The Legend of Sun Knight Side Stories 1: “Untuk Kalian Semua”

Cerita Sampingan Legenda Sun Knight

Novel asli oleh: 御我 (Yu Wo)


Untuk Kalian Semua – diterjemahkan oleh amusement

“Sun!”

Neo menghentikan langkahnya dan berbalik dengan elegan seraya berkata, “Ah! Bukankah Anda adalah Paus kita yang paling luar biasa dan terhormat?”

Mendengar ucapannya, sang Paus pun menghentikan gerakannya dan mulai menatap ke arah Sun Knight yang tengah tersenyum lebih lebar dari biasanya itu dengan waspada. Dengan sedikit curiga, ia bertanya, “Sun, apakah saya telah membuatmu marah akhir-akhir ini?”

“Hoho, bagaimana mungkin sang Paus melakukan sesuatu yang menimbulkan amarah Sun? Hanya saja saya sedang memikirkan siapa yang telah mengatakan kepada saudara-saudara sesama Holy Knight bahwa saya memakai sihir untuk menjaga penampilan supaya tetap seperti penampilan saya di awal umur dua puluhan?”

“…Oh?” sang Paus menyunggingkan sebuah senyuman manis dan memasang ekspresi kebingungan sambil berkata, “Apakah benar-benar ada seseorang yang berkata demikian? Betapa tidak sopannya orang itu! Dia tidak mengetahui fakta bahwa Sun Knight benar-benar tampan secara alami. Bahkan jika ia sudah berumur tiga puluh tahun, ia tetap terlihat seperti saat ia pertama kali menjabat sebagai Sun Knight.”

“Paus, Anda juga selalu awet muda dan ‘imut’!”

“Ha ha ha!” Kedua orang itu menatap ke arah satu sama lain dan tertawa dengan riang.

Wajah Neo menggelap, lalu ia menghunus pedangnya, Divine Sun Sword1. Dengan garang, ia berkata, “Jika lain kali kau berani membocorkan umurku, aku akan membunuhmu.”

“Siapa yang tidak tahu bahwa Sun Knight akan berulang tahun yang ketiga puluh tahun ini?” Sang Paus bergetar oleh amarah. Ia mengarahkan tongkat di tangannya ke arah Neo. “Sampai kapanpun kau tidak diizinkan untuk menyebutku ‘imut’, atau aku akan menjatuhkanmu bersamaku, bahkan jika itu membunuhku.”

Saat kedua orang itu saling menghadapi satu sama lain, tiba-tiba terdengarlah suara langkah-langkah kaki.

Ada yang datang! Neo dan sang Paus segera menyembunyikan senjata mereka, dan kembali memasang senyum elegan dan ekspresi serius mereka. Dengan keingintahuan di wajahnya, sang Paus bertanya, “Sun Knight, masih ada sepuluh kandidat yang tersisa untuk pemilihan Sun Knight tahun ini. Apakah kau sudah membuat keputusan?”

Neo bergumam, “Tahun ini, ada banyak orang berbakat, tapi jika saya harus memilih, saya pikir saya harus mempertimbangkannya lebih jauh.”

“Kalian berdua, berhentilah berakting. Ini hanya aku.”

Orang yang baru saja muncul berpakaian hitam seluruhnya, bahkan warna rambut dan matanya pun gelap. Ia memiliki kerutan yang dalam di tengah alisnya, dan kelihatannya ia biasanya adalah orang yang serius. Tetapi, saat ini ada sebuah senyum pasrah terpampang di wajahnya. Dia berjalan ke sisi kedua orang itu, lalu berbicara kepada Neo, yang telah berhenti tersenyum.

“Sun, ada banyak anak-anak berbakat di antara kandidat-kandidatmu, tetapi jumlah kandidatku mengkhawatirkan. Semuanya adalah anak-anak yang memalukan dan berkepribadian buruk. Aku takut jika aku tidak memilih Lesus, satu-satunya anak baik di antara mereka, aku akan menjadi orang pertama yang akan diadili oleh Dewa Cahaya.”

“Lesus?” Neo memperlihatkan ekspresi kebingungan di wajahnya.

Sang Paus memutar matanya dengan tidak senang dan menjelaskan, “Terakhir kali, saat kau pergi melihat kandidat-kandidat Judgment, dia adalah anak dengan kemampuan terbaik dalam bermain pedang.”

“Oh, anak itu!” Neo menganggukan kepalanya.

“Kau! Tidak bisakah kau mengingat hal lain selain pedang?” kata Judgment, pasrah. Melihat tatapan cuek Neo, ia hanya dapat menghela napas dan mulai menanyakan hal yang ingin ia ketahui. “Kau memiliki banyak orang berbakat. Siapa yang akan kau pilih? Roland? Arthur? Angus?”

Bukan hanya Judgment saja yang menunjukan keingintahuannya, karena bahkan sang Paus mulai menatap dengan tertarik kepada Neo. Namun, Neo hanya menatap balik kepada mereka dengan wajah tanpa ekspresi.

Judgment, yang merasakan bahwa ada sesuatu yang agak aneh, berkata, “Jangan bilang kalau kau bahkan tidak mengingat nama satu kandidat pun…”

Neo mengangkat bahunya dan menjawab, “Aku ingat Roland. Kemampuan bermain pedangnya bagus.”

“Kau ini…”

“Oh, iya, dan Grisia,” kata Neo yang tiba-tiba mengingat nama itu.

“Grisia?” Judgment bertanya dengan ragu.

“Anak yang sangat mahir dalam holy magic2 itu?” sang Paus cepat-cepat berteriak, “Tidak bisa! Aku mau menyeretnya ke dalam kuil; kau tidak diizinkan untuk memilihnya!”

Sedikit terkejut, Judgment bertanya kepada Neo, “Apakah kau mengingat Grisia karena kemampuan Holy Magicnya yang baik?”

“Bukan, itu karena…” Neo mengerutkan dahinya sambil melanjutkan, “Kemampuannya dengan pedang sangat buruk, begitu buruknya hingga sulit bagiku untuk melupakannya, bahkan jika aku mau melupakannya!”

Sang Paus segera tersenyum. “Kalau begitu, lebih baik kau tidak memilihnya. Holy Magicnya sangat baik hingga aku dapat mengingatnya meskipun aku hanya melihatnya sekilas. Dia adalah seorang cleric3! Benar-benar bukan kesatria!”

Yang satu hanya melihat kemampuan bermain pedang, dan yang satunya lagi hanya melihat kemampuan dengan Holy Magic – kalian berdua memang benar-benar tidak jauh berbeda. Di dalam hatinya, Judgment tersenyum kecut.

“Kalau begitu, apakah kau berniat untuk memilih Roland?”

Judgment mengangguk setuju. “Aku juga mengingatnya; kemampuan bermain pedangnya lumayan, dan dia sepertinya adalah anak yang baik.”

“Jadi, apakah kau akan memilih Roland?”

Neo telah mempertimbangkannya, dan sepertinya memang tidak ada yang salah dengan pilihan itu. Dan lagi, selain baik buruknya kemampuan bermain pedang, ia benar-benar tidak bisa membedakan anak-anak itu. Namun, apakah Sun Knight benar-benar harus dipilih berdasarkan baik buruknya kemampuannya bermain pedang?

Melihat keraguan Neo, Judgment berkata dengan heran, “Kau merasa bahwa dia tidak sesuai?”

“Tidak,” Neo berkata dengan santai sambil mengerutkan dahi, “Aku hanya perlu memikirkannya lagi.”

“Kenapa kamu mau menjadi Sun Knight?”

Supaya ia tidak memilih seorang anak hanya berdasarkan pada kemampuan bermain pedangnya, Neo mulai menanyai para kandidat secara privat.

Demi keadilan.

Itu adalah jawaban yang paling umum. Neo tersenyum, dan bertanya kembali, “ Apa itu keadilan?”

Saat mereka mendengar pertanyaan tersebut, anak-anak itu akan kebingungan.

Neo diam-diam menertawakan jawaban itu dalam hati. Demi keadilan?Bagaimana mungkin seorang anak berumur dua belas tahun bisa mengerti arti keadilan? Kemungkinan besar itu adalah jawaban yang diatur oleh pelajaran bodoh para kesatria.

“Kenapa kamu mau menjadi Sun Knight?”

Neo menatap kepada anak berambut coklat di hadapannya, dan ia benar-benar berharap jawaban anak ini akan berbeda – karena anak ini adalah Roland. Sebagai anak dengan kemampuan bermain pedang terbaik, dia memang layak dipertimbangkan. Tatapan matanya penuh dengan tekad dan siapapun dapat melihat bahwa tatapan itu adalah tatapan yang diperoleh dari perjuangan yang panjang.

“Aku ingin menghukum semua pelaku kejahatan!” mata anak itu menunjukan kebencian.

Neo tertegun untuk sementara, lalu secara diam-diam, ia mulai tertawa kecut dalam hatinya. Jawaban ini adalah jawaban yang ingin didengar oleh Judgment… Kenapa malah aku yang mendengarnya?

Ia berpikir sejenak, lalu bertanya, “Kalau begitu, hal apa yang untuknya kamu rela menyerahkan hidupmu?”

Setiap kata yang keluar dari mulut Roland terdengar sangat jelas saat ia menjawab, “Untuk menghukum semua pelaku kejahatan, aku siap melakukan apapun, termasuk mengorbankan nyawaku sendiri!”

Nak, kau telah benar-benar salah memilih. Seharusnya kau pergi untuk bersaing dengan Lesus dan memberi Judgment sedikit lebih banyak pilihan. Neo hanya dapat terus memaksa dirinya sendiri untuk tersenyum.

“Hei, apakah kau sudah memutuskan siapa yang akan kau pilih?”

Neo berbalik untuk menghadap ke arah Judgment saat pria itu datang ke arahnya dengan langkah-langkah pendek. “Aku tidak yakin,” jawabnya, sedikit putus asa.

“Besok adalah hari pemilihan dan kau masih belum yakin?” Judgment bertanya, terkejut oleh jawaban Neo.

Neo tetap diam untuk beberapa saat, lalu bertanya balik, “Judgment, sudahkah kau bertanya kepada Judgment Knight mudamu tentang mengapa ia ingin menjadi Judgment Knight?”

Judgment menganggukan kepalanya. “Tentu saja. Reputasi Judgment Knight tidak begitu baik, dan dalam setiap generasi hanya terdapat sedikit sekali kandidat yang baik. Tetapi kemampuan berpedang Lesus sangat baik, dan moralnya juga baik. Apapun yang dia lakukan menunjukan potensi yang baik, jadi aku juga sangat penasaran kenapa ia ingin menjadi Judgment Knight.”

“Tunggu dulu!” Mendengar itu, Neo menjadi semakin ingin tahu tentang hal-hal lain dan ia tidak tahan untuk tidak bertanya, “Kalau begitu, kenapa kau ingin menjadi Judgment Knight pada awalnya?”

Judgment tertawa. “Kau sudah mengenalku selama hampir dua puluh tahun, dan kau baru bertanya sekarang? Bukankah itu agak sedikit terlambat? Bagaimana kalau kita bertukar jawaban, mengapa kau ingin menjadi Sun Knight?”

“Aku…” Neo menatap kosong saat ia menjawab, “Aku lupa.”

“Itu sangat khas dirimu…”

“Aku benar-benar lupa! Dan bukankah alasan tidak benar-benar diperlukan?” Neo berkata dengan tidak sabar. “Anak umur dua belas tahun tahun mana yang tidak mau menjadi Sun Knight?”

“Itu benar. Sun Knight agung dan mengesankan, tidak seperti Judgment Knight yang mendapatkan celaan kemanapun ia pergi.”

Mendengar hal itu, Neo terdiam. Akhirnya ia bertanya, “Apakah kau menyesalinya?”

“Tidak! Aku tidak akan pernah menyesalinya.”

Judgment berbalik dan menatap langsung ke arah Sun saat ia menguraikan, “Ayahku adalah seorang pemabuk. Jika dia hanya mabuk saja, itu tidak masalah. Namun, saat dia mabuk, dia akan memiliki keinginan untuk memukul seseorang. Pertama, ia memukuli ibuku sampai mati, mendorongnya ke sungai, lalu menyatakan bahwa ia tenggelam. Meskipun aku melihatnya dari awal sampai akhir, waktu itu aku baru berumur 8 tahun dan tidak ada seorang pun yang percaya kepadaku. Setelah itu, dia kembali mabuk dan memukuli adik perempuanku yang berumur 3 tahun sampai mati. Waktu itu aku berumur 12 tahun, tetapi aku tidak mengatakan apapun tentang tindakan criminal ayahku. Aku hanya pergi ke Seleksi Judgment Knight, lalu terpilih sebagai Judgment Knight muda. Setelah itu aku menceritakan hal itu kepada guruku, dan membiarkannya menghukum ayahku.”

Neo terdiam. Dia telah telah mengenal Judgment selama dua puluh tahun, tapi ia tidak pernah mengetahui bahwa Judgment memiliki masa lalu seperti itu. Apakah dia benar-benar terlalu terobsesi dalam melatih permainan pedangnya?

“Karena itu, saat aku bertanya kepada Lesus, aku sudah siap untuk mendengar bahwa ada seorang criminal yang harus dihukum, namun dia benar-benar menolak untuk memberitahuku identitas pendosa itu. Dia hanya berkata bahwa dia ingin menjadi Judgment Knight, karena ia berharap bahwa semua pelaku kejahatan di dunia tidak akan memiliki kesempatan kedua untuk melakukan kejahatan.”

“Jadi, apakah kau puas dengan jawabannya?”

Judgment tersenyum kecil ketika ia menjawab, “Aku tidak berhak untuk kecewa, karena aku sendiri tidak dapat memikirkan jawaban yang lebih baik. Jadi, Neo, apakah kau juga sudah menanyakan pertanyaan itu?”

“Iya!” Neo mengerutkan alisnya lalu menambahkan dengan ragu, “Tetapi kau dan aku berbeda. Aku tidak dapat menemukan jawaban yang memuaskan….Aku…Aku sendiri tidak tahu jawaban seperti apa yang benar.”

Judgment bertanya, “Sudahkah kau bertanya kepada semua kandidat?”

“Belum…” Neo mengerutkan dahinya ketika berkata, “Masih ada Grisia, tapi kemampuan bermain pedangnya…”

“Pergilah dan tanyakan kepadanya!” Judgment berkata sambil tersenyum. “Aku bahkan dapat menemukan kandidat yang memuaskan diantara sekelompok kandidat buruk. Jangan bilang kalau kau tidak percaya bahwa kau bisa menemukan calon Sun Knight?”

Neo menatap Grisia yang berantakan dari ujung kepala sampai ke ujung kaki tanpa suara. Pakaiannya kotor dan ada beberapa bagian yang sobek, ada lebih banyak bagian yang memar daripada yang mulus di wajahnya. Juka kau bertanya bagian mana dari dirinya yang terlihat seperti Sun Knight, mungkin satu-satunya jawaban adalah rambut pirangnya yang masih sangat berkilau meskipun berantakan.

“Apakah kau baru saja terlibat dalam perkelahian?”

“Aku dipukuli.” Saat Grisia berbicara, ia membuka luka di ujung bibirnya. Ia meringis sejenak, namun segera tersenyum bahkan lebih cerah dari sebeumnya saat ia berkata, “Tetapi itu tidak masalah. Roland membantuku memukul balik!”

“Kau benar-benar tidak berguna!” Neo memutar matanya. “Kau harus mempertahankan dirimu sendiri!”

“Kenapa aku harus melakukannya?” Grisia langsung membantah dengan pernuh semangat. “Mereka bersepuluh! Roland dan aku hanya berdua! Dua orang menang melawan sepuluh sudah sangat mengesankan!”

“Maksudmu satu menang melawan sepuluh?” Neo berkata tanpa humor, “Dengan kemampuan bermain pedangmu, kau bahkan tidak bisa menangani satu orang.”

Meskipun kemampuan Roland bermain pedang cukup baik…bisakah ia menang melawan sepuluh orang? Sekelebat keraguan muncul dalam hatinya.

“Aku juga ikut membantu!” Grisia memprotes dengan suara keras.

Bagaimanapun, wajah Neo masih penuh dengan ketidakpercayaan.

Grisia berteriak, “Walaupun aku tidak dapat membantunya mengalahkan musuh kami, namun aku dapat membantunya menahan serangan. Aku membantunya mengalihkan musuh, dan aku bahkan menemukan bantuan! Jika aku tidak pergi dan menghampiri Lesus, bahkan Roland pun tidak akan bisa mengalahkan sepuluh orang!”

“Kau kenal Lesus?” Neo menghela napas. Meskipun anak ini tidak kuat, dia benar-benar mengenal semua orang kuat… Itu adalah sebuah talenta juga, bukan?

“Aku tidak mengenalnya,” Grisia menjawab dengan nada yang tegas namun berisik.

“…” Neo terdiam sebelum mengingatkan Grisia, “Kau baru saja berkata bahwa kau pergi mencari Lesus.”

“Oh iya!” kata Grisia. “Saat pertama kali melihat orang itu, aku sudah tahu kalau dia pasti adalah orang yang baik. Dia hanya perlu melihat kalau Roland dan aku hanya berdua, namun kami kalah jumlah. Tidak peduli alasannya, dia pasti membantu kami! Jadi ketika aku melihat bahwa Roland tidak bisa menang, tentu saja aku segera meninggalkannya untuk mencari Lesus!”

Ini juga talenta, talenta untuk menjadi orang yang keji… Neo terdiam kembali, tidak menaruh harapan ketika ia menanyakan pertanyaannya. “Lupakan. Biarkan aku bertanya, kenapa kamu mau menjadi Sun Knight?”

Ketika ia mendengar pertanyaannya, kedua mata Grisia mulai berbinar-binar.

“Karena aku mau menempati posisimu!”

“Posisiku?” Neo mengerutkan dahinya. Apakah ia bermaksud bahwa ia menginginkan posisi Sun Knight? Tapi caranya mengatakannya terdengar sedikit aneh.

Grisia mulai menunjuk dengan semangat, melambaikan kedua tangannya di sisinya saat berbicara. “Yup! Aku menginginkan posisimu! Kau punya banyak orang berdiri di samping kanan dan kirimu. Aku menghitung. Ada sebelas! Aku mau mereka berdiri di sisiku juga. Itu akan menjadi seperti memiliki 11 saudara. Pasti rasanya menyenangkan!”

Neo tertawa dengan kencang. “Bahkan jika kamu menjadi Sun Knight, bukan mereka yang akan berdiri di sisimu. Yang akan berdiri di sisimu adalah Dua belas Holy Knights generasi berikutnya.”

“Hah?” Grisia bertanya, sepertinya belum paham sepenuhnya. “Generasi berikutnya? Apakah masih sebelas orang?”

“Tentu saja.”

“Kalau begitu tidak apa-apa!” Grisia menjawab dengan senyum riang. “Masih sebelas orang! Tidak masalah bagiku jika ada sebelas orang, tapi kalau ditambah satu orang lagi, itu akan menjadi ebih baik. Enam di kiri dan enam di kanan, betapa menyenangkan!”

Neo tidak bisa mengatakan apa yang ia pikirkan tentang jawaban itu, jadi ia hanya menanyakan pertanyaan berikutnya. “Lalu, hal apa yang bisa membuatmu merelakan nyawamu?”

Grisia, seperti anak umur dua belas tahun lainnya, belum pernah memikirkan hal ini. Ia menundukan kepalanya, tenggelam dalam pikirannya dengan dahi berkerut. Neo tidak sedang terburu-buru, jadi ia menunggu Grisia dengan sabar sampai Grisia selesai berpikir.

Akhirnya, Grisia tersenyum saat ia mengangkat kepalanya. Secara kebetulan, cahaya matahari siang menerpa rambut emasnya, begitu berkilau hingga Neo hampir dibutakan oleh cahayanya.

“Untuk melindungi sesama… Aku rela mengorbankan nyawaku.”

Saat Neo melihat semua orang yang hadir, ia melihat bahwa semua mata tertuju kepadanya. Neo tersenyum sedikit lalu berteriak dengan lantang, “Aku telah memutuskan bahwa Grisia akan menjadi Sun Knight berikutnya!”

Pertama, semua orang terdiam. Kemudian terjadi kegaduhan.

“Kenapa aku terpilih?”

Grisia sangat terkejut, Meskipun ia berjalan ke depan, namun ia tetap melirik ke belakang, ke arah temannya.

“Hmm…”

Neo melihat ke arah Roland, yang wajah, tangan, dan kakinya tidak tertutup pakaian, dan terlihat hampir bebas luka. Dia lalu menunduk untuk melihat Grisia yang kulitnya tertutup memar. Ia tersenyum seraya berkata, “Mungkin karena rambutmu yang indah ini!”

Ini benar-benar tidak masuk akal!

Dua belas Holy Knight dan satu kesatria kerajaan yang akan segera menikahi sang Putri berkumpul dalam kamar Sun Knight, membuka gudang wine4, dan mengambil wine yang tersembunyi di dalamnya. Mereka semua meminum beberapa botol, menjadi sangat mabuk hingga mereka hanya dapat dideskripsikan sebagai “teler berat.”

Melihat adegan ini, Roland, yang tidak terlalu suka minum-minum, menghela napas, namun dia juga ikut merasakan perasaan relaks yang aneh. Aksi menggelikan dari Dua belas Holy Knights yang asli benar-benar membuat fakta bahwa ia adalah seorang death lord5 yang tinggal di dalam Kuil Dewa Cahaya tidak terdengar terlalu tidak masuk akal.

Karena tidak peduli semenggelikan apa sebuah fakta, tidak ada yang lebih menggelikan dari pada fakta bahwa Sun Knight memiliki sebuah gudang anggur di bawah kamarnya.

Roland melihat ke arah Sun Knight, yang adalah orang paling tidak masuk akal disana. Ini adalah kejadian yang sangat langka, namun dengan semua orang berniat membuatnya mabuk, Grisia benar-benar mabuk hingga wajahnya merah sempurna dan matanya berkabut.

Ini terlalu berbeda dari bayangan orang tentang Sun Knight. Kenapa ia menjadi Sun Knight?

Roland mengakui bahwa pertanyaan itu telah menghantuinya sejak Grisia terpilih sepuluh tahun yang lalu. Dia berusaha mengingat masa lalu dan mengambil kesimpulan bahwa pertanyaan yang ditanyakan kepadanya oleh Sun Knight generasi sebelumnya pasti juga ditanyakan kepada Grisia. Mungkinkah jawabannya lebih baik daripada Roland?

“Grisia.”

“Ya?”

“Kenapa kau ingin menjadi Sun Knight?” Tanya Roland, akhirnya menyuarakan pertanyaan yang telah menghantuinya selama bertahun-tahun.

“Tentu saja, untuk kalian semua!”

Kami? Roland menatap Grisia. Ia sangat mabuk hingga langkahnya terhuyung-huyung. Mungkinkah dia terlalu mabuk untuk menyadari apa yang dia katakan? Roland mengerutkan dahi, tetapi tetap bertanya, “Lalu, hal apa yang untuknya kau rela mengorbankan nyawamu?”

“Hah? Apa yang kau katakan?”

Grisia merosot ke mejanya, wajahnya dipenuhi oleh seyuman bodoh. Dengan suara keras, Roland mengulang pertanyaannya. “Hal apa yang dapat untuknya kau rela mengorbankan nyawamu?”

Grisia melihat ke arah Roland. Ia menatap semua orang dan tersenyum mabuk.

“Untuk kalian semua!”
 
 
[Akhir dari The Legend of Sun Knight volume 1 bab 2]

Catatan Kaki

1Divine Sun Sword: Pedang suci yang dimiliki oleh Sun Knight dan diturunkan dari generasi ke generasi.
 
2Holy Magic: Salah satu tipe sihir yang menggunakan kekuatan Dewa Cahaya.
 
3Cleric: Arti harafiahnya adalah pendeta atau pastur, tapi dalam hal ini, artinya adalah seorang pengikut dewa tertentu yang dapat menggunakan kekuatan dewa tersebut, seperti dalam kasus Grisia, pengikut Dewa Cahaya yang dapat menggunakan holy magic.
 
4Wine: Minuman keras yang terbuat dari anggur.
 
5Death Lord: Salah satu tipe makhluk undead. Setelah dibangkitkan oleh necromancer, seorang kesatria maut dapat berubah menjadi Death Lord.

  1. coco

    wine = arak, anggur
    Untuk penamaan, mungkin termnya bisa dipertahankan dalam bahasa Inggris dengan membuat catatan kaki tentang arti namanya di bawah. Kelebihannya: nuancenya lebih intact. Tapi buat yang tidak fluent, mempertahankan namanya dalam bahasa Inggris kurang berguna juga karena ada kemungkinan mereka kurang bisa menangkap artinya.

    Diterjemahkan langsung juga bisa. Menurut aku, Ksatria Daun atau Ksatria Logam oke-oke aja mengingat itu mewakili karakter mereka masing – masing. Apalagi kalau sudah diterjemahkan dengan karakter yang lain, mereka akan kedengaran lebih normal.

    Jadi:
    Holy knight = Ksatria Suci; Judgement Knight sepertinya lebih cocok Ksatria Hakim; Blaze Knight = Ksatria Api, Ice Knight = Ksatria Es, Earth Knight = Ksatria Bumi (mungkin Ksatria Tanah juga bisa supaya konsisten), Death Knight = Ksatria Maut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *