The Legend of Sun Knight V1C7: “Jangan Meremehkan Apapun; Bahkan Kaus Dapat Menggigit Jika Ia Marah”

Legenda Kesatria Surya volume 1: Sebuah Pengenalan Teori Kesatria Surya

Novel asli oleh : 御我 (Yu Wo)


Peraturan Ketujuh Kesatria Matahari: “Jangan Meremehkan Apapun; Bahkan Kaus Dapat Menggigit Jika Ia Marah” – diterjemahkan oleh saintazura

 

Setelah keluar dari rumah Pink, aku mendorong perjalananku kedepan dengan segala kemampuanku untuk menghemat sedikit darah yang tersisa di badanku.

Selain itu, walaupun kaus dibadanku dingin dan nyaman, kaus ini juga sangat merepotkan. Mengenakan kaus ini di jalan utama sama saja dengan mengumumkan kalau aku adalah orang yang mencurigakan! Aku berani bertaruh bahwa aku bahkan tidak perlu berjalan setengah blok sebelum Pasukan Militia Kesatria Kerajaan ditambah Holy Knight untuk mencegatku, dan kemudian bersama-sama mereka akan mengundangku untuk minum teh dengan Judgment Knight.

Maka aku hanya bisa menjadi gentleman yang berjalan di cahaya , spesialis berjalan di langit-langit… atau dalam kata lain, atap.

Untungnya, sekarang malam hari, dan dengan langit gelap, pandangan mata terbatas. Kalau tidak, bahkan kalau aku berjalan di atap aku masih harus berdoa agar mata para kesatria dan kesatria suci untuk dikaburkan dengan daging kerang1, jadi aku tidak akan terlihat.

Aku melompat dan terbang diantara atap dengan mudah, tubuhku sangat lincah sampai aku pikir aku bisa terbang. Lompatan santaiku lebih tinggi dari tinggi dua orang, dan yang bahkan lebih mengesankan adalah pendaratanku sediam seekor kucing.

Itu membuatku sangat bahagia sampai aku ingin mengeluarkan tawa maniak.

Pink benar-benar makhluk yang telah hidup untuk waktu yang tidak diketahui. Apa yang dia dengan mudahnya berkan pada orang lain semuanya harta yang luar bisa, walaupun nama kaus ini terlalu aneh. Kenapa benda ini harus dipanggil dengan nama aneh seperti Dragon’s Saint Brigandine? Jaman sekarang, bukannya semua harta dipanggil dengan Pedang Atlantis atau Berkat Dewi XXX dan seterusnya?

Walau begitu, daripada nama “Dragon’s Saint Brigandine”, fakta bahwa kaus ini menghisap darah untuk bekerja bahkan lebih aneh. Kemana darah yang dihisapnya pergi?

Walaupun aku curiga kaus ini mungkin sejenis makhluk undead, darahku mungkin merupakan benda paling suci di dunia ini. Jangankan menghisap 300cc darahku; bahakn 1cc akan membuatnya memperlihatan wujud aslinya.. Tapi lagi, mungkin bentuk aslinya memang kaus?

Pelayanmu memang benar sebuah kaus.

Aku menghentikan langkahku dan melihat ke kiri dan kanan. Selain aku, satu satunya benda di atas atap adalah langit yang dipenuhi bintang. Jadi siapa yang mengucapkan kalimat tadi? Mungkin aku mulai mengalami delusi, karena kehilangan banyak darah?

Pelayanmu belum menghisap darahmu. Tagihan darah akan dibayar setelah transformasi tuan disudahi.

“Ohhhh… Jadi seperti itu!” Aku menganggukkan kepalaku, mengindikasikan aku mengerti. “Memang lebih pertimbangan seperti ini, karena orang menggunakan kaus ini untuk bertarung. Kalau mereka pusing dan tidak stabil di kaki karena kekurangan darah, mereka pasti akan kalah.”

Tuanku, kamu terlalu memuji.

“Tidak, tidak. Apa yang kukatakan memang benar; ini benar –benar… sangat… dipertimbangkan….”

Semakin banyak yang kukatakan, semakin lambat aku berbicara dan semakin lebar mataku. Setelah beberapa lirikan ke kanan dan kiri, aku bisa menjamin bahwa satu-satunya benda disekitarku yang bisa berbicara adalah-!

Lalu apa yang berbicara denganku? Lebih lagi, dia bahkan sangat sopan!

Pelayanmu adalah Dragon’s Saint Brigandine.

“Kamu kaus hitam yang ada ditubuhku?” Aku menundukkan kepalaku dengan ragu, melihat pada kaus hitam dingin dan nyaman yang dilapisi dengan armor silver ringan, dan berkata dengan sedikit rasa curiga, “Buktikan?”

Bagaimana, kalau boleh saya bertanya, tuan ingin saya buktikan?

“Ada apa dengan ‘tuanku’ dan ‘pelayanmu’? Cara memanggil orang ini sungguh aneh.” Aku menggelengkan kepala, dan berkata dengan sikap sambil lalu, “Bergerak saja sedikit!”

Seperti permintaan tuanku.

Aku baru saja mendengar kata “wish” saat tubuhku langsung merasa aneh. Kenapa… rasanya ketat?

Kebingungan, aku menundukkan kepalaku dan tanpa daya melihat pinggangku menjadi lebih kecil dan kecil… Saat aku berdiri disana kebingunan dan dengan mata terbelak pada pinggangku yang hampir berukuran dua puluh lima inci, rasa sesak muncul di dadaku. Aku dengan cepat berteriak, “Stop, stop, stop! Aku hampir tercekik sampai mati! Aku percaya kalau kamu adalah Dragon’s Saint Brigandine, jadi cepat hentikan!”

Sesuai permintaan tuanku.

Aku sedikit tersentuh untuk melihat pinggangku menjadi ukuran normal lingkar pinggang laki-laki (tiga puluh inci) sekali lagi

“Waktu benar-benar sudah berubah!” Aku mendesah dengan ratapan dalam.

Dulu hanya pedang berharga atau batu mulia yang bisa berbicara.  Di masa sekarang, bahkan pakaian bisa membuka mulut mereka untuk berbicara!

Lain kali, sebelum membeli baju, aku harus mengetes apa dia bisa berbicara atau tidak. Kalau aku tidak mengecek dan mereka mulai mengadakan “Pertemuan Baju” di kamarku, aku pasti hanya bisa membakar semua bajuku. Lalu hanya setelah membakar mereka aku baru ingat kalau mereka dibeli dengan uangku… akhirnya, aku akan mati dengan tidak elegan-karena sakit hati.

Pelayanmu sangat menyesal. Pelayanmu tidak akan membuka mulutnya untuk berbicara seenaknya di masa depan.

Benar benar kaus yang penurut dan pintar! Aku hanya bisa bertanya, “Karena kamu sangat penurut, bisakah kamu tidak mengisap darahku setelah transformasiku usai?”

Pelayanmu- pelayanmu tidak bisa menuruti perintah ini…

Seperti yang diduga, itu masih tidak mungkin. Aku mendesah. Lupakan. Setelah ini, lagipula aku kemungkinan tidak akan akan menggunakannya lagi, jadi membiarkannya menghisap 300cc darah bukan masalah.

Tuanku, ada gerakan di depanmu di sebelah kiri, sekitar seribu meter jauhnya.

Apa! Aku sangat terkejut, tapi yang membuatku terkejut bukan gerakan yang ada didepan, tapi fakta bahwa Dragon’s Saint Brigadine ini punya fungsi “radar otomatis”! Yang jelas 300cc darahku tidak terbuang dengan cuma-cuma!

Aku menuju arah yang Dragon’s Saint Brigadine tunjukkan dan menemukan kalau gerakan yang disebutkan sebelumnya berasal dari orang kami sendiri. Tempat ini merupakan lapangan kecil di jalan yang mengarah ke istana. Tapi, tempat ini masih lumayan jauh dari istana dan sekitar dua puluh kesatria suci berkumpul disana. Menilai dari design api di dada mereka, mereka pasti dari Peleton2 Blaze Knight. Terlebih lagi, pemimpin mereka, Kapten-Blaze Knight, juga ada disana.

Melihat situasi ini, aku dengan cepat berbaring di atap untuk menghindari mata jeli kesatria suci. Akan jadi bencana kalau aku dianggap musuh.

Tapi, aku merasa ragu. Jadwal peleton Blaze Knight berpatroli bukan bulan ini… Kalau aku tidak salah ingat, bulan ini seharusnya giliran peleton Judgment Knight. Seteiap kali Peleton Judgement Knight berpatroli, ketertiban di kota akan menjadi sangat bagus untuk bulan itu. Lupakan berkelahi di jalan, bahkan pasangan yang bertengkar hanya berani beradu mulut dengan suara kecil dibalik pintu tertutup.

Untuk bulan ini, satu satunya kejadian besar yang terjadi adalah Death Knight yang menimbulkan kerusakan. Satu-satunya alasan kenapa Death Knight bisa menimbulkan masalah sepanjang ini dan masih belum disingkirkan dengan mudah oleh peleton Judgment Knight adalah karena semua orang punya pengertian umum bahwa makhluk undead harus diserahkan kepadaku, Sun, untuk ditangani.

Keraguanku tidak bertahan lama, karena ada sesuatu yang jauh lebih mengejutkan. Musuh yang sedang dihadapi oleh peleton Blaze Knight  adalah – sang Death Knight!

Tidak salah lagi, karena orang berwarna pucat inilah yang menebasku dengan pedangnya. Tepat sebelum dia pergi dia bahkan mengatakan dia akan datang untuk menemukanku, yang hampir membuatku kehilangan cukup darah untuk menemui God of Light.

Tapi, kenapa sepertinya dia sedikit berubah?

Aku mengerutkan alisku, memperhatikannya dari atas ke bawah. Sepertinya… dia lebih hitam dari sebelumnya? Apa mungkin orang ini membenci kulitnya yang terlalu pucat, jadi dia pergi berjemur?

“Ha! Akhirnya aku menemukanmu.”

Tawa dingin Blaze menarik perhatianku kembali. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan kalau Blaze sebenarnya bisa tertawa dengan dingin. Bukannya dia selalu sangat kurang ajar, dan gerakannya sesopan gorilla? Tawanya harusnya antara sangat keras atau gila.

Apa mungkin Blaze juga orang yang penampilan luarnya tidak sesuai dengan kepribadian aslinya ?

Aku bahkan berpikir kalau diantara dua belas Kapten, dia adalah yang reputasinya paling sesuai dengan kebenaran. Lagipula, aku menjadi familiar dengan enam calon kapten dari faksi ”lembut dan baik hati” saat aku mulai mempelajari tata cara seorang Sun Knight pada umur sepuluh tahun. Dalam kenyataannya, kami semua sangat paham kepribadian kami saat kami baru mulai.

Storm sebenarnya merupakan anak yang sangat pemalu saat kecil. Menurut gosip gurunya membutuhkan waktu tiga tahun hanya untuk mengajarinya cara untuk mengedip pada wanita tanpa merona.

Leaf selalu menjadi anak kesayangan yang baik hati dan sopan. Setelah melewati ajaran tentang bagaimana menjadi orang baik, aku memperkirakan bahwa di dunia ini, hanya ada beberapa orang yang lebih baik dari dia.

Orang itu, Earth, sebenarnya sangat pemberontak dan tidak suka mengikuti aturan. Bahkan aku tidak tau sebesar apa upaya yang dihabiskan gurunya untuk membuatnya paling tidak tahu bagaimana tampil jujur dan dapat dipercaya di permukaan.

Untuk Blaze, dia sudah seperti monyet liar sejak kecil, dan tidak memerlukan pelatihan untuk kepribadian yang Kapten-Blaze Knight harus tampilkan.

Kalau untuk faksi “kejam dan berhati dingin” dari dua belas holy knight, kami baru kenal satu sama lain saat berumur sekitar sebelas atau dua belas tahun. Pada saat itu, kami semua sudah melewati tiga tahun kerusakan… *ahem* maksudku, pembelajaran.

Maka, aku tidak terlalu yakin tentang kepribadian asli dari enam kapten dari fraksi “ kejam dan berhati dingin”. Aku hanya mendengar sedikit mengenai mereka dari Judgment Knight.

“Aku adalah sampah yang melukai Sun dan bahkan membuatnya dicurigai! Kamu hampir membuatku membunuhnya dengan tidak sengaja!” Blaze menggerakkan  tangannya ke belakang dan menarik keluar pedang kembar yang dia bawa dipunggungnya. Kedua matanya merah dipenuhi kemarahan, dan terlihat seakan akan bahkan rambutnya berdiri di ujung. Mendengar itu, aku terdiam untuk beberapa waktu. Jadi Blaze sangat marah karena apa yang terjadi kepadaku? Itu menjelaskan kenapa perilakunya tidak normal! Ini tidak bisa dihindari, karena Blaze bisa dibilang sudah mengidolakanku sejak kami masih kecil. Bahkan sampai sekarang, aku masih tidak mengerti kenapa dia mengidolakanku.  Mungkin karena gurunya telah memasukkan terlalu banyak pikiran seperti ini di kepalanya.

“Aku…bukan…SAMPAH!”

Sang Death Knight menggeram dengan suara serak. Aura kegelapan yang mengelilinginya tiba tiba membengkak dan pedang ditangannya terlihat lebih ganas. Tidak perlu dikatakan lagi, pedang itu cukup untuk membuat manusia menjadi danging cincang, dan mata pedangnya menyerupai bentuk manusia yang kesakitan.

Keadaannya tidak bagus… Sepertinya blaze telah mengganggu titik peka Death Knight dan membuatnya kehilangan kendali.

Aku mulai kesal pada diriku. Kenapa aku bisa lupa bertanya pada Pink apa pedang Death Knight merupakan miliknya, dan apakah benda itu punya kemampuan spesial atau tidak?

Lebih parah lagi kemampuan bertarung Blaze knight tidak sebagus Ice, jadi dia pastinya tidak bisa mengalahkan Death Knight.

Untungnya, Blaze tidak sebodoh itu untuk bertarung satu lawan satu melawan Death Knight. Hanya dengan satu lambaian tangannya, Blaze memberi sinyal pada peleton holy knight yang terlatih untuk mengelilingi Death Knight dalam grup. Dua dari mereka berjalan ke dalam lingkaran dan, bersama dengan Blaze, membentuk segitiga mengelilingi Death Knight di tengah-tengah.

Kerja bagus! Diam-diam aku memuji dalam hati. Pertama, lingkaran itu mencegah Death Knight dari lari saat dia kalah dalam pertarungan seperti waktu lalu. Pada saat yang sama, lingkaran itu juga punya tujuan untuk melindungi para penonton, walaupun tidak ada seorang pun di lapangan. Sepertinya, kerumunan orang sudah dibubarkan oleh Blaze. Tapi, masih ada beberapa rumah warga disekitar. Bagi Death Knight, rumah para warga tidak lebih dari model kertas. Akan sangat buruk kalau dia menghancurkan dinding dan menahan warga di dalamnya sebagai tawanan.

Walaupun aku memuji cara Blaze menangani masalah, sang Death Knight terlihat menjadi lebih marah karena tindakan ini. Api dimatanya bergetar saat ia menggeram. “Tidak tau malu, kalian tidak tau malu! Kalian tidak cocok menjadi holy knight!”

Mendengar itu, aku menyerngit. Dalam hati, aku berpikir, apa ini berarti Death Knight ini punya hubungan dengan kami, para holy knight?

Bagi sebagian besar orang, bila mereka melihat perilaku yang tidak sesuai dengan keadilan atau moral mereka akan berkata bahwa perilaku itu tidak cocok untuk seorang “knight”. Mereka mungkin tidak akan dengan khusus mengatakan bahwa perilaku itu tidak sesuai dengan seorang “holy knight”. Ini karena, selain kepada siapa mereka memberikan kesetiaan, pada dasarnya tidak ada perbedaan dalah tata cara bagaimana seorang knight dan holy knight harus bertindak. Bisa dibilang bahwa holy knight hanya salah satu cabang dari knight.

Blaze pada dasarnya punya kepribadian yang mudah meledak, dan sehabis dibentak oleh Death Knight, menolak untuk dikalahkan. Dengan cepat, dia membalas dengan raungan, “Kamu yang tidak cocok menjadi mayat; mayat seharusnya menutup mulut mereka! Maju!” Baris terakhir merupakan perintah kepada da orang dari peleton Blaze Knight.

Setelah memberikan komando, Blaze sendiri langsung maju ke depan untuk menghadapi Death Knight. Dua anggota dari peleton holy knight dari belakang sepertinya sudah terbiasa dengan ulah ceroboh kapten mereka, sehingga mereka mengurangi ukuran lingkaran secepatnya, dan pada saat yang sama membantu Blaze dalam pertarungan.

Walau sepertinya mereka dalam posisi yang tidak menguntungkan bahkan dengan tiga orang menghadapi Death Knight, aku tidak terlalu khawatir. Bahkan bila Blaze dan dua anggota dari kompi kesatria tidak bisa menghadapi orang ini, masih ada dua puluh anggota peleton holy knight di pinggir lapangan.

Aku menolak untuk percaya bahwa Death Knight bisa menang melawan semua orang ini! Lagipula, semua holy knight yang dipilih untuk mengikuti kedua belas Kapten merupakan para elit dari Kuil Suci.

Dalam waktu singkat selama aku berpikir, Blaze sudah memanggil dua holy knight lain. Dengan Blaze di tengah, lima orang bertarung melawan Death Knight dengan koordinasi sempurna diantara mereka.

Melihat situasi ini, aku bahkan lebih tenang. Walaupun Blaze sedang marah, dia jelas belum kehilangan kontrol. Seperti biasa, dia menangani situasi ini dengan cara terbaik, untuk tidak menyerang dengan tidak sabar, tapi dengan menghadapi Death Knight dengan teliti dan untuk melemahkan lawan secara perlahan

“Tidak tau malu, tidak tau malu, tidak tau malu!”

Tiba-tiba sang Death Knight seakan tergagap, dia mengulangi kalimat ini terus menerus. Pada saat yang sama, dia terlihat bahkan lebih gelap…

Bukan! Aura hitam disekelilingnya yang menjadi lebih berat.

Melihat Blaze, aku menyadari bahwa dia sepertinya tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan sang Death Knight. Kemungkinan besar, perubahan kecil di aura hitam adalah sesuatu yang hanya aku, Sun Knight yang mempunyai 100% atribut suci, bisa rasakan. Benar-benar nasib buruk! Aku harus menemukan cara untuk memperingati Blaze.

Setelah berpikir sebentar, kupikir akan lebih baik untuk ikut dalam pertempuran secara langsung. Paling tidak, aku bisa lari tanpa bertanggung jawab sesudahnya.

Tepat saat aku akan menarik Divine Sun Sword-ku… dimana Divine Sun Sword-ku? Aku mencari seluruh tubuhku, dan badanku benar-benar tidak jelek… *Ehem!* Pendeknya, aku mengenakan leotard dibadanku, jadi aku tidak melihat ada tempat untuk menyembunyikan senjata sama sekali.

Melompat ke tengah pertemputan tanpa senjata? Blaze mungkin akan menganggapku sebagai pengganggu, dan berteriak untuk menyuruhku pergi ke sisi dan meminum susu.

Tuanku, pelayanmu bisa menyediakan senjata.

“Benarkah?” Aku mngulurkan tanganku dengan bahagia. “Berikan aku satu, cepat!”

Tuanku, pelayanmu punya kewajiban untuk mengingatkan bahwa senjata harus ditukar dengan 200cc darah.

“Apa kamu penjual di pasar hitam? Kamu harus mengihisap darahku hanya untuk mengeluarkan senjata?” dengan terkejut aku bertanya, “Itu benar! Kamu adalah kaus! Grr… benar-benar mengesalkan! Kamu ‘kaus hitam’!”

Aku sangat marah sampai menggertakkan gigi. Akan tetapi, saat menundukkan kepalaku, aku melihat bahwa walaupun sang Death Knight sudah terkepung dan luka dibadannya sudah bertambah lumayan banyak, aura hitam disekelilingnya setebal tinta. Bahkan Blaze telah menyadari ada sesuatu yang salah. Ekspresinya menunjukkan keraguan dan ketegangan, tapi sepertinya dia tidak punya niat untuk mundur.

Kamu gorilla besar, dimana peringatanku pergi? Bukannya aku sudah bilang lebih baik mundur daripada dengan keras kepala memaksakan diri?

Tidak punya pilihan lain,  aku hanya bisa berkata pada kaus, “Cepat dan berikan aku senjata!”

Sesuai permintaan tuanku.

Tepat setelah Dragon’s Saint Brigandine selesai berbicara, pinggangku tiba-tiba terasa sedikit gatal. Tanganku memegang pinggangku, dan aku cukup yakin, aku menyentuh sebuah pedang. Aku mengeluarkan pedang dalam satu tarikan…

“F***! Apa ini? Pembuka surat?”

Tuanku, ini adalah Sword Breaker3.

“Breaker? Apa-apaan?”

Aku menetap dengan tidak percaya pada pedangdi tanganku… Bukan! Sebuah belati. Benda kecil ini hanya sepanjang jarak dari sikuku ke ujung jari, yang sepertiganya merupakan gagangnya, seperti mainan anak kecil. Yang aneh dari belati ini adalah bahwa belati ini lumayan tebal, dan terlihat benar-benar kokoh. Bagian belakangnya bergerigi.

Sword Breaker, pendek dan kecil, bisa digunakan untuk membunuh. Apabila rencana penbunuhan gagal, bagian gerigi di belakang pisau bisa digunakan untuk mematahkan pedang lawan sebelum kabur.

Kedengarannya lumayan bagus.. Tapi, aku bukannya ingin membunuh seseorang!” aku memutar mataku

Bahakan kalau aku ingin membunuhnya, sang Death Knight tidak akan mati dari satu tusukan pedang kecil, oke? Lagipula, pedang di tangan Death Knight mungkin tidak akan patah walau setelah dipukul dengan palu besi.

“Apa kamu tidak punya pedang biasa? Bahkan dao juga tidak apa!”

Tuanku, pelayanmu adalah peralatan untuk pembunuh, dan tidak mempunyai senjata yang digunakan oleh kesatria.

“Jaman sekarang ini, bahkan sebuah kaus berbicara soal spesialisasi…” Mendesah, aku menundukkan kepalaku untuk melihat belati di tanganku. Gunakan ini untuk bertarung dengan Death Knight? Aku ingin menangis saat aku bertanya, “Apa kamu punya senjata lain?”

Ya, anak panah membutuhkan 100cc darah; cakar besi membutuhkan 150cc darah…

“… Lupakan aku pernah bertanya.”

Baik.

Aku mendesah sambil memikirkan strategi. Daripada memegang belati dan bergabung dalam pertarugnan, mungkin lebih baik kalau aku kembali ke wujud Sun Knight, lalu turun kebawah dan menggunakan darahku dengan atribut sucinya dan holy magic-ku untuk menolong Balze.

Bagaimanapun juga, kemungkinan besar aku tidak bisa menyelesaikan tujuan asliku hari ini. Aku tidak mungkin bisa meninggalkan Blaze disini untuk pergi menangkap putra ketiga Baron Gerland.

Tepat saat aku akan melompat turun dari atap dan menemukan tempat gelap untuk kembali ke wujud asalku, situasinya sudah mengambil kemungkinan terburuk. Aku merasakan aura hitam yang mengelilingi Death Knight tidak lagi berbentuk bola, tapi seperti sebuah pusaran air. Sang Death Knight berada di tengah pusaran, dengan terus menerus menghisap aura hitam bukan hanya dari daerah sekitar, tapi bahakan seluruh kota ke tubuhnya.

Aku dengan cepat berbalik dan tanpa berpikir, aku menusuk telapak kiriku dengan Sword Breaker, menodainya dengan darahku. Aku melompat dari atap dan berlari ke arah Death Knight, sambil menggunakan “Wings of God” dan “Light Shield” pada diriku sendiri. Hanya ada kalimat di kepalaku.

Aku tidak bisa membiarkan dia berubah menjadi Death lord!

Pada saat ini, aura hitam di lapangan kecil ini sudah cukup tebal untuk membuat mereka dengan tekad lemah mengangkat pedang mereka dan bunuh diri. Bahkan mereka yang mempunyai tekad kuat, seperti kedua puluh holy knight, pucat dan gemetaran. Hanya Blaze yang masuh mampu mempertahankan keadaaan normal, itupun dengan beberapa kesulitan.

“Tidak tau malu!” Sang Death Knight menyerap aura hitam sambil berjalan kearah Blaze. Api dimatanya sudah berubah dari merah pucat menjadi hitam keabu-abuan. Saat dia berubah menjadi Death Lord, matanya akan menjadi hitam pekat.

“Kapten, Kapten Blaze Knight..” saat kedua puluh holy knight melihat bahwa sang Death Knight berjalan kearah kapten mereka, mereka berusaha keras menggerakkan kaki mereka, berusaka maju untuk menyelematkan.

“Pergi! Kalian tidak akan bisa membantu disini, cepat pergi dan beritahu Kuil Suci.” Blaze berteriak ke para holy knight.

“Tidak! Kapten blaze Knight, kamu harus pergi dulu!” para holy knight berteriak bersahut-sahutan.

“Tidak.. satupun dari kalian.. bisa pergi! Kalian orang-orang tidak tau malu!”

Aura hitam yang menyelimuti sang Death Knight berubah dari pusaran menjadi bentuk bulat lagi, dan lalu aura hitam dengan cepat bertambah besar. Pada akhirnya, seperti lapisan cangkang telur, aura hitam menutupi lapangan kecil dengan kuat.

Bahkan kalau itu akan menunda transformasinya menjadi Death Lord, dia tetap berniat untuk melenyapkan peleton holy knight ini.

Target pertamanya adalah pemimpin dari peleton, Blaze Knight.

Blaze mengangkat pedang kembarnya. Aslinya, pedang itu diselimuti api suci, tapi sekarang berkedip seperti api lilin di tengah aura hitam yang menyelimuti langit dan bumi, seakan akan bisa padam kapan pun.

Menghadapi makhluk undead tidak pernah menjadi keahlian Blaze; api sucinya merupakan musuh alami arwah. Walaupun arwah dan makhluk undead lumayan mirip, mereka sebenarnya berbeda. Perbedaan terbesar adalah arwah tidak punya tubuh, tapi makhluk undead setidaknya punya daging.

Efek dari api suci ke arwah sekuat “saat api datang, arwah akan hilang”. Akan tetapi, saat ada tubuh, apinya akan menjadi kurang efektif. Maka, walau makhluk undead juga membenci api, tapi mereka tidak setakut para arwah.

Menangani makhluk undead selalu menjadi area keahlian Sun Knight!

Aku memegang belati, dan diam diam mendekati dua orang yang sedang bertarung…

“Siapa?” Death Knight dengan dinginnya melempar pandangan ke arahku.

Sial! Aku sebenarnya berniat meluncurkan serangan diam-diam, tapi aura suci di badanku benar benar mencolok di tengah tengah aura kegelapan. Bagi Death Knight, aku mungkin seperti obor api di malam yang gelap.

Tanpa basa basi, aku langsung menyerang Death Knight. Praktisnya, tindakan ini juga dengan jelas memberi tanda pada Blaze dan yang lain bahwa aku ada di pihak mereka.

Death Knight sepertinya tidak menganggapku serius, tapi aku memaafkan dia untuk itu. Bahkan diriku sendiri tidak bisa menanggapi seseorang yang memegang belati dan memilih untuk menyerang seseorang terang-terangan dan bukannya membunuh mereka secara diam-diam dengan serius.

Saat aku meluncurkan serangan pertamaku pada Death Knight, dia masih setengah melamun.

Sialan, kamu masih tidak menganggapku dengan serius! Apa kamu pikir aku ingin menghadapimu secara langsung dengan belati? Hanya saja sebagai Sun Knight dengan atribut elemen suci, aku mungkin lebih terang dari matahari di langit bagi Death Knight sepertimu. Tidak mungkin bagiku untuk membunuhmu, jadi apa aku punya pilihan lain selain memegang belati dan ‘membunuh secara terang terangan’?

Saat serangan pertamaku mengiris dada Death Knight, bagian depan badannya tiba tiba mengeluarkan suara mendesis, seperti ikan yang sedang digoreng. Dia juga mengerang kesakitan beberapa kali, dan menggunakan pedangnya untuk menghadang serangan keduaku.

Death Knight melihat kearahku, berkata, ”Seperti yang kuduga, itu kamu.”

Dia langsung sadar kalau aku adalah Sun Knight, sialan! Aku tidak mau ketahuan Blaze dan kesatria suci dibelakangnya kalau sebagai Sun Knight yang bermartabat, aku sebenarnya mengenakan baju hitam dan mengecat rambutku dengan warna hitam aneh dengan garis putih. Yang lebih parah adalah aku dengan bodohnya membuang Divine Sun Sword bersama akal sehatku, dan malah memilih untuk menghadapinya secara langsung dengan belati yang dikhususkan untuk membunuh secara diam diam.

Aku tidak mungkin menjelaskan diriku sendiri dengan berkata, “Aku tidak bersalah! Aku sebenarnya akan melakukan penculikan, jadi aku hanya membawa sebuah belati dan pergi.”

“Su…”

Tepat saat sang Death Knight mulai memanggilku, aku langsung berteriak, memotong di tengah-tengah. “Itu benar, ini aku! Aku adalah pemburu dengan spesialisasi memburu Death Knight, terkenal di bagian utara daratan utama, dan juga terkenal di bagian selatan daratan utama! Aku Su… Supreme dragon4!”

“Supreme Dragon?’ Blaze terdiam untuk beberapa saat, sebelum berputar dan bertanya pada para holy knight di sisinya, “Apa kalian tau Supreme Dragon?”

Duapuluh atau lebih kesatria suci di sisinya menggelengkan kepala mereka bersama dalam kesepakatan.

“Supreme Dragon…?” Death Knight sepertinya terdiam karena gelarku, dan terdengar lebih dari sedikit bingung, dia berkata, “Bukannya kamu… Sun…”

Aku dengan cepat berteriak dengan keras, “Bersiaplah untuk mati! Death Knight, karena sekarang kamu sudah bertemu denganku, pembunuh Death Knight, kamu akan mati!”

“Tapi lagi, bisa dibilang Death Knight sudah lama mati, bukan?” Blaze bergumam di satu sisi. “Ditambah lagi, apa ada sebanyak itu Death Knight untuk diburu di daratan utama?”

“Death Knight, pertarungan cepat untuk menentukan pemenang,” aku berkata pada Death Knight dengan dingin. Aku takut untuk diam ditempat ini untuk terlalu lama, identitasku sebagai Sun Knight bisa dengan diketahui , dan jelas aku tidak mau reputasi yang kutinggalkan ke generasi selanjutnya adalah “Sun Knight dengan hobi memakai kostum”.

Meski demikian, reputasiku bukan masalah, tapi kalau guruku dengan gelar “Sun Knight terkuat” menemukan kalau dia sebenarnya membesarkan ‘Sun Knight dengan fetish kostum” maka aku percaya bahwa akan ada skandal lain yang Kuil Dewa Cahaya harus tutupi.

“Berita mengejutkan! Mantan Sun Knight membunuh Sun Knight!” bukan berita utama yang Kuil mau lihat.

Aku tidak tau apa aku salah lihat, tapi setelah Death Knight diseberangku memdengar kalau aku ingin pertarungan penentuan yang cepat, dia terlihat sedikit ragu. Tapi, setelah melirik Blaze dan yang lain, dia menjawab dengan dingin, “Tepat seperti yang kuinginkan.”

Aku merasa reaksinya sangat aneh. Secara umum, seketika Death Knight bertemu dengan objek obsesinya, dia harusnya menjadi sangat gelisah sampai kehilangan akal sehat… Setidaknya, buku “Pengetahuan Dasar Makhluk Undead”-ku bilang begitu.

Tapi Death Knight sama sekali tidak ceroboh. Setelah dia selesai berbicara, dia langsung memulai menyerang. Tanpa masalah, aku melemparkan Light Ball5, yang merupakan sihir paling dasar. Selain menyediakan penerangan, bola itu tidak merusak apapun. Tapi, dengan penerangan tiba-tiba ditengah malam, langkah ini sudah cukup untuk menghalangi Death Knight yang sangat benci cahaya.

Seperti yang diduga, dia kehilangan pengelihatan karena Light Ball untuk sementara dan bahkan harus menggunakan tangannya untuk menghalangi cahaya. Dibawah mantra “Wings of God” dan efek 2x lebih cepat dari Saint Dragon Brigandine, aku menggunakan kesempatan ini dan dengan cepat muncul tepat di depan Death Knight. Kecepatannya benar-benar mengagumkan; Aku pikir bahkan Judgement Knight pun akan terdesak dengan gerakan ini.

Tentu saja, kecepatan seperti ini membuat lengah Death Knight. Walau dia masih bisa merasakan aura suci dari tubuhku bahkan tanpa bergantung pada pengelihatannya, dengan cara ini dia hanya dapat mendapatkan ide samar tentang posisiku dan tidak bisa memperkirakan gerakanku dengan tepat. Pertama tangan kiriku melayangkan pukulan ke dadanya, dan saat pertahanannya dialihkan ke dadanya, aku merendahkan badanku dan segera menusuk lututnaya dengan Sword Breaker di tangan kananku.

Jalan pikiranku adalah karena musuhku adalah Death Knight, bahkan kalau aku menusuk dadanya, paling itu akan membuat lubang di dadanya. Bagi orang biasa, ini bisa menjadi luka yang fatal, Akan tetapi, Death Knight sudah mati sampai ke tahap dimana dia tidak bisa mati lagi. Kalau soal mempunyai satu lubang lagi di dadanya, mungkin dia malah akan menikmatinya sebagai ventilasi tambahan!

Di lain pihak, kalau aku menyerang lulutnya, kerusakan di lulutnya akan mempengaruhi gerakan Death Knight dalam pertarungan. Jadi, bahkan kalau aku tidak bisa mengalahkan dia dan ingin kabur, aku tidak perlu khawatir apa Blaze dan yang lainnya akan dihabisi oleh Death Knight atau tidak.

Setelah teriak kesakitan dari Death Knight, pengelihatannya juga sudah membaik. Tapi, mentalku sudah siap. Menutup mataku, aku melepaskan Bola Cahaya lain dan mundur. Akhirnya, aku menggunakan Spell of Grease untuk mengisi area diantara aku dan Death Knight dengan lapisan pelumas.

“Argh!”

Death Knight mungkin tidak berpikir kalau ada orang yang akan menggunakan gerakan yang sama dua kali. Lebih lagi, kali ini bola cahaya meledak tepat didepan matanya. Orang bisa melihat dari caranya berteriak kalau matanya benar benar sakit!

Ini benar benar mendebarkan! Jantungku masih berdetak non-stop. Bisa dibilang rencana ini dipikirkan di tempat saat aku bergerak tadi dan menyadari bahwa gerakanku sangat cepat. Kalau aku menggunakan gerakan ini dalam situasi dimana gerakanku atau kecepatanku mengucapkan mantra tidak cukup cepat, aku pasti sudah dihabisi dengan cepat oleh Death Knight selama aku masih menutup mata!

“Orang yang mengenakan kaus hitam benar-benar hina,” Blaze berkomentar. Blaze berdiri di satu sisi dan menjelek-jelekkanku… Aku akan membiarkannya lewat, tapi untuk mengatakannya dengan keras sampai terdengar olehku? Habis kamu!

Salah satu dari holy knight membuka mulut, “Aku mengerti sekarang! Jadi Supreme Dragon adalah…”

Uh oh! Jangan-jangan mereka sudah menyadari kalau aku adalah Sun Knight?”

Para holy knight berkata dengan kompak, “ seorang pem-bu-nuh ba-ya-ran ma-gis !”

Aku hampir terpeleset dan jatuh. terakhir kali aku adalah swordmage, dan kali ini aku menjadi pembunuh bayaran magis?

Sialan! Aku hanya seorang kesatria suci yang menggunakan peralatan pembunuh bayaran dan menggunakan sihir, ok?! Aku tidak punya pekerjaan aneh seperti itu dimana aku belajar sihir dan menjadi pembunuh bayaran… ngomong-ngomong, memang ada pekerjaan seperti pembunuh bayaran magis?

Sh*t! Perhatianku dialihkan oleh Blaze dan yang lain, dan sebagai hasil sang Death Knight sudah menerjang ke arahku. Aku mencoba kabur, tapi aura hitam yang digunakan untuk mencegah Blaze dan yang lain dari kabur tiba-tiba meliputiku. Kecepatan Death Knight sangat cepat sampai aku tidak bisa bereaksi tepat waktu sama sekali, dan holy light yang tidak memerlukan mantra juga tidak bisa menembus aura hitam disekitarku.

Tanpa bisa melakukan apapun, aku akan segera dibagi menjadi 8 potong kecil oleh Death Knight yang marah. Pada saat ini, satu satunya gerakan yang bisa menyelamatkan hidupku muncul di kepalaku. Aura hitam disekelilingku sangat pekat samapi kalau aku menggunakan mantra itu, aku mungkin bahkan tidak perlu mengucapkan mantranya…

“Bone Prison6!”

Dinding sederhana dan simple yang terbuat dari tulang tiba-tiba muncul diantara Death Knight dan diriku.

Aku menggunakannya! AHHHHHHHH! Aku menggunakan necromancy yang diajarkan Pink padaku!

 Ya Tuhan, aku telah menjadi necromancer! Tidak bisa! Sebagai Sun Knight, aku tidak bisa menggunakan sihir hitam seperti ini…

BAM! BAM!

Death Knight mengayunkan pedangnya dua kali, dan temboknya hampir rubuh. Dalam sekejab, ayunan ketiga akan mencincang penjara tulang menjadi tumpukan barang rusak.

“Bone prison! Bone Prison! Bone Prison!” Aku menbangun tiga dinding dalam satu tarikan napas.

“Salah!” Supreme Dragon adalah…”

Sh*t! Blaze telah membuktikan kalau dia benar-benar berasal dari faksi “lembut dan baik hati” sepertiku! Aku takut dia telah mengenaliku dari gerakanku…

“Adalah necromantic assassin!”

“…”

Aku tiba tiba mempunyai keinginan untuk membuang diriku dalam keputusasaan. Saat itu, serangan terus-menerus Death Knight telah hampir menghancurkan ketiga penjara tulang. Aku kehilangan akal untuk kabur, dan hanya mengambil kesempatan saat Death Knight masih menyerang penjara tulang untuk mengucapkan mantra. Aku melemparkan holy light yang telah ditingkatkan. Holy Light bukan hanya memaksa mundur aura hitam disekeliling, tapi juga memaksa mundur Death Knight lebih dari sepuluh langkah.

Kali ini, mereka pasti akan tahu kalau aku bukan pembunuh bayaran magis atau necromantic assassin!

“Semuanya salah!” Blaze dan kesatria suci yang lain berkata, “Jadi Supreme Dragon sebenarnya adalah seorang…”

Hohoho! Akhirnya, aku tertangkap basah! Walaupun mereka tidak bisa menebak kalau aku adalah Sun Knight, paling tidak mereka tau kalau aku adalah seorang holy knight, kan? Aku merasa sedikit lega.

“Holy assassin!”

Pfffft!

Aku menatap pada situasi dimana bahkan sang Death Knight tidak bisa menahan dirinya sendiri dari tertawa dengan pandangan kosong. Benar benar keajaiban dari God of Light! Kesatria suci kami berhasil membuat Death Knight yang mendendam tertawa.

Aku berteriak pada sekumpulan idiot, “Holy assassin kepalaku! Apa mungkin selain para kesatria, God of Light juga akan membesarkan pembunuh bayaran? Sialan! Aku Sun Knight!”

Sialnya, kalimat diatas cuma teriakan hatiku. Kecuali aku ingin guruku mengirimkanku ke God of Light untuk diajar ulang, aku hanya bisa membayangkannya dikepalaku.

“Baiklah, kita telah menonton untuk terlalu lama. Walau aku tidak tau siapa orang dengan kaus hitam, tapi dia sepertinya bukan musuh. Ayo maju dan kalahkan Death Knight bersama-sama.” Blaze berbalik untuk berteriak pada dua puluh atau lebih holy knight.

“OK!” Para kesaria suci beteriak dengan semangat tinggi.

Aku menganggukkan kepala. Denga Blaze dan diriku, ditambah dengan para kesatrai suci, aku percaya bahwa kami dapat menangkap atau membunh Death Knight ini.

Pada saat ini, sang Death Knight denga cepat mengubah aura hitam untuk memisahkan kami dari Blaze dan yang lain, dengan sukses mengurung kami berdua.

“Grisia, kamu sudah menjadi lebih kuat, bagus.”

Mendengar namaku sendiri, aku membeku. Walau namaku bukan rahasia, sangat sedikit orang yang memanggilku dengan nama ini. Mungkin Death Knight ini kenalanku?

“Grisia, kalau kamu tidak terpilih sebagai Sun Knight, menjadi cleric juga tidak terlalu buruk! Kamu bisa membantu menyembuhkan lukaku nanti.”

Death Knight mengatakan sesuatu yang tidak cocok dengan situasi saat ini sama sekali.

Tapi, aku tidak bisa lebih familiar dengan kata ini… dan aku sangat heran. Sekarang aku baru akhirnya melihat wajah Death Knight dengan seksama. Walau sebagian besar wajah Death Knight berwarna keabuan, dan bola matanya berbentuk api, tapi ekspresi serius itu dan bibirnya yang dikatup dengan ketat terasa sangat familier. Aku akhirnya mengenali siapa dia, atau harus kubilang, siapa dia saat dia masih hidup.

“Roland? Kamu Roland?!” Aku berteriak, sangat gelisah. Kenapa bisa Roland?

Roland, knight muda berambut coklat yang permainan pedangnya diperkirakan tiga kali lebih baik dariku, yang bersaing denganku untuk posisi Sun Knight…

Tapi sekarang dia telah menjadi Death Knight.

“Kamu masih mengingatku.” Roland menunjukkan senyum puas

Senyum itu membuatku makin yakin kalau dia adalah Roland. Aku masih ingin bertanya bagaimana dia menjadi Death Knight saat bunyi keras datang dari luar.

“Judge! Cepat, disini…”

Roland juga menyadarinya. Dia berbalik, ingin kabur. Tapi, menolehkan kepalanya untuk melihatku dengan ragu, jelas-jelas takut padaku.

Aku tiba-tiba tidak tau harus berbuat apa. Hatiku berteriak sekuat tenaga, Cegat dia! Dengan kemampuanku, bahkan kalau aku tidak bisa menang melawannya, menghalanginya merupakan tugas mudah.

Ditambah lagi, Kapten Judgment Knight sangat kuat. Dengan ambahan seluruh peleton kesatria suci yang pasti bawanya, ditambah dengan Blaze dan peleton Blaze Knight-nya, bahkan kalau aku tidak ikut campur, mereka pasti masih bisa membunuh Death Knight. Aku adalah Sun Knight dan tidak peduli siapa Death Knight yang ada di depan mataku, dia masih musuhku.

Saat ini, sosok Judgment Knight dan yang lain sudah tampak.

Tidak bisa tinggal lebih lama lagi, Roland berbalik dan kabur.

Aku menatap kosong selama beberapa detik, memandang sosok berlarinya mengecil. Lalu aku juga berbalik untuk kabur, untuk mencegah diriku ditangkap oleh Judge.

Aku adalah Sun Knight, tapi aku juga masih Grisia. Kalau aku harus memegang teguh prinsip Sun Knight dan memusnahkan Death Knight ini, maka paling tidak aku bisa memilih metode pemusnahan.

Roland, aku bersumpah aku akan menemukan pembunuhmu dan membalaskan dendam-mu.

[ Sun Knight Volume 1 Chapter 7 Selesai]

1 Mata dikaburkan oleh daging kerang: Pribahasa Cina “眼睛被蛤蜊肉糊到” yang dianggap vulgar. Artinya seorang lelaki yang terpikat pesona seorang wanita sampai tidak menghiraukan apapun yang ada disekitarnya.

2 Peleton: unit militer yang terdiri dari dua atau empat regu dan terdiri dari 30 sampai 50 prajurit (Untuk informasi lebih lanjut, lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Peleton)

3 Sword Breaker: Belati yang dikeluarkan oleh Saint Dragon Brigade, terjemahan literal ‘pemecah/pemutus pedang’. Dapat digunakan untuk mematahkan pedang musuh.

4 Supreme Dragon: Nama Sun di Cian diucapkan dengan kata Tai Yang. Dalam kasus ini, Death Knight mengatakan “Tai” sebagai kata pertama dari nama Sun, dan Sun sendiri menamakan dirinya sebagai Tai (Yang terhebat/ekstreme) Long (naga). Supreme Dragon disini adalah nama yang digunakan di terjemahan bahasa Inggris, dan digunakan juga dalam terjemahan Bahasa Indonesianya.

5 Light Ball: Terjemahan literalnya ‘Bola Cahaya’. Efeknya kurang lebih seperti Holy Light, namun versi lebih intens dengan ruang lingkup lebih sempit.

6 Bone Prison: Terjemahan literalnya ‘Penjara Tulang”. Mantera untuk memunculkan dinding tebal yang terbuat dari tulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *