The Legend of Sun Knight V1C6: “Bangunlah Jaringan Sosialmu! Jagalah Hubungan Baik dengan Orang Lain, Bahkan Jika Ia Adalah Mayat”

Legenda Kesatria Surya volume 1: Sebuah Pengenalan Teori Kesatria Surya

Novel asli oleh : 御我 (Yu Wo)


Peraturan Keenam Seorang Ksatria Matahari: “Bangunlah Jaringan Sosialmu! Jagalah Hubungan Baik dengan Orang Lain, Bahkan Jika Ia Adalah Mayat” diterjemahkan oleh saintazura

“Sun akan baik-baik saja kan? Kemampuannya untuk menyembuhkan diri sangat kuat…”

“ Kamu tidak melihat wajahnya ketika pingsan; dia terlihat seperti orang mati.”

Tidak sopan, siapa yang kamu bilang terlihat seperti orang mati?! Sebenarnya, aku ingin berguling ke sisi lain kasur, tapi tubuhku terasa terlalu berat. Lupakan sajalah, aku akan melanjutkan tidurku saja.

“Yang mulia Paus, keadaan Sun tidak serius kan? Itu tidak mungkin, benarkan?”

“Dia belum bergerak selama dua hari…”

Jadi aku sudah tidak  bergerak selama dua hari? Tak heran bokongku sedikit gatal; apa tidak ada yang bisa datang dan membantuku mengganti posisi? Bagaimana kalau aku terkena luka baring1?

Sun Knight terkena luka baring… apa yang akan terjadi kalau ini tersebar ke publik!?

Aku beringsut di kasur dengan sekuat tenaga saat dengan takut membayangkan penampilanku yang mengerikan, dipenuhi luka baring. Tindakan ini memakan semua tenaga yang telah kukumpulkan dengan susah payah, dan sebagai hasilnya, aku tertidur lelap sampai aku bahkan tidak bisa mendengar percakapan disebelah tempat tidurku.

“Apa yang harus kita lakukan? Sun sudah pingsan selama lima hari sekarang. Kalau seperti ini, dia akan terus melemah dan mati…”

“Keluar!”

“Apa?”

“Aku bilang, semuanya keluar!”

Setelah itu, ada banyak pertikaian, raungan kemarahan, dan suara orang bertengkar. Gabungkan semua itu, dan tempat ini seribut neraka!

Apa kalian tidak sadar disini ada orang yang terluka parah? Apa kalian tidak bisa lebih tenang?!

Aku membalikkan badanku dengan kesal, memblok semua suara dibelakangku dengan bokongku, dan kemudian melanjutkan tidur dalam damai…

“Sun, bangun!”

Aku menyelipkan kepalaku ke dalam selimut, dan melanjutkan tidur.

“Grisia Sun, bangun dari tempat tidur itu sekarang!”

Aku membeku… Grisia?

Ah, sudah lama sekali semenjak aku mendengar nama itu sampai aku lupa bahwa namaku adalah Grisia.

Dari hari aku mengambil posisi sebagai Sun Knight, semua orang sudah memanggilku Sun. Tapi sebenarnya, hanya nama terakhirku yang diubah menjadi Sun sat aku menjadi Sun Knight. Kedua belas Holy Knight masih mempertahankan nama asli mereka; hanya saja tidak ada seorang pun yang akan memanggil nama pertama kami.

Oleh karena itu, aku selalu lupa nama kapten dua belas Holy knight yang lain. Sebagai contoh, aku tidak pernah bisa ingat nama Kapten-Leaf Knight itu Elmairy atau Strawberry…

Untuk memanggilku dengan nama lengkap, sepertinya Lesus Judgment benar benar sangat marah. Sepertinya bila aku masih menolak untuk bangun, mungkin aku tidak akan pernah bisa bangun lagi…

Aku membuka mataku dengan sangat enggan, dan mengeluarkan kalimat pertamaku dalam lima hari dengan suara parau, “ Apakah akan membunuhmu untuk membiarkanku tidur sebentar lagi?”

“…Ha.”

Ekspresi dingin diwajah Judgement akhirnya hilang. Ujung bibirnya membentuk senyum, dan dia mengelengkan kepala dan tertawa, dengan ekspresi “apa-yang-harus-kulakukan-dengamu”. Dia membawa semangkuk bubur ikan, aromanya menyebar kesegala arah. Bahkan remah favoritku, setumpuk besar daun ketumbar, ditabukan diatasnya!

Kruyuk…

Aku melompat dari kasurku seperti pegas sebagai respon, dan dengan wajah rakus dikurangi mulut penuh air liur, aku mengulurkan tanganku untuk mengambil semangkuk penuh bubur gurih…

Tetapi, Judgment memindahkan mangkuk itu keluar jangkauanku secepat angin, tepat saat aku akan meraihnya.

“Lesus Judgment!” aku memangil nama lengkap Kapten Judgment Knight dengan nada sedih.

Lesus memberikan mangkuk itu kepadaku sambil berbicara dengan perlahan dan hati-hati, “Jangan lupa makan dengan pelan. Kamu hanya minum air gula selama lima hari, jadi sakit perut akan menjadi kekhawatiran terkecilmu kalau makan terlalu cepat.”

Aku mengambil mangkuknya dan mulai memakan sesuap kecil bubur dengan ekspresi menderita.

“Sejujurnya kamu seharusnya memakan sesuatu yang lebih polos. Aku seharusnya tidak menambahkan daun ketumbar.” Judgment melihat ke mangkukku dengan alis tertekuk dan mengeluarkan desah yang hampir tidak terdengar. “Tapi kalau aku tidak menambahkan mereka, kamu pasti akan menolak untuk memakan bubur tanpa rasa.”

Judgment sangat mengenalku – orang seperti apa yang mau makan bubur polos!

Judgment duduk disebelahku. Saat aku memakan buburku, dia mengeluarkan beberapa dokumen dan mulai merevisi. Dia benar –benar orang yang tidak membuang waktu.

Rasa lapar dan hausku dari lima hari lalu akhirnya terpuaskan setelah aku meletakkan mangkukku dan meminum sebotol penuh air dengan rakus.

Saat Judgment melihat aku telah makan dan minum sesuai keinginan hatiku, dia akhirnya meletakkan dokumen ditangannya dan menaikkan kepalanya untuk melihatku.

Walaupun Judgment tidak mengatakan apa-apa, aku mengerti kalau dia ingin aku menjelaskan situasi secara menyeluruh. Jadi, aku segera menjelaskan apa yang terjadi, dimulai dari saat aku mencari Pink.

Fakta bahwa aku bekerjasama dengan necromancer-Hus! Bukan “bekerja sama”, tapi “berhubungan”- secara teori ini merupakan rahasia, tapi Judgment merupakan teman baikku. Aku tidak pernah menyimpan rahasia darinya sebelumnya. Karena itu, wajar saja untuknya mengetahui keberadaan Pink, necromancer yang dibayar khusus oleh gereja.

Setelah Judgment mendengar semuanya, dia mulai jatuh dalam pikiran bahkan saat aku menopang diriku di ujung kasur dengan sebelah tangan sementara tanganku yang satunya mencari sesuatu dibawah kasur … Aku ingat kalau aku ada menyelundupkan sepotong besar daging asap di bawah sini, sekarang dimana? Aha! Ini dia.

Aku berusaha sekuat tenaga untuk menggigit sepotong daging asap yang lebih besar dari kepalaku sambil memperhatikan ekspresi Judgment. Biasanya, dia akan selalu terlihat dingin sementara aku selalu tersenyum. Tapi, di bawahnya dan di balik pintu dimana tidak ada orang yang bisa melihat, kami berdua bisa menunjukkan berbagai macam ekspresi konyol. Sebagai contoh, aku sekarang sedang menunggingkan bokongku tinggi diudara sambil mencari daging asap di bawah tempat tidurku.

Judgment mengangkat kepala dengan ekspresi ragu. Saat dia melihatku sedang makan daging asap, ekspresinya berubah dan merebut daging asap dariku. Dia mengerutu pelan, “Kamu benar benar tidak peduli kesehatan sama sekali.”

Aku menunjukkan ekspresi seorang korban. “Tapi aku masih lapar…”

“Aku akan mengambilkan semakok bubur sebentar lagi,” Judgment berkesikeras. Dia bahkan menyelipkan daging asapku dibalik jubahnya untuk menghetikanku makan lagi.

“Aku sudah memeriksa pedang yang kamu bawa kembali.” Benar-benar Judgment, langsung ke inti permasalahan tanpa basa-basi.

Aku memiringkan kepalaku sampai aku mengingat kalau pedang yang dia bicarakan mengacu pada pedang yang digunakan oleh kesatria yang kutendang di rumah kecil di tempat eksekusi.

“Oh? Jadi kamu menemukan pemilik pedang itu?”

Pangkal pedangnya dihiasi dengan Lambang Anggrek keluarga Gerland. Untuk mengakibatkan luka sedalam itu di bahumu dan membuatmu memilih lari, paling tidak dia harus seorang master knight2. Keluarga Gerland hanya punya tiga master knight : putra ketiga Baron Gerland, ditambah dua knight lainnya yang sudah bersumpah untuk setia pada keluarga Gerland.”

“Pelakunya yang mana?” Aku bertanya tanpa ragu-ragu. Aku percaya pada kemampuan Judgement, dia pasti bisa menemukan 70% atau 80% fakta dari pedang yang kubawa.

Judgment terdiam sejenak, dan akhirnya dia membuka mulut dan menjawab, “Mengenai putra ketiga Baron Gerland, orang yang dia berikan sumpah untuk setia adalah putra mahkota.”

Aku ikut terdiam. Aku kemudian bertanya dengan sedikit harapan, “ Apa kamu yakin putra ketiga baron pelakunya?”

Walaupun aku menanyakan pertanyaanku seperti itu, pertanyaan yang sebenarnya ingin kutanyakan adalah, apa benar putra mahkota pelakunya?

Untuk seorang knight yang menghormati namanya lebih dari apa pun juga, untuk melakukan sesuatu yang sekeji menelantarkan mayat hanya mungkin bila ada perintah dari tuannya. Kalau putra ketiga dari baron benar benar menyatakan kesetiaannya pada putra mahkota, maka yang telah menyiksa mayat itu tidak mungkin orang lain.

Judgment mengangguk. “Baron Gerland punya dua kesatria yang bersumpah untuk setia kepadanya. Satu diantaranya sedang keluar kota, dan satunya lagi sedang berpatroli di kota seharian. Bahkan ada beberapa kesatria lain yang memberikan kesaksian.”

“Putra mahkota… menyiksa seseorang sampai mati?” Ada sedikit ekspresi terkejut di wajahku. Ini tidak seperti sesuatu yang akan dilakukan oleh putra mankota yang bertanggung jawab dan lembut

Setelah aku mengucapkan kalimat ini, seluruh ruangan menjadi diam dan udara serasa mencekik. Aku pikir ini karena masalah ini terkait dengan putra mahkota. Apabila ini benar, permasalahannya jadi runyam. Bahkan walaupun kami membuktikan bahwa putra mahkota bersalah dari hasil penyelidikan, apa kami bisa mengirimkan satu-satunya penerus takhta ke tiang gantungan?

“Di luar…” Judgment tiba tiba membuka mulutnya dan mengucapkan satu kata sebelum terdiam lagi.

Melihat Judgment, aku merasa bahwa dia sedikit aneh hari ini. Biasanya saat cuma berdua, ekspresinya akan menjadi lebih santai dan tersenyum. Senyumnya, yang sedikit kaku karena saking lamanya tidak tersenyum, ditambah dengan sikap dinginnya, akan memberi kesan keseluruhan yang terlihat lumayan konyol.

Tapi hari ini, wajahnya terlihat tegang, dan senyum pertamanya, terlihat palsu. Aku yakin itu palsu karena itu adalah senyum yang sama dengan yang kukenakan setiap hari.

Aku memandangnya, dan dia memandang balik kearahku. Suasana aneh dan berat yang sebelumnya belum pernah muncul sebelumnya mulai terbentuk diantara kami. Mata hitam Judgment yang selalu penuh tekad terlihat agak berkelip, dan aku bahkan dapat melihat keraguannya dari caranya mengerutkan alis.

“Ada apa…?” Aku menarik rambut emasku yang bersinar, lalu mendorong Judgment dengan kasar dan berkata, “Kalau ada sesuatu yang ingin kamu bilang, bilang saja. Jangan menyembunyikan sesuatu dariku, atau aku akan membawamu jatuh bersamaku.”

Awalnya Judgement ragu-ragu, tapi dibawah tatapan tegasku, dia cuma bisa menghela napas dan berkata, “Di luar, seluruh kota ramai dengan rumor bahwa kamu adalah orang yang telah menyiksa sang Death Knight sampai mati.”

Saat mendengar hal ini, aku sangat terkejut sampai sampai seluruh tubuhku menjadi kaku, Judgment masih terus berbicara.

“Sang Paus telah memberikan perintah bahwa kita tidak perlu menginvestigasi masalah ini lagi. Sekarang kita harus menahan sang Death Knight dengan seluruh tenaga, dan mengatakan bahwa dia adalah seorang kriminal berat yang telah melakukan banyak kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. Saat kamu akhirnya menangkapnya, dia berulang kali menolak untuk mendengar nasihatmu, dan akhirnya dia ditarik oleh pihak Judgment dan dihukum mati. “ Saat Judgment mengatakan kalimat tersebut, nadanya terdengar tenang, seakan akan dia sedang mengatakan hal yang sebenarnya.

Tapi itu jelas-jelas bukan apa yang sebenarnya terjadi!

Api kemarahan membara di dadaku. Aku tidak tau apa aku harus marah karena Death Knight itu difitnah, atau karena aku telah menyeret tubuh lemahku untuk menyelidiki hal ini, hampir mati karenanya, hanya untuk menerima perintah “tidak perlu menyelidiki lebih lanjut”!

Bagaimanapun, api di dadaku tiba tiba berkobar tiba-tiba seperti kebakaran di padang rumput. Yang aneh adalah, anggota tubuhku terasa dingin, dan aku bahkan mengeluarkan keringat dingin.

“Tenang.” Judgment menyadari ada sesuatu yang aneh denganku, dan menepuk bahuku dengan cemas.

Aku menepis tangannya, dan ini menyebabkan kami berdua terkejut untuk beberapa waktu.

Dia menarik tangannya, masih terdiam. Aku tidak bisa mengontrol mulutku, jadi aku terus menekan investigasiku, “Kamu tidak percaya padaku saat aku berkata aku tidak membunuh Death Knight itu?”

Judgment terkejut, dan kemudian mengangkat kepalanya untuk melihatku. Setelah beberapa saat, dia berkata, “ Aku percaya pada bukti.”

Saat aku mendengar ini, hatiku mencelos.

Judgment menganalisa kasus ini dengan hati-hati, “ Berdasarkan keadaan saat ini, memang mungkin bahwa putra mahkota membunuh Death Knight, dan kemudian memerintahkan kesatrianya untuk membuang mayatnya di tempat eksekusi…”

“Tapi, juga mungkin kalau aku yang melakukannya, benarkan?” Aku memotong Judgment dengan suara keras. Judgment jelas terkejut, tapi dia tidak membantah kata-kataku. Aku menjadi lebih marah, dan aku tidak bisa menghentikan diriku untuk terus berbicara.

“Bagaimanapun juga, orang yang menjadi subjek kebencian Death Knight adalah aku, dan aku adalah orang yang menceritakan seluruh kejadian di tempat eksekusi. Aku juga membawa pedang itu kembali. Siapa tau, mungkin aku mengarang semua ini. Aku mungkin berpikir apabila aku mengalihkan semua masalah ke putra mahkota, tidak akan ada orang yang berani untik menyelidiki, tidak peduli putra mahkota adalah pelakunya atau bukan. Benar kan, Kapten-Judgment Knight?

Aku mengatakan seluruh kalimaat dalam satu tarikan nafas, dan aku bahkan kehabisan nafas setelah aku selesai. Jantungku memberontak dengan liar. Aku tidak tau kalau ini karena aku benar-benar kelelahan dari berbicara atau api di dadaku mengancam untuk melarikan diri.

Judgment terdiam untuk waktu yang sangat, sangat lama, dan kemudian dia mengatakan satu kalimat, “Itu mungkin terjadi.”

“Mati saja kau! B********!” aku sangat marah sampai aku mengeluarkan geraman rendah.

Dengan ekspresi gelap, aku melompat dari kasur dan membuka lemari terdekat. Aku mengeluarkan jubah cadanganku, dan melirik Divine Sun Sword disamping lemari, bertengkar dengan diriku sendiri apa aku harus membawanya bersamaku. Tapi pada akhirnya, aku memutuskan untuk tidak mengambilnya, karena aku masih belum tau apa tepatnya yang akan kulakukan. Aku hanya ingin melampiaskan kemarahanku!

“Sun, kamu mau pergi kemana? Badanmu…” Judgment tiba-tiba berdiri, wajahnya penuh dengan ketidak-setujuan.

“Aku akan menanyakan sesuatu pada Pink!” aku memotong kalimat Judgment, dan aku tidak bisa menghentikan diri untuk menambahkan dengan sarkastik, “Kalau kamu tertarik, kamu bisa menambahkan ‘bertemu dengan seorang necromancer’dalam daftar kejahatanku sekalian.”

“Kamu…” Wajah Judgment menjadi hitam, dan dia memang terlihat lumayan marah.

Oh tidak! Aku tiba-tiba merasa sedikit bersalah. Aku seharusnya tidak mengatakan kalimat terakhir, dan sekarang aku tidak sengaja membuat Judgment marah… Ah! Aku tidak peduli lagi. Dia mungkin marah, tapi aku lebih marah lagi!

Aku akan pergi dan mendiskusikan masalah ini dengan Pink terlebih dahulu. Dengan ide ini dikepalaku, aku memutuskan untuk memulai saat ini juga, dan aku hamper keluar dari pintu dengan jubah di tanganku saat aku mengingat sesuatu yang penting pada saat terakhir. Aku menoleh kearah Judgment dan berkata, “Oh ya, jangan menyebarkan omong kosong dari paus. Aku akan menemukan kebenarannya.”

Saat aku menyelesaikan kalimatku, Judgment terdiam lagi. Ini membuatku sedikit khawatir, karena biasanya temanku ini akan mengabulkan permintaan apa pun dariku tidak peduli apa permintaannya, bahkan untuk alasan bodoh seperti menolongku untuk misi bertarung, menolongku menyelidiki kasus, atau menolongku menghukum yang lain dengan nama keadilan, tapi untuknya terdiam sekarang… Ini buruk! Aku seharusnya tidak membuatnya marah barusan.

Untungnya, toleransi Judgment lebih tinggi dari yang kubayangkan. Dia hanya mempertimbangkan untuk beberapa saat sebelum menjawab, “ Aku hanya bisa menutupimu paling lama tiga hari.”

“Ok, tiga hari sudah cukup!” Aku dengan cepat setuju saat aku memakai jubah cadanganku dan berbalik untuk meninggalkan ruanganku.

“Penjaga toko, beri aku lollipop strawberry terbesar, termanis, dan ter-pink yang ada di toko!”

Dalam satu tarikan napas, aku melemparkan satu dukat perak sebagai ganti lollipop yang bahkan lebih besar dari kepalaku. Aku langsung merasa menyesal. Kenapa aku berpura-pura keren!? Aku kehilangan satu dukat perak dari simpanan pensiunku lagi!

Dengan penuh penyesalan, aku menuju rumah Pink. Kali ini, aku tidak tau dia sudah tau sebelumnya aku akan datang, atau dia hanya kebetulan sedang menikmati matahari di depan pintu. Bagaimanapun juga, saat aku sampai dirumahnya, dia sudah bersandar di kusen pintu, pandangannya terpaku pada lollipop strawberry raksaasa ditanganku, air liurnya menetes sampai hampir tiga kaki.

Saat dia melesat kearahku, aku buru-buru mengangkat lollipop diatas kepalaku, jadi necromancer kecil yang satu ini tidak bisa meraihnya tidak peduli sekuat apa dia berusaha untuk meraihnya. Akhirnya, dia  cemberut, memegang pipinya dikedua tangan, dia meringkuk di lantai dan memandangku dengan ekspresi sedih.

“Apa sang Death Knight datang kembali?” aku bertanya sambil melambai-lambaikan lollipop.

Pink menelan air liur, “Ya.”

Waktu aku mendengar ini, aku berpikir, Aha! Akhirnya kita mendapatkan sesuatu.

“Apa dia masih mengambil perintah darimu, necromancernya?“ tanyaku.

“Dari awal dia tidak pernah benar-benar penurut. Semua Death Knight tidak penurut. Aku menyuruhnya menyapu lantai dan mengelap meja, tapi dia mengacuhkanku.” Pink menjawab sambil cemberut.

Untuk memerintahkan seorang Death Knight untuk menyapu lantai dan mengelap meja… Ok, karena bahkan sang Sun Knight yang terhormat membantunya menjalankan tugas dan membeli lollipop untuknya, tidak terlalu aneh untuk seorang Death Knight untuk bersih-bersih untuknya.

“ Aku jadi teringat Sun, jangan pergi memprovokasi dia. Dia sangat kuat sekarang; kamu tidak bisa mengalahkan dia dalam pertarungan.” Pink memberi peringatan.

Aku memandangi Pink. Mayat pecinta kerusuhan satu ini memberi tau aku untuk menjauh dari Death Knight?

Pink bergumam, “Kalau kamu dicincang oleh Death Knight, maka bahkan aku tidak bisa menjahitmu dan menghidupkanmu lagi. Maka aku akan kehilangan murid!”

Saat dia selesai berbicara, dia menarik mantelku dan bertanya dengan tegang, “Kapan kamu akan jadi muridku?”

“Tunggu sampai aku mati.”

Ini bukan penolakan!

Beberapa tahun yang lalu, saat aku masih muda dan naïf, aku meminta pertolongan Pink cuma karena aku tidak bisa menyelesaikan sebuah misi. Tentu saja dia tidak akan menolongku secara gratis, jadi aku sudah berjanji untuk membelikannya lollipop sebagai imbalan, rok warna pink yang cantik, dan sepasang mayat -wanita cantik dan laki-laki tampan- yang masih belum membusuk… yang memaksaku untuk menggali kuburan selama sepuluh hari untuk menemukan mayat yang memenuhi persyaratan untuk membayar hutangku padanya.

Pada akhirnya, aku tidak punya benda tersisa untuk dijual padanya. Aku menggertakkan giggiku. Baik! Aku tidak punya pilihan selain untuk menjual “kehidupanku setelah mati”.

Setelah itu, aku tidak berani pergi ke Pink untuk menelesaikan masalahku lagi, takut kalau aku bahkan akan menjual aku yang masih hidup suatu hari nanti.

“Apa obsesi Kesatria Kematian satu itu?” Aku mengangkat lollipop tinggi tinggi di udara, berharap lollipop seharga satu dukat dari simpanan pensiunku akan cukup untuk memuaskan Pink.

Pink memegang kedua pipinya, dan matanya memandang ke arah lollipop, masih menolak untuk menyerah. Dia berkata dengan nada kesal, ”Aku tidak tau! Dia menolak untuk memberitauku.”

“Lalu siapa yang membunuhnya?”

Pink melihatku dengan pandangan aneh, dan berkata seakan-akan sedang mengucapkan fakta, “Bukannya kamu yang membunuhnya?”

“Aku tidak membunuhnya!” Aku sangat marah sekarang sampai aku hampir kehilangan kendali.

“Oh, jadi itu bukan kamu…” Pink berkata dalam nada panjang dan matanya memandang jauh. Jelas sekali bahwa dia tidak mempercayaiku sama sekali.

Gadis kecil ini… Aku merapatkan gigiku dengan frustasi, tapi tidak punya keberanian untuk menggigit Pink. Kalau aku melakukan itu, aku mungkin akan mati karena keracunan makanan dari mencicipi dagingnya yang sudah membusuk.

Ditambah lagi, aku masih harus bergantung padanya untuk membersihkan namaku. Maka, aku harus mengerahkan seluruh kemampuan tersenyumku dan memasang senyum paling murni, paling lugu, paling kasihan. Aku jamin bahwa dari sepuluh wanita yang melihat senyum ini, sepuluh dari sepuluh akan tiba-tiba merasakan kasih sayang seorang ibu dan akan datang berlarian untuk mencium pipiku …Ahem! Maksudku mereka akan merasakan simpati tak terbatas kepadaku.

Seperti yang diduga, mata Pink bersinar dengan sinar terang dan kemudian berlari menuju diriku dengan antusiasme sebuah bola api kecil. Tangannya direntangkan seakan akan ingin dipeluk, dan dia… mengambil lollipop ditanganku.

Aku melihat pada tangan kosongku. Jadi gadis kecil ini berlari kearahku karena aku lupa memegang lollipop tinggi-tinggi, jadi dia mengambil kesempatan ini untuk mengambilnya dari tanganku!

Sekarang karena aku sudah tidak punya lollipop lagi, bagaimana aku bisa meminta tolong dari Pink? Aku tidak bisa benar-benar menjual “diriku yang masih hidup”! Aku hanya bisa duduk di lantai dengan kecewa.

Pink berjongkok disebelahku sambil menjilat lollipop. Untungnya, dia masih punya sedikit kesadaran, menepuk pundakku untuk menenangkanku, berkata, “Jangan sedih, Sun. Kalau kamu benar-benar tidak membunuh Kesatria Kematian, temukan saja pelaku sebenarnya dan segalanya akan baik-baik saja, benarkan?”

“Mudah untukmu bicara.” Jawabku, memutar bola mata. “Kasus ini melibatkan putra mahkota. Aku tidak bisa muncul seenaknya di depan putra ketiga baron dan bertanya, “ Hey! Apa semua kekacauan ini disebabkan putra mahkota?”

Pink memiringkan kepalanya sambil berpikir dan kemudian berkata, “ Kalau kasusnya seperti itu, kamu bisa menangkap dia dan membawanya kepadaku, dan aku akan menolongmu menanyainya secara gratis.”

“… kamu pikir kejahatan dari menyiksa seseorang sampai mati lebih parah daripada bersekongkol dengan necromancer?”

Tanpa terduga, Pink menunjukkan ekspresi “kamu tidak punya harapan” di wajahnya. Dia menggelengkan kepala dan menghela napas, “Bodoh! Memang kamu tidak bisa menangkap dia sambil menutupi wajahmu?”

Mendengar jawabannya, aku mulai merasa sedikit tergoda. Tidak peduli siapa pun yang jatuh ke tangan Pink, satu satunya pilihan mereka hanya berbicara yang sebenarnya. Aku bisa menghindarkan diriku dari banyak masalah dengan cara ini…

Tunggu sebentar! Putra ketiga Baron Gerland adalah seorang master knight yang kemampuannya tidak bisa diremehkan! Walaupun aku bisa menang melawannya dalam pertarungan dengan bantuan sihir suciku dan Divine Sun Sword, untuk menang dan menangkapnya hidup-hidup adalah dua hal yang benar-benar berbeda!

Apalagi, kecuali semua orang di kediaman baron sudah mati, mereka pasti akan menolong putra ketiga baron. Apapun yang terjadi, aku bahkan tidak akan tau bagaimana aku mati!

“Dia terlalu kuat dan punya banyak penjaga didekatnya. Aku tidak bisa menangkapnya. “ Aku bahkan lebih putus asa sekarang.

“Omong kosong! Kamu adalah murid pilihanku!” Pink cemberut, dan kemudian dia menarik tanganku dan menarikku ke rumahnya. Mayat satu ini mungkin terlihat seperti gadis kecil, tapi kekuatannya setara dengan kerbau. Aku tidak bisa membebaskan diriku sendiri dari cengkramannya sama sekali, dan hanya bisa membiarkan diriku ditarik menjauh.

Hiks! Perasaan ditarik oleh seorang gadis kecil sungguh mengerikan! Dua-pertiga dari tubuhku menyeret tanah….

Wham!

Setelah menarikku kedalam rumahnya, dia membanting pintu tertutup dengan satu tangan. Dia lalu melepaskan tanganku dan mulai menggali di peti yang ada disamping, melemparkan tumpukan barang acak dalam proses. “Mayat pembersih” disampingnya mulai memungut barang yang tuannya lempar dengan patuh.

Saat aku menonton Pink menggali disana-sini,  tercengang, sampai sepasang celana berenda milik gadis kecil terbang keatas kepalaku. Aku akhirnya tidak bisa menahannya lagi dan membuka mulutku untuk bertanya, “Sebenarnya apa sih yang kamu cari?”

“Ketemu!” Pink berteriak dengan keras pada saat yang sama dan kemudian mengambil sebuah lencana seukuran telapak tangannya dari dasar peti.

Sekali lagi, aku berdiri tercengang saat melihat Pink berjalan kearahku dengan lencana ditangannya. Dia memasang lencana itu di dadaku dengan suara click kecil. Aku melihat kebawah untuk mengamati lencana didadaku. Bagian dasarnya hitam, dan garis silver membentuk motif naga simpel. Designnya secara keseluruhan simpel dan elegan; terlihat lumayan indah sebagai aksesoris.

Tetapi, semua barang di rumah Pink selain lolipop strawberry tergolong berbahaya, mulai dari bahaya, sangat bahaya, sangat amat bahaya, sampai level penyebab-kiamat. Jelas tidak ada aksesori disini yang tidak berbahaya.

“Apa ini?” Aku bertanya dengan sedikit panik. Bagaimanapun, lencana dengan level bahaya yang tidak diketahui terpasang didadaku!

“Ouch!”

Pink menggunakan kukunya untuk menggores jariku, dan kemudian dia mengangkat tanganku ke lencana. Beberapa tetes darah menetes ke lencana samapi lencana tersebut mulai bercahaya dengan cahaya silver yang sangat samar. Aku mengerti bahwa cahaya ini berarti lencana ini mengakuiku sebagai pemiliknya.

Di dunia ini, ada banyak benda yang mengharuskan darah diteteskan pada mereka, dan beberapa memerlukan ritual yang lebih merepotkan, sebagai contoh menambahkan mantra sihir untuk memastikan kepemilikan sebelum memperlihatkan kekuatan aslinya.

Sebagai contoh, Divine Sun Sword milikku memerlukan mantra sihir yang sangat rumit ditambah dengan darahku dalam jumlah yang besar untuk mentransfer hak kepemilikan dari guruku kepadaku. Setelah itu, hanaya aku yang dapat menggunakan kekuatan penuh Divine Sun Sword, sementara orang lain hanya dapat meggunakannya sebagai pedang besi biasa.

Ditambah lagi, semua barang yang memerlukan konfirmasi kepemilikan berbagi karakteristik yang sama: semuanya sangat berharga, berarti, dan mahal tanpa tandingan!

Seseorang mungkin tidak bisa membeli item seperti ini bahkan dengan penyimpanan penuh ducat emas, tapi Pink memberikannya kepadaku seakan akan ini bukan apa-apa. Untuk berkata aku tidak tersentuh sama sekali sudah pasti merupakan kebohongan.

Di samping itu, aku melihat bahwa eksperesi Pink tidak terlalu baik. Lagipula, darahku, yang diketahui sebagai benda paling suci sedunia, bisa dibilang musuh alami bagi semua makhluk kegelapan.

“Selesai!” Pink menghembuskan nafas lega dan menarik tangannya. Lencana ditangannya jauh kepangkuanku dengan sendirinya. Aku mengambil lencana itu dan bertanya dengan penasaran, “ Apa ini?”

Mata Pink bersinar dengan humor, dan dia dengan paksa menyuruhku, “Teriakkan, ‘Dragon’s Saint Brigandine3, dalam nama keturunan sang naga4, aku memerintahkanmu, aktifkan!’ ”

Aku sedikit ragu-ragu. Dewa mana yang menciptakan mantra ketinggalan jaman ini?

Aku memikirkannya sebentar dan memutuskan bahwa Pink tidak akan melukaiku, atau lebih jelasnya, kalau dia ingin melukaiku, dia tidak perlu melakukan sesuatu yang serepot ini, jadi aku mengulangi kata-katanya dan berkata, “Dragon’s Saint Brigandine, dalam nama keturunan sang naga, aku memerintahkanmu, aktifkan!”

Segera setelah aku selesai mengucapkan mantra, lencana ditanganku mulai bersinar terang dan tiba-tiba membebaskan dirinya dari tanganku dan melayang di tengah udara, sementara cahaya silver lembutnya berubah menjadi cahaya membutakan. Aku hanya bisa menutup mataku karena cahaya itu, dan aku hanya bisa merasakan lencana itu terpasang sendiri didadaku dengan erat. Pada awalnya, besarnya hanya sebesar telapak tangan, tapi lama kelamaan bertambah besar dan besar, samapi akhirnya menutupi seluruh dadaku, dan lalu menutupi punggung dan tangan…

Sejujurnya, aku benar-benar gelisah; siapa tau lencana ini benar-benar pengundang-bencana, tapi situasi saat ini sama seperti anak panah yang sudah dipasang di busur. Hampir seluruh tubuhku sudah ditutupi- apa lagi yang bisa kulakukan pada tahap ini?

Karena aku tidak bisa melakukan apa-apa, lebih baik aku sekalian menutup mataku dan menahan sampai selesai!

“Woooow! Badan Sun sebagus yang kuharapkan!” Seruan Pink terdengar ditelingaku. Apa? Aku punya badan yang bagus? Jangan bilang aku telanjang!

Aku cepat-cepat membuka ata dan menatap kebawah. Untungnya, aku tidak melihat warna kulit sama sekali. Sebagai ganti, pakaianku telah berubah menjadi leotard ketat warna hitam… Tidak heran kenapa Pink berkata badanku sangat bagus.

Leotard ketat ini mengeluarkan cahaya keperakan. Ada beberapa armor perak di titik vital seperti dadaku dan bagian bawah tubuhku, dan bahkan sepatuku berubah menjadi sepasang sepatu perak juga. Saat aku mengamati armornya dengan teliti, aku menemukan bahwa sebenarnya benda ini terbuat dari sisik sebesar kuku jari, jadi mobilitas dan gerakanku tidak terhambat sama sekali.

“Ini benar-benar barang dengan kualitas bagus…” Aku hanya bisa menghela napas sebagai pujian, tapi selama mendesah, aku menyadari bahwa suaraku juga telah berubah. Tidak benar-benar berubah, lebih seperti saat aku berbicara dengan suara terendam.

Kupikit itu aneh, jadi aku meraba wajahku, dan aku lalu menyadari kalau bagain bawah wajahku ditutupi dengan armor sisik ringan juga.

Penuh rasa ingin tahu, aku berjalan didepan satu-satunya cermin di rumah. Aku melihat cermin dan melihat bahwa laki-laki yang menatapku balik memakai leotard ketat, dengan sisik perak yang hanya menutupi bagian bawah wajah, bagian vital, dan kaki, yang kesemuanya berkerlip dengan cahaya kecil. Penampilannya keseluruhan sangat keren dan tampan, terutama dikombinasikan dengan rambut hitam dengan garis perak. Bisa dibilang kalau penampilan keren ini bisa membuat semua wanita dari umur delapan ke delapan puluh pingsan…. Tunggu, tunggu sebentar! Rambut hitam dengan garis putih?

Aku terpaku

“AHHHHHH! Warna rambutku berubah! Rambut pirang keemasanku!  AHHHHHHHHH! Aku akan kehilangan pekerjaan! Aku tak bisa jadi Sun Knight lagi! Aku gak mau bertemu dengan God of Light karena aku depresi dari tidak punya pekerjaan!”

Laki-laki di cermin yang dapat membuat semua wanita dari umur delapan sampai delapan puluh tahun pingsan sekarang sedang memegang pipinya dan menjerit sejadi-jadinya.

“Keributan ini membunuhku,” komentar Pink sambil menjilat lolipopnya di sampingku.

Kalau kamu menyediakan 300 cc darah5 kepada lencana itu, kamu bisa berubah sekali. Durasinya dibawah 3 jam, dan setiap jam setelahnya memerlukan 200cc tambahan. Aku menyarankan kamu menjaga waktu transformasi dibawah 5 jam setiap pemakaian, atau kalau tidak kamu bisa dengan mudahnya mati dari kekurangan darah,” jelas Pink.

Kenapa kedengaranya agar dia bekerja, aku harus membayarnya dengan darah sebagai gaji?

“Akan tetapi, sesudah transformasi, kamu harus menunggu 24 jam sebelum kamu bisa berubah lagi,” lanjut Pink.

Jadi benda ini bahkan butuh waktu istirahat. Bukannya hanay bekerja 5 jam perhari sedikit keterlaluan?

“Saat berubah, pertahananmu dilipatgandakan, kekuatanmu dikali dengan 1.6, kemampuanmu melompat dikali dengan 1.5, dan kecepatanmu dikeli dengan 1.2.”

Benar-benar kumpulan angka yang merepotkan- kenapa tidak langsung dan melipatgandakan semuanya dengan dua?

“Setelah penambahan kemampuan, Sun, kekuatanmu mungkin… 85% dari Kapten-Judgment Knight!”

Sialan! Kamu tidak perlu mengingatkanku betapa lemah kemampuan bertarungku, iya kan?

“Tapi mengingat kemampuan tidak normalmu untuk memulihkan diri yang bahkan lebih kuat dari makhluk undead, kalau kamu bisa bertahan melawan Kapten-Judgment Knight selama 3 hari dan 3 malam, kamu pasti akan menang!”

“… Apa kamu lupa kalau armor ini menghisap darah? Lupakan 3 hari 3 malam; aku bakal menjadi mayat kering hanya setelah 1 hari dan dua malam!”

“Oh, itu benar. Aku sudah lupa kalau armor ini memerlukan darah.. Lupakan saja kalau begitu! Aku aka menunjukkan beberapa mantra necromancy6 untukmu… Perhatikan baik-baik!”

Jangan! Aku adalah Sun Knight yang suci, kalau orang lain tau kalau aku bisa menggunakan mantra necromancy, aku akan diikat di tiang kayu dan dibakar sampai mati!

… Aku mempelajarinya? Ya Tuhan! Aku hanya melihatnya sekali dan aku sudah menguasainya. Ahhh! Jangan bilang kalau aku bukan hanya penyembuh alami dan penyihir genius, tapi juga necromancer yang sangat diberkati?

“Sun… Saat kamu menjadi holy knight, apa kamu memutuskannya dengan melempar dadu? Dewa Dadu pasti punya dendam padamu..”

Jangan tanya lagi… hiks!

Aku menghabiskan waktu lebih dari satu jam di gubuk Pink, mendengarkan penjelasannya mengenai fungsi Dragon’s Saint Brigade, ditambah secara tidak sengaja mempelajari beberapa mantra necromancy… Ya Tuhan! Aku harus hati-hati untuk tidak pernah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, atau aku akan dalam masalah besar.

Pink menjadi lebih dan lebih antusias untuk mengajariku mantra necromancy. Saat dia bahkan ingin mulai mengajariku mantra necromancy lanjutan, aku harus kabur secepatnya dari gubuk itu untuk menghindar dari menjadi master necromancer bahkan sebelum menyadarinya.

Mari lakukan beberapa hitungan : kalau aku bisa menemukan putra ketiga baron dalam waktu setengah jam,  menghabiskan setengah jam lagi membawanya ke tempat terpencil, dan kemudian menghabiskan setengah jam lagi untuk memaksanya untuk mengaku menggunakan mantra necromancy yang Pink telah ajarkan padaku, aku mungkin bisa menjaga waktu transformasiku dibawa tiga jam. Yang berarti aku tidak harus membayar darah tambahan ke armor vampir ini!

Untuk orang kehilangan darah secara rutin, berita ini benar-benar patut dirayakan!

Maka, tanpa basa-basi, aku langsung mencari putra ketiga baron, sehingga aku bisa memaksanya untuk mengatakan yang sebenarnya menggunakan kekuatan fisik dan sihir hitam.

[Akhir dari The Legend of Sun Knight volume 1 bab 6]

Catatan Kaki

1Luka Baring: luka yang terjadi karena hewan berbaring terus-menerus sehingga hewan tersebut sakit tidak dapat berdiri, info lebih lanjut di http://id.wiktionary.org/wiki/luka_baring

2Master Knight: Penerjemah kehabisan kata-kata untuk menerjemahkan kalimat ini ke Indonesia. Karena pada dasarnya kata yang digunakan lumayan umum di Indonesia, maka diputuskan untuk dibiarkan saja.

3Dragon’s Saint Brigandine: lencana yang diberikan Pink pada Sun, memerlukan darah pemiliknya untuk registrasi dan pengaktifan.

4Keturunan sang naga: orang china bisa merujuk diri mereka sendiri dengan sebutan ini.

5…menyediakan 300cc darah… : pada teks aslinya menggunakan gram, tapi karena cairan dihitung dengan satuan cc, maka terjemahan Inggris dan Indonesia menggunakan cc.

6Necromancy: Sihir hitam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *