mau keluar juga, hah?” aku mengulurkan sebelah tangan dengan perlahan dari bawah jubah, lalu tanganku yang putih dan elegan – sial! Itu adalah tangan warna coklat madu!

Hiks! Aku telah menjadi Sun Knight coklat!

Lupakan, sekarang mari kita cari Mayat itu. Bahkan tanpa mengucapkan mantra apapun, tanganku mulai berpendar oleh cahaya holy magic. Cahaya itu berubah dari lemah ke kuat, dan akhirnya cahaya putih dan lembut memenuhi seluruh rumah bobrok itu.

Bukannya sombong, tapi mengumpulkan holy light2 tanpa mengucapkan mantra adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan sedikit orang. Bahkan di antara cleric tingkat tinggi, termasuk kardinal Pope, hanya ada segelintir orang yang bisa melakukannya.

Saat guruku mengajariku sihir, dia sering terkejut dan berkata, “Nak, kau benar-benar cleric berbakat.”

“Benarkah?” aku yang masih muda sangat senang, karena saat itu aku masih meratapi kemampuan berpedangku yang tragis.

“Ya, kalau kamu dulu masuk ke Sanctuary of Light, di masa depan kamu pasti akan menjadi salah satu Pope terbaik dalam sejarah Sanctuary of Light!”

Dengan mata berbinar-binar, aku membayangkan kemasyuran dan keagungan dari Pope terbaik…

“Tapi karena awalnya kamu masuk ke Holy Temple, kamu cuma bisa menjadi Sun Knight yang sangat lemah di masa depan.”

Seperti yang diharapkan, perempuan takut menikahi pria yang salah, dan laki-laki takut memilih pekerjaan yang salah. Sebuah pilihan karir yang salah dapat membuatku turun dari yang terkuat menjadi yang terlemah. Aku benar-benar menyesali pilihanku. Anak-anak itu bodoh, dan selalu berpikir kalau kesatria yang memegang pedang dan berbaju zirah keren.

Sekarang aku tahu kalau menjadi cleric adalah pilihan yang lebih baik!

Karena mereka tidak perlu menyandang pedang, mereka tidak perlu menghabiskan uang untuk memperbaikinya. Mereka memang butuh uang untuk membeli tongkat sihir, tapi melihat kemampuanku mengumpulkan holy light, ranting pohon pun tidak masalah!

Dan juga, cleric tidak memakai baju zirah, jadi mereka tidak perlu membelinya, dan juga tidak perlu menghabiskan uang untuk memperbaikinya jika musuh membacoknya menjadi kepingan kecil. Meskipun cleric masih harus membeli jubah cleric, kuulangi sekali lagi, melihat kemampuanku mengumpulkan holy light, tirai putih sebagai jubah cleric pun tidak masalah!

Para dewa memberiku potensi yang sangat baik, tapi aku pergi dan menjadi kesatria, ditambah lagi itu adalah pekerjaan yang tidak bisa disesali, tidak bisa diubah, dan kau hanya bisa berhenti jika kau pension atau mati: sang Sun Knight… Bahkan aku sendiri mau memarahi diri sendiri karena menjadi seorang idiot!

Ah, penyesalan…

“Sun, Sun!” teriakan lirih itu memotong penyesalanku.

Aku berbalik dengan cepat, dan melihat bayangan kecil yang kabur sedang berlarian kesana kemari, dan meneriakan namaku seakan-akan hidupnya akan berakhir. Melihat situasinya, aku mengumpulkan kembali holy light-ku diikuti oleh suara ‘whoosh’.

Hiks! Sakit…!” Bayangan kecil itu berjongkok di pojok ruangan dan menangis sejadi-jadinya.

Seluruh rumah itu telah berubah, karena holy light-ku menghapus sihir ilusi necromancer. Pemandangan rumah yang dipenuhi sarang laba-laba menghilang, digantikan oleh rumah yang kecil dan rapi, tapi…

Pink, pink, pink dimana-mana!

Gila! Tempat ini bahakn tidak perlu sihir ilusi untuk menutupi fakta kalau ini adalah tempat tinggal seorang necromancer.

Siapa yang percaya kalau rumah bertembok pink, dengan meja dan kursi pink, ranjang pink, dan boneka-boneka pink di seluruh penjuru rumah, sebenarnya adalah tempat tinggal necromancer?

Bahkan rumah bobrok penuh sarang laba-laba tadi terlihat lebih seperti tempat tinggal necromancer!

“Sun…” bayangan kecil itu menarik lengan bajuku dengan malu-malu.

Aku menundukan kepalaku untuk melihat — ya, benar! Aku menundukan kepalaku karena tinggi makhluk ini hanya mencapai pinggangku! — sang necromancer. Aku memelototinya dengan ekspresi garang dan serius.

Bayangan kecil itu berjongkok dan mulai terisak karena tatapanku. “Kenapa kamu menangis? Kamu itu necromancer!” Aku memelototi bayangan kecil itu dengan tidak percaya, dan menggeram, “Lagipula, yang seharusnya menangis itu aku. Bukan hanya teriris dan kehilangan segalon darah, tapi juga dicurigai semua orang kalau aku telah melakukan sesuatu yang tidak dapat ditolerir, dank arena itu si Death Knight datang dan merecokiku.”

“Mungkin saja kau benar-benar melakukannya…” kata bayangan kecil itu pelan.

“APA KAU BILANG?”

Aku melampiaskan amarahku dengan gertakan gigi, memelototi bayangan kecil itu, dan mengangkatnya perlahan-lahan…

 

 

Dalam rumah yang temboknya pink, berlantai pink, dan ranjang di pinggir yang juga pink, seorang pria tampan berkulit kecoklatan sedang duduk di atas kursi pink. Di pangkuannya duduk seorang gadis cilik yang terlihat rapuh dan manis, dengan mata besar dan indah yang penuh semangat dan rambut ikal keemasan. Dia terlihat hampir seimut boneka.

Tetapi, setelah dilihat baik-baik, kulit gadis ini juga pink, yang membuat orang tiba-tiba menyadari ada sesuatu yang salah, dan merasakan bulu kuduknya berdiri…

“Jadi, Mayat, kau bilang kau juga tidak tahu asal usul mayat itu?” aku mengerutkan alisku.

“Kau kejam! Jangan panggil aku Mayat, aku Pink!” gadis pink itu menggenggam sebuah lollipop di tangannya, dan bahkan cemberut ketika mengeluh. Setelah kupelototi lagi, dia menjelaskan dengan lebih serius, “Pink hanya melakukan yang biasa Pink lakukan, dan pergi ke tempat eksekusi untuk membeli mayat. Dan Sun, terakhir kali kau bilang kau mau makhluk undead yang lebih kuat, jadi Pink secara khusus menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli mayat utuh… Pink juga tidak tahu kalau aura kebencian dan obsesi mayat itu sangat kuat sampai-sampai dia berubah menjadi Death Knight.” Pink mendongak untuk melihatku, dan dengan ekspresi imut, berkata, “Ditambah lagi, sumber obsesinya kebetulan adalah kamu, Sun!”

“Tapi aku tidak mengenalnya!” Aku benar-benar hampir gila secara harafiah, karena aku jelas-jelas belum pernah melihatnya sebelumnya. Kenapa aku sumber obsesinya?

Aku tidak tahu Pink percaya kepadaku atau tidak, karena dia hanya menundukan kepalanya untuk menjilat lolipopnya.

Aku mengerutkan alis dan bertanya, “Kau bilang kau membeli mayat itu di tempat eksekusi? Apakah dia seorang kriminal?”

“Seharusnya bukan.” Pink mengangkat kepalanya, dan meskipun wajahnya sangat imut, matanya menunjukan kedewasaan… Siapa yang tahu berapa umur nenek-nenek necromancer sok imut ini.

“Hah?” aku menyentuh hidungku, dan bertanya dengan skeptis, “Kupikir hanya kriminal yang dikirim ke tempat eksekusi?”

Pink menertawai ketidak tahuanku. “Di permukaan, ya! Meski begitu, Pink akan memberitahumu kalau Pink adalah orang dengan pengalaman bertahun-tahun dalam hal membeli mayat. Banyak mayat yang tidak bisa disingkirkan dengan blak-blakan, tapi takut ditemukan oleh orang, dapat ditumpuk di tumpukan mayat para kriminal di tempat eksekusi hanya dengan membayar sedikit.”

“Benarkah? Bagaimana kau tahu kalau dia bukan kriminal?” Aku cemberut, Haruskah aku memberitahu Judgment Knight tentang berita ini, dan membiarkannya menyelidiki?

“Bodoh!” Pink bersenang-senang di atas kemalangan orang-orang mati saat dia berkata, “Mereka yang mati di tempat eksekusi semuanya dihukum gantung, tapi aku telah membeli banyak mayat yang tidak digantung. Leher mereka semua punya tanda cekikan, tapi Pink sangat berpengalaman dengan mayat, dan dengan sekali lihat Pink langsung tahu kalau tanda itu dibuat asal-asalan dengan tali setelah kematian. Leher mereka tidak patah, jadi mereka pasti tidak digantung.”

“Apa penyebab kematian Death Knight yang itu?”

Aku memutuskan untuk mengesampingkan insiden penipuan tempat eksekusi, karena sekarang ini, lebih penting membuktikan kalau aku tidak bersalah.

Pink memiringkan kepalanya sedikit dengan ekspresi imut, dan memilih jawaban paling tepat setelah berpikir sejenak. “Dia disiksa sampai mati. Ada terlalu banyak luka di tubuhnya, jadi dia pasti disiksa untuk waktu yang lama, dan akhirnya mati, tentu saja.”

Disiksa sampai mati… Kulit kepalaku mulai mati rasa.

“Tapi, Sun…” Pink tiba-tiba melihat ke arahku dengan mata penuh harap. “Aku tidak tahu kau punya hobi semacam ini. Lain kali kita bisa bertukar metode penyiksaan satu sama lain, karena kau tahu, sampai sekarang aku belum berhasil menghasilkan seorang Death Knight.”

Mendengar itu, aku langsung naik pitam dan menarik bahu Pink, mengguncangnya sekeras mungkin. “Bertukar?! Sudah kubilang, aku tidak mengenalnya!”

Saat Pink diguncangkan, dua bola matanya yang indah itu bergoyang-goyang ke atas dan ke bawah dengan brutal. kelihatannya mereka akan jatuh, jadi aku buru-buru menggunakan kedua tanganku untuk menaruh kedua bola matanya ke dalam rongga matanya keras-keras. Biar bagaimanapun, aku tidak ingin melihat sebuah adegan bola mata menggelinding keluar.

“Pink mengerti. Pink juga tidak mengenal mereka yang disiksa oleh Pink!” Pink melihat ke arahku dengan senyum sok tahu.

Aku menngumpat dalam hati. Mayat hidup ini… Tunggu dulu! Dia memang “mayat” hidup sungguhan. Necromancer kejam ini benar-benar menolak percaya kalau aku tidak menyiksa Death Knight itu.

“Dari tempat eksekusi mana kau membeli mayat itu?”

“Yang di luar kota, di arah barat laut.”

“Yang terjauh, huh…” Sepertinya masalah-masalahku masih dalam proses perkembangan.

Berserah kepada nasib, aku berdiri dari kursi, dan meskipun yang kuinginkan setelahnya adalah menjatuhkan diri ke atas kasur pink dan memeluk guling pink berbentuk cake itu untuk tidur selama tiga hari tiga malam…

Namun, kenyataan selalu bertentangan dengan keinginan. Hal berikutnya yang harus kulakukan adalah pergi ke tempat eksekusi yang berbau busuk dan menginterogasi manajer korup dari tempat eksekusi untuk mengetahui asal mayat busuk itu.

Hanya memikirkannya saja sudah membuatku merasakan suramnya masa depanku …

Aku mendorong mayat pink yang mirip boneka itu dari pangkuanku, lalu berdiri perlahan, dan berjalan ke pintu dengan lebih perlahan lagi…

“Sun.”

Mendengar panggilan itu, aku menoleh ke belakang. Pink sedang bersandar ke pintu, menjilat lollipop pinknya, dan mengedipkan mata kepadaku.

“Kau tahu, apa yang kukatakan dulu masih berlaku. Kalau kamu mau, aku akan menerimaku sebagai muridku, dan bahkan Holy Temple dan gurumu itu yang dsebut-sebut sebagai ‘Sun Knight Terkuat’ tidak bisa membuatku menyerahkan muridku.”

Aku terkejut selama beberapa saat, dan masih sedikit tidak dapat mencerna perkataannya. Mungkinkah dia bermaksud untuk melindungiku?!

Mayat mungkin saja seorang necromancer yang keanehannya melampaui batas, tapi sejujurnya, dia sangat setia.

Aku hanya tersenyum lemah, dan melambaikan tangan kepadanya. Gadis penyihir itu tidak mengatakan apa-apa, dan dengan semangat melambaikan lolipopnya untuk mengucapkan selamat jalan kepadaku.
 
 
[Akhir dari The Legend of Sun Knight volume 1 bab 4]

Catatan Kaki

1Knight-Captain Judgment: Kapten Kesatria Keadilan

2Holy Light: Cahaya Suci. Salah satu dari banyak tipe Holy Magic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *